Virus Nipah yang Mengancam Asia dan Pencegahan Pandemi Selanjutnya (Virus Nipah. (Foto: 123RF/Syahrir Maulana)

TINGKAT kematian virus Nipah mencapai 75 persen dan belum ada vaksinnya. Sementara dunia berfokus pada COVID-19, para ilmuwan bekerja keras untuk memastikan itu tidak menyebabkan pandemi berikutnya.

Salah satunya adalah Supaporn Wacharapluesadee, pakar virus yang bekerja seperti virus hunter di Pusat Ilmu Kesehatan Penyakit Menular Palang Merah Thailand di Bangkok. Selama 10 tahun terakhir, dia telah menjadi bagian dari Predict, organisasi dunia yang mengupayakan deteksi dan pencegahan penyakit yang dapat berpindah dari hewan ke manusia. Salah satunya sering disebut sebagai penyakit zoonosis yang juga merupakan jenis penyakit COVID-19.

Dia tidak sendirian dalam kekhawatirannya. Setiap tahun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meninjau daftar besar patogen yang dapat menyebabkan keadaan darurat kesehatan masyarakat untuk memutuskan bagaimana memprioritaskan dana penelitian dan pengembangan. Mereka berfokus pada penyakit yang memiliki risiko terbesar bagi kesehatan manusia, yang memiliki potensi epidemi, dan yang belum ada vaksinnya.

Baca juga:

Chinese Horshoes Bats, Kelelawar yang Diduga Penyebab Menyebarnya Virus Corona

Virus Nipah ada di 10 besar daftar tersebut. Dan, dengan sejumlah wabah yang sudah terjadi di Asia, sepertinya kita belum melihat yang terakhir.

Ada beberapa alasan mengapa virus Nipah begitu berbahaya. Masa inkubasi penyakit yang lama (dilaporkan selama 45 hari, dalam satu kasus) berarti ada banyak kesempatan bagi inang yang terinfeksi, bahkan tidak sadar mereka sakit, untuk menularkannya.

Virus ini lebih berbahaya dari COVID-19. (Foto: Pixabay/Geralt)
Virus ini lebih berbahaya dari COVID-19. (Foto: Pixabay/Geralt)

Virus ini juga dapat menginfeksi berbagai macam hewan, sehingga kemungkinan penyebarannya lebih luas. Selain itu, bisa tertular baik melalui kontak langsung atau dengan mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Meskipun demikian, fokus utama yang diamati adalah penularan dari kelelawar.

Seseorang dengan virus Nipah mungkin mengalami gejala pernapasan termasuk batuk, sakit tenggorokan, sakit dan kelelahan, dan ensefalitis, pembengkakan pada otak yang dapat menyebabkan kejang dan kematian. Lengkap sudah syaratnya sebagai penyakit yang ingin dicegah oleh WHO agar tidak menyebar.

Wacharapluesadee bekerjasama dengan Veasna Duong, kepala unit virologi di laboratorium penelitian ilmiah Institut Pasteur di Phnom Penh, Kamboja. Ia meneliti pasar setempat yang memiliki pohon besar dengan kelelawar tinggal di dahan-dahannya. Timnya mengedukasi para pedagang tentang bahaya kelelawar yang tinggal di pohon besar tersebut.

Baca juga:

Fakta-Fakta Penting Tentang Vaksin COVID-19

Dari 2013 hingga 2016, Duong dan timnya meluncurkan program pelacakan GPS untuk lebih memahami tentang kelelawar buah dan virus Nipah, serta membandingkan aktivitas kelelawar Kamboja dengan kelelawar di wilayah hotspot lainnya.

Dua di antaranya adalah Bangladesh dan India. Kedua negara pernah mengalami wabah virus Nipah di masa lalu. Di 11 wabah berbeda Nipah di Bangladesh dari 2001 hingga 2011, 196 orang terdeteksi memiliki Nipah - 150 meninggal.

