Waduh Biaya Belanja Online Makin Mahal, Tarif Ongkir JNE Naik 20% Ilustrasi aktivitas belanja online. (Foto: Pixabay/HutchRock)

MerahPutih.com - PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), perusahaan jasa pengiriman barang berskala nasional hingga luar negeri, memutuskan menaikkan tarif ongkos kirim (ongkir) sebesar 20 persen akibat kenaikan biaya kargo pesawat. Dapat dipastikan kebijakaan ini akan memicu biaya belanja online yang lebih mahal dari sebelumnya.

Kebijakan JNE menaikkan ongkir ini disampaikan langsung Presiden Direktur JNE M. Feriadi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (16/1).

"Penyesuaian tarif pengiriman JNE berlaku untuk layanan Regular, OKE, dan YES mulai tanggal 15 Januari 2019 pukul 00:01 WIB," dikutip dari rilis resmi perusahaan ekspedisi itu.

kurir JNE
Petugas JNE sedang memeriksa kondisi barang yang akan dikirim. Foto: Ant/Raisan Al Farisi

Menurut Feriadi, kenaikkan tarif berlaku untuk pengiriman paket dari Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) ke seluruh tujuan dalam negeri. Namun, lanjut dia, untuk pengiriman paket dalam kota atau antar kota dalam Jabodetabek tetap berlaku tarif normal.

"Besaran kenaikan tarif dari Jabodetabek, tergantung pada tujuan pengiriman paket dan jenis layanan yang digunakan dengan kenaikan rata-rata sebesar 20 persen," kata Feriadi, dilansir dari Antara

Berbelanja Online Lewat Ponsel. (Pixalbay/mohamed_hassan)
Pembelajaan lebih banyak melalui ponsel ketimbang desktop. (Foto: Pixalbay/mohamed_hassan)

Feriadi menambahkan JNE dengan lebih dari 200 perusahaan anggota Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) telah sepakat untuk melakukan penyesuaian tarif pengiriman di bulan Januari 2019.

"Langkah ini harus dilakukan untuk menyesuaikan berbagai biaya operasional yang turut meningkat seiring dengan kenaikan biaya kargo udara yang diberlakukan oleh pihak maskapai penerbangan," tandas ketua Asperindo itu. (*)


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH