Virus COVID-19 Bermutasi, WNI Dari Luar Negeri Wajib Isolasi 5 Hari Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito (Foto: Satgas COVID19).

MerahPutih.com - Munculnya varian baru dari virus Sars-Cov2 di South Wales Inggris, serta ditemukanya kasus di Singapura, diharapkan jangan sampai memperparah perkembangan penanganan COVID-19 di Indonesia.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyatakan, Satgas Pengamanan COVID-19 telah turut menyempurnakan regulasi pelaku perjalanan dengan melakukan adendum Surat Edaran No. 3 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

"Khususnya memperketat kedatangan pelaku perjalanan dari Inggris, Eropa dan Australia. Karena ditemukannya varian baru, maka berpotensi terdistribusi ke negara lain," ujarnya di Gedung BNPB, Kamis (24/12).

Baca Juga:

Dua Hari Jelang Libur Natal, 356 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta

Ia memaparkan, dalam surat edaran itu mengatur beberapa tahapan bagi warga negara asing (WNA) maupun Warga Negara Indonesia (WNI) dari negara asing. Khusus WNA dari Inggris, baik secara langsung maupun transit di negara asing, tidak dapat memasuki wilayah Indonesia untuk sementara waktu.

Dan bagi WNA dari wilayah Eropa dan Australia, baik secara langsung dan transit harus menunjukkan hasil tes negatif RT-PCR yang dikeluarkan fasilitas kesehatan di negara asal yang berlaku maksimal 2x24 jam sebelum tanggal jam keberangkatan.

Sedangkan bagi WNI yang datang dari negara Eropa dan Australia baik secara langsung maupun transit di negara asing, juga harus menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang berlaku maksimal 2x24 jam sebelum jam keberangkatan.

Sementara untuk ketentuan kedatangan WNA dari negara lain, juga sudah diatur dalam Surat Edaran No. 3 Tahun 2020. Untuk tahapan selanjutnya, bagi WNA atau WNI yang lolos pemeriksaan awal, harus melakukan tes ulang RT-PCR pertama.

"Jika hasilnya positif, maka harus menjalani perawatan lanjutan. Dan jika hasilnya negatif, maka pendatang harus melakukan tahapan lanjutan yaitu isolasi selama 5 hari (sejak tanggal kedatangan)," jelasnya.

Wiku menegaskan, bagi WNA atau WNI negatif Covid-19 dan telah menjalani isolasi selama 5 hari, maka akan dilakukan tes ulang RT-PCR tahap 2. Pertimbangan tes ulang ini, adalah median waktu inkubasi virus Covid-19 yaitu selama 5 hari. Apabila hasil tes kedua itu negatif, maka pelaku perjalanan akan diperbolehkan memasuki Indonesia.

Bandara
Bandara Bali. (Foto: Angkasa Pura I).

Namun, apabila hasil tes kedua positif Covid-19, maka harus melakukan perawatan lanjutan. Untuk biaya perawatan ini, Wiku menyebut bagi WNI ditanggung pemerintah Indonesia. Sedangkan WNA akan bersifat mandiri atau berbayar.

"Pada prinsipnya, peraturan ini dibentuk untuk membatasi mobilitas, yang dapat meningkatkan peluang Penularan sekaligus tanggap terhadap fenomena mutasi virus di beberapa negara di dunia," terang Wiku.

Pemerintah, tegas Wiku, berkomitmen melakukan surveilans perubahan genetika varian baru virus Sars-Cov2 serta sebarannya secara nasional dan global. Pemerintah pun berusaha keras untuk mencegah masuknya varian baru virus tersebut untuk melindungi keselamatan dan kesehatan warga negara Indonesia dari kemunculan imported case.

Saat ini, sejumlah negara di Eropa dan Australia melaporkan telah mengidentifikasi virus serupa yang dinamakan Sars-Cov-2-VUI2020-12/01. (Asp)

Baca Juga:

9.760 Penumpang Kereta Api Berangkat di Libur Natal

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PKB Timang Raffi Ahmad dan Agnes Monica di Pilgub DKI
Indonesia
PKB Timang Raffi Ahmad dan Agnes Monica di Pilgub DKI

PKB juga sudah mengantongi sejumlah nama-nama dari internal

Kementerian Agama Gelar Sidang Isbat Awal Bulan Syawal pada 11 Mei
Indonesia
Kementerian Agama Gelar Sidang Isbat Awal Bulan Syawal pada 11 Mei

Sidang isbat untuk menentukan kapan 1 Syawal 1442 yang masuk akhir Ramadan atau Hari Raya Lebaran.

Di Depan Mahasiswa UI, Kapolri Sindir Pihak yang Belum 'Move On' dari Pilpres
Indonesia
Di Depan Mahasiswa UI, Kapolri Sindir Pihak yang Belum 'Move On' dari Pilpres

Ia mengajak Alumni UI untuk melihat peluang bonus demografi di Indonesia

Gempa 6,0 Magnitudo Guncang Australia
Indonesia
Gempa 6,0 Magnitudo Guncang Australia

Gempa bermagnitudo 6,0 terjadi di dekat Melbourne, Australia pada Rabu (22/9).

Wagub DKI Ingatkan Anak Buahnya Jangan Sembarangan Beri SIKM ke Pemudik
Indonesia
Wagub DKI Ingatkan Anak Buahnya Jangan Sembarangan Beri SIKM ke Pemudik

"Terkait SIKM juga sudah dikeluarkan, kami minta dapat diberikan orang tertentu saja," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (5/5)

Tak Terima Istrinya Meninggal COVID-19, Warga Boyolali Ancam Nakes RSUD Ngipang
Indonesia
Tak Terima Istrinya Meninggal COVID-19, Warga Boyolali Ancam Nakes RSUD Ngipang

Sorang warga Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah berinisial J mengancam akan membunuh tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Ngipang, Solo.

Luncuran Awan Panas Gunung Semeru Mirip Kejadian 26 Tahun Lalu
Indonesia
Luncuran Awan Panas Gunung Semeru Mirip Kejadian 26 Tahun Lalu

Guguran awan panas gunung yang memiliki tipe strato ini mirip kejadian pada 26 tahun lalu.

Begini Nasib Korban Runtuhnya Atap Mal Margo City
Indonesia
Begini Nasib Korban Runtuhnya Atap Mal Margo City

Atap yang ambruk menimpa Mal Margo City, Depok, Jawa Barat, pada Sabtu (21/8). Empat orang dilaporkan terluka akibat kejadian ini.

AHY Diserang Hoaks, Keluarga Fokus Pengobatan SBY Ketimbang Langkah Hukum
Indonesia
AHY Diserang Hoaks, Keluarga Fokus Pengobatan SBY Ketimbang Langkah Hukum

Unggahan warganet tersebut adalah fitnah terhadap keluarga SBY yang sangat tidak bermoral.

Demokrat Minta Menkumham Taat UU Partai Saat Proses Administrasi Kubu Moeldoko
Indonesia
Demokrat Minta Menkumham Taat UU Partai Saat Proses Administrasi Kubu Moeldoko

Menkumham Yasonna Laoly diyakini bakal memutuskan perkara ini dengan objektif dan adil.