Pencegahan Pandemi Selanjutnya

Saat ini masih dilakukan penelitian untuk virus Nipah. (Foto: 123RF/Kateryna Kon)
Saat ini masih dilakukan penelitian untuk virus Nipah. (Foto: 123RF/Kateryna Kon)

Menghindari kelelawar mungkin sederhana pada satu titik dalam sejarah manusia, tetapi seiring dengan bertambahnya populasi, manusia mengubah planet ini dan menghancurkan habitat liar untuk memenuhi permintaan sumber daya yang semakin meningkat. Melakukannya akan meningkatkan penyebaran penyakit.

"Penyebaran patogen [zoonosis] ini dan risiko penularan dipercepat dengan perubahan penggunaan lahan seperti penggundulan hutan, urbanisasi, dan intensifikasi pertanian," tulis penulis Rebekah J White dan Orly Razgour dalam ulasan University of Exeter 2020 tentang penyakit zoonosis yang muncul.

Enam puluh persen populasi dunia sudah tinggal di kawasan Asia dan Pasifik, dan urbanisasi yang pesat masih berlangsung. Menurut Bank Dunia, hampir 200 juta orang pindah ke daerah perkotaan di Asia Timur antara tahun 2000 dan 2010.

Baca Juga:

Kisah Inspiratif Survivor Kasus 01 COVID-19 Sita Tyasutami Menghadapi Perundungan

Perusakan habitat kelelawar telah menyebabkan infeksi Nipah di masa lalu. Pada tahun 1998, wabah virus Nipah di Malaysia menewaskan lebih dari 100 orang. Para peneliti menyimpulkan bahwa kebakaran hutan dan kekeringan lokal telah mengusir kelelawar dari habitat aslinya dan memaksa mereka menuju pohon buah yang tumbuh di peternakan yang sama dengan babi. Di bawah tekanan, kelelawar terbukti melepaskan lebih banyak virus.

Kombinasi antara dipaksa untuk pindah dan berada dalam kontak dekat dengan spesies yang biasanya tidak berinteraksi dengan mereka memungkinkan virus untuk melompat dari kelelawar ke babi, dan seterusnya ke peternak.

Sementara itu, Asia adalah rumah bagi hampir 15 persen hutan tropis dunia, tapi kawasan ini juga menjadi hotspot deforestasi. Benua ini termasuk yang tertinggi di dunia untuk kehilangan keanekaragaman hayati. Sebagian besar disebabkan oleh perusakan hutan menjadi perkebunan untuk produk seperti minyak sawit, tetapi juga untuk menciptakan area pemukiman dan ruang untuk ternak.

Virus ini juga bermulai dari hewan. (Foto: 123RF/Evgeny Gromov)
Virus ini juga bermulai dari hewan. (Foto: 123RF/Evgeny Gromov)

Kelelawar buah cenderung hidup di kawasan hutan lebat dengan banyak pohon buah-buahan untuk mereka makan. Ketika habitat mereka dihancurkan atau dirusak, mereka menemukan solusi baru, Seperti bertengger di sebuah rumah, atau menara Angkor Wat yang dibuat-buat.

"Perusakan habitat kelelawar dan gangguan manusia melalui perburuan mendorong rubah terbang untuk mencari tempat bertengger alternatif," kata Duong seperti diberitakan bbc.com (13/1).

Kemungkinan kelelawar yang telah dipantau oleh tim Duong melakukan perjalanan hingga 100 km per malam untuk buah-buahan melakukannya karena habitat alami mereka sudah tidak ada lagi.

Haruskah kita membasmi kelelawar saja? Tidak, kecuali kita ingin memperburuk keadaan, kata Tracey Goldstein, direktur institut di Laboratorium One Health Institute dan direktur lab Proyek Prediktik. "Kelelawar memainkan peran ekologis yang sangat penting," kata Goldstein.

Mereka menyerbuki lebih dari 500 spesies tanaman. Mereka juga membantu mengendalikan serangga, serta memainkan peran yang sangat penting dalam pengendalian penyakit pada manusia dengan, misalnya, mengurangi malaria dengan memakan nyamuk, demikian menurut Goldstein.

