Vonis Mati Herry Wirawan Tonggak Sejarah Kasus Kekerasan Seksual Terpidana kasus pemerkosaan 13 santriwati Herry Wirawan. ANTARA/HO-Kejati Jawa Barat

MerahPutih.com - Pelaku rudapaksa terhadap 12 santriwati, Herry Wirawan divonis mati oleh Pengadilan Tinggi (PT) Bandung, Jawa Barat.

Kepala Divisi Pengawas, Monitoring, dan Evaluasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra menyambut positif putusan tersebut.

Baca Juga

Ridwan Kamil Tanggapi Vonis Mati untuk Pemerkosa Belasan Santri Herry Wirawan

"Putusan ini tentunya menjadi tonggak sejarah penting untuk Indonesia, dalam memberikan efek jera hukuman maksimal. Sekaligus edukasi di masyarakat," kata Jasra kepada wartawan, Senin (4/4).

Jasra mengatakan putusan hakim juga sangat diapresiasi para korban dan keluarganya yang telah menunggu lama putusan ini. Dia berharap putusan tersebut bisa menjadi yurisprudensi hukum untuk kasus serupa.

Menurutnya, keberpihakan yang tinggi dari majelis hakim untuk para korban sangat pantas diapresiasi. Sebab, kejahatan seksual akan dihantui trauma dan penderitaan sepanjang hidupnya, yang sangat perlu diantisipasi negara.

"Putusan tersebut juga memperbaiki putusan sebelumnya, yang awalnya restitusi dibebankan ke negara, kini dibebankan kepada pelaku, dengan merampas segala aset yang dimiliki," ucapnya.

Dia mengatakan hukuman mati dalam kekerasan seksual telah diatur dalam UU Nomor 17 Tahun 2016. Khususnya Pasal 81 ayat 5 tentang penegasan bila anak korban kejahatan seksual lebih dari satu orang, yang mengakibatkan luka berat, gangguan jiwa, penyakit menular, terganggu atau hilangnya fungsi reproduksi, dan/atau korban meninggal dunia.

Kejahatan pelaku dapat dipidana mati, seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 10 tahun dan paling lama 20 tahun. Menurutnya, pemberian hukuman maksimal menjadi lonceng peringatan kepada para pelaku dan yang berniat menjadi pelaku kejahatan seksual anak.

Undang-undang pemberatan hukuman maksimal berada di ruang yang hidup, bahwa secara dinamis kondisi para korban menjadi perhatian majelis hakim, meski sudah ada putusan sebelumnya. Bahwa perkembangan korban sebagaimana bunyi aturan tersebut, dapat mengubah putusan di tingkat pengadilan yang lebih tinggi.

Baca Juga

Herry Wirawan Lolos Kebiri dan Vonis Mati, Kejati Jabar Banding

Menurutnya, Herry sadar betul melakukan kejahatan tersebut. Pasalnya, Herry mempunyai tanggung jawab sebagai pimpinan, tenaga pendidik, pendiri beberapa lembaga pendidikan, dan figur moral berbasis agama.

Dia mengatakan kebijakan yang lebih berpihak kepada korban masih terus menjadi pekerjaan rumah yang besar. Lalu, rehabilitasi terhadap korban juga harus diperhatikan karena risiko yang harus dijalani sepanjang hidup.

Jasra menganggap putusan ini juga menjadi harapan KPAI tentang adanya perubahan cara bekerja, pandangan dalam kebijakan, norma, sistem, prosedur, operasional di dalam penanganan perlindungan khusus anak.

Sebab, lanjutnya, seringkali respons Anak-anak Membutuhkan Perlindungan Khusus (AMPK) yang di dalam PP 78 Tahun 2021 tentang Perlindungan Khusus Anak ada 15 kategori AMPK masih sangat lemah, karena instrumen kebijakan yang belum banyak berpihak.

"Seharusnya apa yang diputuskan majelis hakim menjadi penguat harmonisasi kebijakan terkait pemenuhan hak perlindungan anak, terutama anak anak korban kejahatan seksual baik di daerah-daerah," katanya.

