Vonis Benny Tjokro-Heru Hidayat Diyakini Akan Lebih Berat Dari Tuntutan Jaksa Direktur Utama PT Hanson International, Benny Tjokrosaputro saat membaca surat eksepsi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (10/6). Foto: MP/Ponco

Merahputih.com - Penanganan kasus megakorupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mulai memasuki tahap akhir, dengan dibacakannya vonis untuk dua orang terdakwa yaitu Direktur Utama PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro (Bentjok) dan Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk, Heru Hidayat, Senin (26/10/2020).

Politisi senior Partai NasDem Irma Chaniago meyakini, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat akan memberikan vonis yang berat, bahkan di atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Keyakinan ini didasarkan pada banyaknya bukti persidangan yang menunjukan bahwa kedua terdakwa ini merupakan tokoh utama dalam kasus megakorupsi Jiwasraya.

Baca Juga

Tito Dukung Sosialisasi UU Ciptaker Secara Transparan Agar Ada Amunisi Bersikap

“Yang tidak terkait langsung saja hukumannya berat, apalagi yang langsung (Benny-Heru) harus lebih berat dan harus di atas vonis itu. Kalau di bawah tuntutan tentu saja patut dipertanyakan dan dicurigai dong,” kata Irma dalam kepada wartawan, Senin (26/10).

Seperti yang diketahui, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung menuntut Bentjok dengan hukuman hidup kurungan badan dan ganti rugi Rp6.078.50.000.000. Sedangkan untuk Heru, diganjar hukuman kurungan badan seumur hidup dan ganti rugi senilai Rp 10.728.783.375.000.

Irma menegaskan, tuntutan JPU ini perlu dikawal publik, bahkan hingga hakim memberikan vonis. Hal ini ditujukan agar upaya pemiskinan terdakwa lewat ganti rugi benar-benar mampu menutup kerugian negara dari sisi investasi yang mencapai Rp 16,8 triliun.

“Aset mereka harus disita, masyarakat harus paham itu. Setelah penyitaan akan masuk kas negara dan lewat skema bail in bisa digunakan untuk membuat holding penyelamatan dana nasabah,” papar Irma.

Menyusul upaya penyitaan aset terdakwa, Irma mengatakan bahwa sudah semestinya jajaran Kejaksaan Agung terus menelusuri aset-aset milik terdakwa yang belum disita. Selain untuk memastikan pengembalian kerugian negara, katanya, penelusuran aset juga harus dilakukan demi membuktikan bahwasannya aset yang disita ialah milik terdakwa dan tidak memiliki hubungan dengan kasus lain.

IIni lantaran di dalam upaya penyitaan aset terdakwa, terdapat desakan dari sejumlah oknum yang mengatakan bahwa aset terdakwa yang disita adalah milik WanaArtha Life.

“Jika mereka tidak terima harusnya, mereka bisa kasih bukti dong, kalau itu bukan aset terdakwa. Dan nasabah pun jangan mau digerakan untuk nuntut ke PN. Ittu beda jalur,” tegas Irma.

Baca Juga

Eks Anggota DPRD Sumut yang Dijebloskan ke Penjara Bertambah

Terkait aset Bentjok yang ada di WanaArtha, ia pun berkeyakinan bahwa Kejaksaan telah menelaah dan berhitung ketika menyita aset para terdakwa yang terbukti masuk dalam tindak pidana korupsi dan pencucian uang di kasus Jiwasraya.

“Harapan saya WanaArtha jangan mengganggu proses hukum dengan informasi yang katanya-katanya. Kasih fakta hukum dong,” tutup Irma. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ini 51 Kepala Daerah yang Didamprat Tito Gegara Langgar Aturan COVID-19
Indonesia
Ini 51 Kepala Daerah yang Didamprat Tito Gegara Langgar Aturan COVID-19

Bentuk pelanggaran yang dilakukan kepala daerah dan wakil kepala daerah bermacam-macam, mulai dari melanggar kode etik, pelanggaran pembagian Bansos.

Belasan Buku Jihad Berbagai Judul Diamankan di Indekos Terduga Teroris Solo
Indonesia
Belasan Buku Jihad Berbagai Judul Diamankan di Indekos Terduga Teroris Solo

Penggeledahan hanya berlangsung selama 30 menit

Ekonom UGM Minta Defisit Likuiditas Jiwasraya Harus Segera Diselesaikan
Indonesia
Ekonom UGM Minta Defisit Likuiditas Jiwasraya Harus Segera Diselesaikan

Jiwasraya saat ini berusaha menjual produk JS Saving Plan yang bersifat investasi

Diberi Maaf, Pengunggah Foto Maruf Amin dengan "Kakek Sugiono" Sulit Lolos dari Jeratan Hukum
Indonesia
Diberi Maaf, Pengunggah Foto Maruf Amin dengan "Kakek Sugiono" Sulit Lolos dari Jeratan Hukum

Penyidik terus melanjutkan perkara dugaan penghinaan terhadap Wapres Maruf Amin.

Bobol Bank DKI, Oknum Satpol PP Raup hingga Rp18 Miliar
Indonesia
Bobol Bank DKI, Oknum Satpol PP Raup hingga Rp18 Miliar

Para tersangka pembobolan ATM Bank DKI mengambil uang dalam jumlah yang berbeda-beda.

Medsos 'Giring' Warga Sesaki Planetarium Amati Gerhana Matahari Cincin
Indonesia
Medsos 'Giring' Warga Sesaki Planetarium Amati Gerhana Matahari Cincin

Di Jakarta dan daerah-daerah lain di Jawa, gerhana matahari yang dapat dilihat adalah parsial atau sebagian

KPK Periksa Petinggi Partai Berkarya Terkait Korupsi Kemenag
Indonesia
KPK Periksa Petinggi Partai Berkarya Terkait Korupsi Kemenag

Saksi akan diperiksa untuk tersangka USM

 MUI Imbau Masyarakat Tak Menolak Pemakaman Jenazah COVID-19
Indonesia
MUI Imbau Masyarakat Tak Menolak Pemakaman Jenazah COVID-19

“Jadi kalau kita melihat hadist, diterangkan bahwa jika ada di antara kalian yang meninggal, jangan kalian menahan-nahan, dan segerakanlah dia itu dikuburkan di tempat pemakamannya,” ujar Aiyubi.

Jokowi Terlanjur Sewa Pesawat, KTT ASEAN Ditunda
Indonesia
Jokowi Terlanjur Sewa Pesawat, KTT ASEAN Ditunda

Menurut dia, penundaan KTT tersebut dikarenakan adanya wabah virus corona

Lima Suku Anak Dalam Jadi Anggota TNI-AD, Ikut Pendidikan Tamtama
Indonesia
Lima Suku Anak Dalam Jadi Anggota TNI-AD, Ikut Pendidikan Tamtama

Faktor kekhususan calon prajurit dari pulau terluar atau Suku Anak Dalam ini juga menjadi atensi