Dia juga menunjukkan bahwa pemusnahan kelelawar telah terbukti merugikan dari perspektif penyakit. "Apa yang dilakukan populasi hewan saat manusia mengurangi jumlahnya adalah memiliki lebih banyak bayi. Itu malah akan membuat [manusia] lebih rentan. Dengan membunuh hewan, kamu meningkatkan risiko, karena kamu juga meningkatkan jumlah hewan yang menyebarkan virus," dia menjelaskan.

Duong dan Wacharapluesadee berharap dapat terus berkolaborasi untuk memerangi virus Nipah di Asia Tenggara, dan pasangan tersebut telah menyusun proposal untuk pengawasan virus Nipah di wilayah tersebut bersama-sama. Mereka berencana untuk menyerahkannya ke Defense Threat Reduction Agency, sebuah organisasi pemerintah AS yang mendanai pekerjaan yang bertujuan mengurangi ancaman yang ditimbulkan oleh agen penyakit menular, setelah krisis COVID-19 mereda. (Aru)

Baca juga:

'Hantaman' Pandemi COVID-19 Tak Menyurutkan Daya Beli Konsumen Indonesia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PS5 Berlapis Emas Buka Pre-Order, Harga Mulai Rp 139 Jutaan
ShowBiz
PS5 Berlapis Emas Buka Pre-Order, Harga Mulai Rp 139 Jutaan

Pre-order ini akan dibuka mulai Kamis (10/9) oleh peritel mewah yang berbasis di London, Truly Exquisite.

#DiRumahAja, Yuk Kejar Berkah Ramadan dengan Tabungan Bank Syariah
Fun
#DiRumahAja, Yuk Kejar Berkah Ramadan dengan Tabungan Bank Syariah

Apakah bisa membuka rekening bank syariah dari rumah?

Trik Mengenakan Kalung Bertumpuk
Fashion
Trik Mengenakan Kalung Bertumpuk

Metode tumpuk-tumpuk bukan hanya ada di busana saja.

6 Manfaat Luluran Bagi Tubuh
Fun
6 Manfaat Luluran Bagi Tubuh

Banyak manfaat yang membuat perempuan menyukai luluran.

Setelah Captain Marvel, Black Widow Jadi Film Feminis Berikutnya dari Marvel?
ShowBiz
Setelah Captain Marvel, Black Widow Jadi Film Feminis Berikutnya dari Marvel?

Isu feminisme juga diselipkan di berbagai media, termasuk film.

Vincent D'Onofrio Siap Jadi Kingpin MCU
Fun
Vincent D'Onofrio Siap Jadi Kingpin MCU

Sosok Kingpin sudah melekat dalam diri aktor ini.

IHCDC 2020 Ajak Profesional SDM Hadapi Tantangan di New Normal
Fun
IHCDC 2020 Ajak Profesional SDM Hadapi Tantangan di New Normal

IHCDC 2020 di Jakarta berperan sebagai wadah penting bagi para profesional SDM dari berbagai industri di Indonesia.

Mengapa Pen Perlu Kembali Dicabut Setelah Operasi Patah Tulang?
Hiburan & Gaya Hidup
Mengapa Pen Perlu Kembali Dicabut Setelah Operasi Patah Tulang?

Penggunaan pen pada patah tulang tidak membantu tulang untuk sembuh lebih cepat. melainkan sebagai penyanggah.

Gara-gara Virus Corona, Syuting Mission Impossible: 7 Ditunda
ShowBiz
Gara-gara Virus Corona, Syuting Mission Impossible: 7 Ditunda

Pengumuman ini dikeluarkan Paramount pada Senin waktu setempat (24/2)

Pikat Hati si Dia Berdasarkan Zodiak (1)
Fun
Pikat Hati si Dia Berdasarkan Zodiak (1)

Kenali sosok seperti apa yang mereka inginkan.