Voxpol Center: Kampanye Akbar Prabowo Ilusi, Tak Pengaruhi Elektoral Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago. (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menyebut kampanye akbar Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, tak berpengaruh terhadap elektabilitas paslon nomor urut 02 itu.

Hal tersebut tercermin dari temuan survei Voxpol Research and Consulting yang menunjukkan efektifitas kampanye akbar dengan pengerahan masa untuk mendapatkan dukungan masyarakat hanya 13.9 persen.

"Kampanye terbuka itu bisa ilusi fatamorgana jadi seolah-olah sudah hampir menang karena ramai yang hadir. Itu sebenarnya show of force (unjuk kekuatan) saja. Padahal yang hadir di situ berapa persen saja tapi seolah-olah sudah menang," kata Pangi saat merilis hasil survei lembaganya di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (9/4).

Kampanye Akbar Prabowo-Sandiaga di SUGBK, Minggu (7/4). Foto: Twitter/@lily_dharmawan
Kampanye Akbar Prabowo-Sandiaga di SUGBK, Minggu (7/4). (Foto: Twitter/@lily_dharmawan)

Menurut Pangi kampanye akbar tidak cukup berpengaruh untuk memperbesar jumlah pemilih lantaran tidak efektif untuk menggaet undecided voters. Kampanye akbar, kata dia, hanya jadi locomotif efek untuk melanjutkan strategi perang di dunia maya.

"Jadi sebetulnya itu hanya soal mental bertarung saja bahwa kita ini sudah menang. Tetapi itu hanya akan berefek di pencarian lewat udara atau media sosial saja. Artinya kampanye di GBK tidak bisa dijadikan parameter (kemenangan) karena itu hanya lomomotif efek saja," jelas dia.

Berdasarkan hasil survei Voxpol Research and Consulting yang dirilis hari ini efektifitas kampanye akbar dengan pengerahan masa untuk mendapatkan dukungan masyarakat hanya 13.9 persen. Angka itu jauh dibawah kegiatan dialog tatap muka atau interaktif dengan kandidat yang efektifitasnya diangka 36.7 persen.

Sementara, untuk kegiatan acara keagamaan seperti tabligh Akbar, pengajian, dan lain sebagainya diangka 26.1 persen, dan efektifitas kampanye lewat media masa dan media sosial hanya dapat mempengaruhi pemilih sebanyak 0.4 persen.

Survei ini digelar 18 Maret hingga 1 April 2019. Sebanyak 1.600 responden yang dijadikan sampel berasal dari 34 Provinsi dan telah mempunyai hak pilih, yaitu berusia 17 tahun keatas atau sudah menikah ketika dilakukan survei.

Para responden yang terdiri dari 50 persen laki-laki dan 50 persen perempuan ini menjalani metode multistage random sampling untuk survei. Adapun margin of error sebesar ± 2,45 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Setiap responden yang terpilih dilakukan wawancara dengan metode tatap muka (face to face) oleh surveyor profesional. Voxpol juga melakukan Quality Control sebanyak 20 persen dari total jumlah sampel secara acak dengan cara mendatangi kembali responden terpilih dan mengkonfirmasi ulang responden terpilih. (Pon)

Baca Juga: Voxpol Center: PDIP Berpotensi Menang Pileg 2019

Kredit : ponco


Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH