Vonis Nihil Heru Hidayat, Jaksa Agung: Ada kejanggalan dan Inkonsistensi erdakwa Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (7/9). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

MerahPutih.com - Vonis nihil terdakwa kasus korupsi Asabri dan Jiwasraya, Heru Hidayat, membuat kesal Jaksa Agung. Hakim tidak memenuhi tuntutan hukum mati.

"Ada hal-hal yang kurang, ada keadilan masyarakat yang sedikit terusik, diputus bersalah tetapi hukumannya adalah nol nihil," ujar Jaksa Agung Republik Indonesia Sanitiar Burhanuddin di Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (19/1).

Baca Juga:

Terdakwa Korupsi Asabri Lolos dari Hukuman Mati, Kejagung Lakukan Perlawanan

Menurut dia, ada kejanggalan, dan inkonsistensi dalam putusan tersebut. Bahkan, menurut Burhanuddin, putusan majelis pengadil tersebut, tak memenuhi prinsip keadilan bagi masyarakat.

"Kami, jaksa penuntut umum menilai ada yang kurang. Ada keadilan masyarakat yang terusik dalam putusan hakim tersebut," kata Burhanuddin.

Dia menerangkan, putusan pidana nol tersebut terasa janggal karena terdakwa Heru Hidayat dinyatakan bersalah, dan melakukan tindak pidana korupsi.

"Tetapi hukumannya nol. Nihil," kata Burhanuddin.

Menurutnya, vonis bersalah, semestinya disertai dengan hukuman pidana yang setimpal. Dalam hal ini, sesuai tuntutan.

Ia mencontohkan, Heru Hidayat dalam kasus korupsi dan TPPU, di PT Asuransi Jiwasraya yang merugikan negara Rp 16,8 triliun, divonis bersalah, dan dihukum pidana penjara seumur hidup.

Kemudian kata Burhanuddin, di kasus ASABRI, kerugian negaranya yang lebih besar senilai Rp 22,78 triliun. Tetapi, hakim menjatuhkan pidana nihil, karena alasan adanya hukuman yang sudah jatuh pada kasus Jiwasraya.

Burhanuddin menegaskan, dari sisi yuridis, putusan pidana nihil tersebut memang mudah saja diterima. Tetapi, pidana nihil tersebut gambaran dari ketidakadilan atas perbuatan megakorupsi yang sudah terbukti.

"Secara yuridis kita mengerti (pidana nihil). Tetapi, rasa keadilan di masyarakat menjadi sangat terusik. Dan yang kami lakukan saat ini, tidak ada kata lain selain banding," ujar Burhanuddin.

Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (18/1/2022). (ANTARA/Desca Lidya Natalia)
Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (18/1/2022). (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Pada Selasa (18/1), majelis hakim PN Tipikor Jakarta, memvonis Heru Hidayat, terdakwa korupsi dan pencucian uang (TPPU) ASABRI bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan negara Rp 22,78 triliun. Akan tetapi, dalam vonis bersalah tersebut tak dibarengi dengan hukuman badan.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Heru Hidayat oleh karena itu dengan pidana nihil," kata Ketua Majelis Hakim IG Eko Purwanto, di PN Jakarta Pusat, Selasa (18/1).

Hukuman badan nihil tersebut, dikatakan hakim, karena terdakwa Heru Hidayat telah mendapatkan hukuman badan penjara seumur hidup terkait kasus serupa yang terjadi di PT Asuransi Jiwasraya yang merugikan negara RP 16,8 triliun. (Knu)

Baca Juga:

Divonis Nihil di Kasus Asabri, Heru Hidayat Lolos dari Hukuman Mati

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jokowi Belum Tentukan Baju Adat yang akan Dipakai saat Upacara HUT RI
Indonesia
Jokowi Belum Tentukan Baju Adat yang akan Dipakai saat Upacara HUT RI

Jokowi menuturkan puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan RI tinggal dua hari lagi, namun dirinta belum menentukan pilihan.

DKI Siap Vaksinasi Booster Lansia Interval 3 Bulan Setelah Vaksin Kedua
Indonesia
DKI Siap Vaksinasi Booster Lansia Interval 3 Bulan Setelah Vaksin Kedua

Pemerintah DKI akan menyesuaikan aturan terbaru Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait vaksinasi booster bagi lansia di atas 60 tahun.

Hasil Survei IKK BI, Ekonomi Saat Ini Belum Sesuai Ekspektasi
Indonesia
Hasil Survei IKK BI, Ekonomi Saat Ini Belum Sesuai Ekspektasi

Pada Maret 2022, IKK terpantau melambat pada sebagian kelompok pengeluaran responden.

Besok, Presiden Jokowi Lepas Tim Indonesia untuk SEA Games 2021
Indonesia
Besok, Presiden Jokowi Lepas Tim Indonesia untuk SEA Games 2021

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), dijadwalkan melepas Kontingen Indonesia untuk SEA Games 2021. Acara tersebut akan digelar di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (9/5).

Pertengahan Juni, PDIP Gelar Rakernas
Indonesia
Pertengahan Juni, PDIP Gelar Rakernas

Rakernas itu juga bertujuan agar PDIP bisa bekerja maksimal menghadapi permasalahan di masyarakat.

Rangkaian Acara Natal di Ibu Kota
Indonesia
Rangkaian Acara Natal di Ibu Kota

Kepala Biro Pendidikan Mental dan Spiritual Pemprov DKI, Gunas Mahdianto menyampaikan, rangkaian acara perayaan Natal ini mengusung semangat toleransi, keharmonisan, keamanan, kedamaian dan sukacita di Jakarta

Hari Lingkungan Hidup 2022 Jadi Momentum Meningkatkan Kepedulian pada Alam Sekitar
Indonesia
Hari Lingkungan Hidup 2022 Jadi Momentum Meningkatkan Kepedulian pada Alam Sekitar

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya mengatakan, peringatan HLHS 2022 menjadi momentum meningkatkan kepedulian untuk terus memperbaiki perilaku adil terhadap lingkungan.

DPR Kritik Langkah KPU Larang Caleg Sosialisasi
Indonesia
DPR Kritik Langkah KPU Larang Caleg Sosialisasi

Belakangan KPU malah melarang seseorang atau figur parpol menyosialisasikan diri sebagai calon peserta pemilu.

Jokowi Resmikan Tol Pertama di Sulawesi Utara
Indonesia
Jokowi Resmikan Tol Pertama di Sulawesi Utara

Tuntasnya jalan tol ini bisa naikkan pertumbuhan ekonominya.Tercatat, tahun 2021 pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara mencapai 4,17.

Mabes Polri Usut Keberadaan Hacker Bjorka
Indonesia
Mabes Polri Usut Keberadaan Hacker Bjorka

Sosok hacker Bjorka kini tengah dicari-cari Polisi buntut dari aksinya yang mengancam akan membuka data pejabat negara. Polri mengatakan pihaknya masih bekerja mengusut hal ini.