Sebelumnya, Majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Bandung memperberat vonis terdakwa pemerkosa 13 santriwati Herry Wirawan dari hukuman seumur hidup penjara menjadi vonis mati.

Hakim beralasan demi efek jera dan melindungi masyarakat dari perbuatan serupa.

Putusan tersebut dibacakan oleh majelis hakim yang dipimpin oleh Herri Swantoro. Pembacaan putusan hukuman mati itu dibacakan pada sidang vonis hari ini.

Dengan putusan tersebut, hakim PT Bandung menganulir putusan hakim PN Bandung yang sebelumnya hanya memvonis Herry Wirawan dengan hukuman seumur hidup.

Selain itu, hakim PT Bandung beralasan menjatuhi hukuman mati agar melindungi masyarakat dari kejadian serupa. (Knu)

Baca Juga

Banding Jaksa Dikabulkan, Herry Wirawan Pemerkosa 13 Santriwati Divonis Mati

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Arus Balik, 40.800 Penumpang Kereta Tiba di Jakarta Hari Ini
Indonesia
Arus Balik, 40.800 Penumpang Kereta Tiba di Jakarta Hari Ini

Secara total, hari ini terdapat sekitar 40.800 penumpang yang akan turun di sejumlah stasiun Daop 1.

Pelabuhan Semarang Terendam Banjir Rob, Pengusaha Merugi
Indonesia
Pelabuhan Semarang Terendam Banjir Rob, Pengusaha Merugi

Dua akses masuk utama ke Pelabuhan Tanjung Emas sendiri masih digenangi banjir rob. Banjir belum surut karena perbaikan tanggul yang jebol belum selesai.

UU TPKS Dinilai Sebagai Langkah Maju Lindungi Korban Kekerasan Seksual
Indonesia
UU TPKS Dinilai Sebagai Langkah Maju Lindungi Korban Kekerasan Seksual

"Meskipun UU TPKS adalah legislasi yang sangat diperlukan, UU ini belum sempurna," kata Usman.

Hujan di Bawah 100 mm Jakarta Banjir, Anies:  Ada yang Salah di Dalam Manajemen
Indonesia
Hujan di Bawah 100 mm Jakarta Banjir, Anies: Ada yang Salah di Dalam Manajemen

Kalau dibawah 100 mm hujannya, maka seharusnya tidak terjadi banjir

Ukuran keberhasilan Kementerian ATR/BPN adalah Kinerja bukan Seragam Baru
Indonesia
Ukuran keberhasilan Kementerian ATR/BPN adalah Kinerja bukan Seragam Baru

“Masih banyak masalah pertanahan di negara ini yang harus diselesaikan,” ujarnya.

Indonesia dan Malaysia Integrasikan Sistem Rekrutmen Pekerja Migran
Indonesia
Indonesia dan Malaysia Integrasikan Sistem Rekrutmen Pekerja Migran

Indonesia telah mengusulkan sistem tunggal yang memungkinkan kedua negara memiliki rincian pelamar kerja.

Hindari Warga Tertipu, DPD Dukung RUU Fintech
Indonesia
Hindari Warga Tertipu, DPD Dukung RUU Fintech

Kehadiran UU fintech ini sangat penting untuk menumpas dan menindak tegas kejahatan pinjol ilegal yang telah meresahkan masyarakat.

Depok Mulai PTM 100 Persen Semua Jenjang Pendidikan pada Februari
Indonesia
Depok Mulai PTM 100 Persen Semua Jenjang Pendidikan pada Februari

PTM 100 persen seluruh jenjang pendidikan bakal dilaksanakan mulai Februari 2022.

Pemerintah Dorong Pelaku UMKM Tingkatkan Kualitas Produk
Indonesia
Pemerintah Dorong Pelaku UMKM Tingkatkan Kualitas Produk

Oleh karena itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mendorong pelaku UMKM meningkatkan kualitas produk dalam negeri agar lebih kompetitif.

Temuan Sementara Polisi dari Kasus Penimbunan Beras Bansos di Depok
Indonesia
Temuan Sementara Polisi dari Kasus Penimbunan Beras Bansos di Depok

Polda Metro Jaya mengecek lokasi beras bantuan sosial (bansos) yang dikubur di Depok, Jawa Barat.