Vonis Djoko Tjandra Dkk Tak Timbulkan Efek Jera Djoko Tjandra. (Foto:Antara).

MerahPutih.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai putusan hakim terhadap Djoko Tjandra, Anita Kolopaking, dan Brigjen Prasetijo Utomo, atas perkara dugaan suap terkait surat jalan palsu terlalu ringan serta tidak menimbulkan efek jera.

Diketahui Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur memvonis 2,5 tahun penjara untuk Djoko Tjandra dan Anita Kolopaking, sementara 3 tahun untuk Brigjen Prasetijo.

"Semestinya tiga terdakwa tersebut diganjar dengan hukuman maksimal, yakni enam tahun penjara," kata Peneliti ICW Kurnia Ramadhana dalam keterangannya, Rabu (23/12).

Baca Juga:

Djoko Tjandra Divonis 2,5 Tahun Penjara Atas Kasus Surat Jalan Palsu

Ada beberapa hal yang mendasari kesimpulan tersebut. Pertama, kata Kurnia, Djoko Tjandra merupakan aktor intelektual dalam perkara ini. Selain itu, merupakan buronan kasus korupsi yang melarikan diri selama 11 tahun serta merugikan keuangan negara hampir Rp1 triliun.

"Lalu perkara ini dilakukan terhadap penegak hukum yang mana telah mencoreng marwah Indonesia sebagai negara hukum," tegas dia.

Kedua, menurut Kurnia, Prasetijo merupakan aktor penting lain dalam perkara ini. Sebab, objek pemeriksaan surat jalan, surat bebas COVID-19, dan surat rekomendasi kesehatan dikeluarkan atas bantuan dari Prasetijo langsung.

Selain itu, kata Kurnia, Presetijo merupakan seorang penegak hukum yang semestinya memahami bahwa terpidana yang melarikan diri semestinya ditangkap bukan malah dibantu.

"Dengan perbuatannya tersebut tentu telah mencoreng citra penegak hukum," tegas dia.

Djoko Tjandra. (Foto: Antara)
Djoko Tjandra. (Foto: Antara)

Ketiga, Kurnia mengatakan, Anita Kolopaking yang menjadi penghubung untuk kepentingan Djoko Tjandra ke Prasetijo. Padahal, Anita juga termasuk penegak hukum karena berprofesi sebagai Advokat.

Sebagai Advokat, lanjut Kurnia, menjadi kewajiban bagi Anita untuk menegakkan hukum dengan membawa Djoko Tjandra kembali ke Indonesia lalu menjalani masa pemidanaan.

"Jika pun mengajukan peninjauan kembali, semestinya dilakukan tatlala berada di lembaga pemasyarakatan, bukan justru sebaliknya. Sehingga, tindakan Anita juga dapat dikatakan merusak nama baik profesi Advokat itu sendiri," pungkasnya. (Pon)

Baca Juga:

Mahfud MD Yakin Djoko Tjandra Bakal Lebih Lama di Penjara

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 DPRD Desak Pemprov DIY Perpanjang Masa Tanggap Darurat Corona
Indonesia
DPRD Desak Pemprov DIY Perpanjang Masa Tanggap Darurat Corona

Huda menyarankan dua solusi untuk mengatasi corona pertama adalah lebih mengetatkan pembatasan sosial dengan menerapkan PSBB atau memperpanjang masa tanggap darurat.

Pembatasan 50 Persen Pengunjung Pusat Belanja di Masa PSBB Transisi Jakarta
Indonesia
Pembatasan 50 Persen Pengunjung Pusat Belanja di Masa PSBB Transisi Jakarta

Setiap pusat belanja itu mempunyai alat hitung. Alat hitung itu disebut people counting

Buruh Long March, Ruas Jalan di Tangerang Macet
Foto
Buruh Long March, Ruas Jalan di Tangerang Macet

Ratusan buruh melakukan long march menuju pintu tol Bitung, Tangerang menuntut dicabutnya pengesahan omnibus law undang-undang Cipta Kerja di jalan Gatot Subroto, Kota Tangerang, Banten

Polisi Lanjutkan Perkara Makar Eggi Sudjana
Indonesia
Polisi Lanjutkan Perkara Makar Eggi Sudjana

Polda Metro Jaya mengusut kembali kasus dugaan makar atas seruan people power.

Menko Luhut Pastikan Vaksinasi Nasional COVID-19 Dimulai Rabu
Indonesia
Menko Luhut Pastikan Vaksinasi Nasional COVID-19 Dimulai Rabu

Dampak vaksinasi ini diprediksi akan mulai kelihatan dalam tiga bulan ke depan.

Asa Tau Samawa Jati Diri Rakyat Sumbawa
Tradisi
Asa Tau Samawa Jati Diri Rakyat Sumbawa

Dalam ekosistem pacuan, ada anak‚Äďanak tangguh yang sedari kecil disatukan jiwanya dengan kuda.

Update Terkini Kasus Corona di Jakarta Senin (6/7)
Indonesia
Update Terkini Kasus Corona di Jakarta Senin (6/7)

Kemudian sampai dengan hari ini ada 493 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 3.340 orang melakukan isolasi mandiri di rumah.

Lagi, Tiongkok Tutup Pasar Ikan Setelah Ditemukan Kasus Baru Corona
Dunia
Lagi, Tiongkok Tutup Pasar Ikan Setelah Ditemukan Kasus Baru Corona

Dalian Kaiyang merupakan perusahaan berskala besar yang mengintegrasikan proses, penelitian, pengembangan, penjualan, penyimpanan, dan ekspor-impor ikan.

Ketua BPK Jadi Saksi Meringankan di Sidang Kasus Suap Rizal Djalil
Indonesia
Ketua BPK Jadi Saksi Meringankan di Sidang Kasus Suap Rizal Djalil

Rizal didakwa menerima suap sebesar Rp 1,3 miliar

DPR Kecam Teror Diskusi UGM
Indonesia
DPR Kecam Teror Diskusi UGM

Herman mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat dan berdiskusi merupakan hak yang dijamin oleh UU selama memang tidak melanggar ketertiban sosial.