hiburan-gaya-hidup-singlepost-banner-1
Virus Corona Tak Pengaruhi Produksi Perangkat Samsung di Indonesia Galaxy S10 (Foto:notebookcheck)
hiburan-gaya-hidup-singlepost-banner-2
hiburan-gaya-hidup-mobile-singlepost-banner-7

KEMUNCULAN virus corona yang bermula di Provinsi Wuhan, Tiongkok memang membuat banyak sektor terganggu, termasuk sektor industri. Beberapa perusahaan menerapkan kebijakan untuk mengantisipasi masalah virus corona yang terus menyebar.

Namun, Samsung Electronics Indonesia mengatakan produksi perangkat Samsung untuk pasar Indonesia tak terpengaruh oleh wabah corona. Hal tersebut karena mereka sudah menyiapkan stok terutama untuk Galaxy S20 Series.

“Kami sudah antisipasi, kami sudah siapkan semuanya," ucap Samsung Mobile Product Manager Samsung Electronics Indonesia, Verry Octavianus Wijaya, seperti dilansir Antaranews.com, Rabu (12/2).

Baca juga:

Samsung Bakal Kurangi Jumlah Perwakilannya di MWC 2020

Samsung Galaxy S20 Ultra resmi dirilis di San Francisco, Selasa (11/2), atau Rabu dini hari (12/2). (ANTARA/Arindra Meodia)
Samsung Galaxy S20 Ultra resmi dirilis di San Francisco, Selasa (11/2), atau Rabu dini hari (12/2). (ANTARA/Arindra Meodia)

Verry menolak menyebutkan komponen apa saja yang diproduksi di Tiongkok. Namun ia mengatakan kalau prapemesanan perangkat Galaxy terbaru yaitu Galaxy S20, Galaxy S20+, Galaxy S20 dan Galaxy Z Flip sudah aman.

“Jadi, untuk perangkat S20, S20 Plus dan S20 Ultra tidak ada masalah, jadi tidak perlu khawatir virus sana-sini, kita fokus ke pre-order,” tuturnya.

Ketersediaan perangkat untuk seri lain juga dinyatakan aman oleh Verry. Ia kembali menegaskan kalau virus corona tak mempengaruhi stok untuk jenis lain dari merek Samsung. "Kami sudah perhitungkan untuk stok di 2020 ini,” ujar dia.

Baca juga:

Fitur Pesaing AirDrop Akan Hadir di Samsung Galaxy S20

Samsung mengaku memiliki stok (Foto: streetwisdom)
Samsung mengaku memiliki stok untuk pasar Indonesia (Foto: streetwisdom)

Sementara itu, Lembaga riset pasar TrendForce, Senin (10/2), memperkirakan produksi ponsel pintar menurun sebayak 12 persen, lantaran virus corona menjadi 275 juta unit. Hal tersebut salah satunya karena tertundanya pengoperasian pabrik dan ketidakpastian jumlah karyawan yang kembali bekerja.

Diantara enam venpon ponsel pintar, Samsung berada di posisi teratas yang mengalami penurunan produksi. Perkiraan awal memproduksi 71,5 juta ponsel pintar di kuartal pertama. Namun turun 3 persen dari perkiraan tersebut.

Hanya saja, Samsung diproyeksikan merasakan paling sedikit dampak virus corona dibandingkan produsen lain. Ini karena perusahaan teknologi asal Korea Selatan memiliki basis produksi utama di Vietnam.

Baca Juga:

Akhirnya WhatsApp Hadirkan Dark Mode di Android, Tapi...


hiburan-gaya-hidup-mobile-singlepost-banner-3
Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

hiburan-gaya-hidup-singlepost-banner-4
hiburan-gaya-hidup-singlepost-banner-5