Wacana Cak Imin Jadi Calon Tunggal Ketua Umum PKB Dipertanyakan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar saat berbicara dalam Talk Show 'Mengembalikan Spirit Gusdur' (MP/Rizki Fitrianto)

MerahPutih.Com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam waktu akan menyelenggarakan muktamar di Bali. Muktamar tersebut bertujuan untuk mengevaluasi kinerja partai pada Pemilu 2019 sekaligus pemilihan ketua umum baru.

Menariknya, jelang muktamar muncul wacana Ketua Umum petahana Muhaimin Iskandar alias Cak Imin akan menjadi calon tunggal. Wacana tersebut menurut pengamat politik Ujang Komarudin menimbulkan dua tanda tanya.

Baca Juga: Tunjuk Kembali Cak Imin Jadi Ketum, Ini Alasan PKB

Pengajar Universitas Al Azhar Jakarta ini menilai wacana calon tunggal Cak Imin untuk dikukuhkan kembali menjadi ketua umum PKB periode 2019-2024 menjadi tanda tanya besar dalam agenda politik PKB sendiri.

Pengamat Politik Ujang Komarudin
Pengamat politik Ujang Komarudin (Foto: unialazhar.ac.id)

"Tanda tanya pertama, apakah Muhaimin Iskandar masih menjadi dewa sehingga tidak ada kader lain yang mampu bersaing dengannya. Tanda tanya kedua adalah, apakah kader lain yang ingin maju berkompetisi dibuat tidak nyaman dan mungkin digusur dari kepengurusan PKB," kata Ujang Komarudin di Jakarta, Senin (12/8).

Lebih lanjut Ujang Komaruddin mengatakan hal itu ketika ditanya soal wacana calon tunggal Muhaimin Iskandar pada Muktamar PKB yang akan diselenggarakan di Bali, pada 20-21 Agustus 2019.

Menurut Ujang, adanya calon tunggal dari ketua umum partai politik untuk dikukuhkan kembali sebagai ketua umum periode berikutnya adalah bagian dari kondisi kepartaian di Indonesia yang masih mengandalkan figur sentral.

"Muhaimin mungkin masih menjadi dewa di partainya atau bersikap sangat dominan terhadap kader lain di partainya," ucap Ujang.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review menyatakan, menyayangkan PKB sebagai partai terbuka, tapi tidak membuka ruang bagi kader-kader terbaik lainnya untuk berkompetisi dengan Muhaimin Iskandar, untuk menghidupkan demokrasi di internal partai.

"Adanya calon tunggal ini, menunjukkan regenerasi kepemimpinan di PKB tidak berjalan," ujarnya.

Ujang menambahkan, kalau PKB mengusulkan Muhaimin Iskandar sebagai calon ketua MPR RI itu adalah hal wajar sebagai bagian dari lobi partai terhadap partai-partai lainnya pengusung pasangan presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin.

"Namun, usulan PKB itu belum tentu diterima oleh partai-partai lain anggota koalisi pengusung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, karena Partai Golkar juga mengincar kursi ketua MPR RI," ujarnya.

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. (MP/Rizki Fitrianto)

Baca Juga: Cak Imin Berharap PKB Dapat Jatah 10 Menteri dan Ketua MPR

Menurut Ujang, dari wacana yang berkembang, Partai Gerindra juga berminat untuk mendudukkan kadernya sebagai ketua MPR RI.

Apalagi, kata dia, Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin adalah representasi Nahdlatul Ulama (NU), sehingga Muhaimin Iskandar dari PKB juga dinilai berlatarbelakang NU sehingga peluangnya kecil untuk menduduki kursi ketua MPR RI.

Ujang Komarudin sebagaimana dilansir Antara menilai strategi Cak Imin menjadi calon tunggal Ketua Umum PKB sebagai siasat untuk bisa lolos jadi pimpinan MPR.

"Kekuasaan itu kan harus berbagi dan harus merata pada semua partai anggota koalisi. Kalau representasi NU sudah duduk sebagai wakil presiden, maka representasi lainnya yang akan duduk di kursi ketua MPR RI," katanya.

Sebelumnya, PKB mewacanakan Muhaimin Iskandar akan dikukuhkan kembali sebagai ketua umum PKB periode 2019-2024 pada Muktamar PKB di Bali, pada 20-21 Agustus 2019.(*)

Baca Juga: PKB Minta Pemerintah Serius Urus Pembangunan SDM dalam RPJMN 2020-2024



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH