Virus Corona Mulai Makan Banyak Korban, Pengamat Nilai Jokowi Terlena Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan pers terkait penangangan COVID-19 di Istana Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/3/2020). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/pras.

MerahPutih.com - Pengamat politik Boni Hargens menilai pemerintah Presiden Joko Widodo terlena cukup lama merespons sebaran virus corona.

Menurut Boni, pemerintah seakan tak menyadari bahwa Indonesia rawan dijangkiti virus asal Wuhan, Tiongkok itu.

Baca Juga:

Anggota DPRD DKI Diduga Terpapar Virus Corona Saat Kunker Luar Kota

“Kita harus jujur bahwa kita terlena cukup lama karena Indonesia negara tropis yang cukup sulit dimasuki oleh virus yang hidupnya di udara itu,” ujar Boni di Jakarta Selatan, Senin (16/3).

Boni juga mengkritisi kesiapan teknis pemerintah. Dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan jajarannya untuk mendeteksi korban atau yang mempunyai potensi menjadi korban.

“Dengan detektor suhu itu tidak cukup,” tegasnya.

Mobil ambulan tiba di depan ruang isolasi Pinere, Rumah Sakit Umum Persahabatan, Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (12/3/2020). (ANTARA/Andi Firdaus).
Mobil ambulan tiba di depan ruang isolasi Pinere, Rumah Sakit Umum Persahabatan, Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (12/3/2020). (ANTARA/Andi Firdaus)

Boni pun meminta Menteri Kesehatan supaya harus lebih banyak berdialog dengan negara-negara lain yang sudah menangani kasus covid-19. Hal tersebut, kata Boni, supaya bisa melakukan kerja sama teknologi dalam mengobati para korban.

“Yang jelas sekarang corona sudah menjadi isu nasional dan beban besar bagi pemerintahan Jokowi. Kita mendukung langkah-langkah politik yang diambil pemerintahan Jokowi ke depan,” katanya.

Boni tak sependapat apabila Indonesia disamakan dengan eropa dalam menangani covid-19 tersebut. Indonesia agak spesifik dalam penanganannya sebab tidak memiliki kesamaan secara geografis dengan negara eropa daratan.

“Penyadaran kepada masyarakat, sosialisasi itu sangat penting. Kemudian juga penyediaan sarana kesehatan harus betul-betul ditingkatkan,” katanya.

Boni menjelaskan, daripada melakukan lockdown, lebih baik pemerintah meningkatkan deteksi.

“Orang-orang itu harus diperiksa supaya bisa dideteksi efek kelanjutan penyebaran virus,” tutup Direktur Lembaga Pemilih Indonesia ini.

Baca Juga:

Jack Ma Sumbang Satu Juta Masker dan 'Test Kit' Virus Corona Untuk AS

Hingga Senin (16/3) siang, pemerintah Indonesia telah mengumumkan 117 kasus positif virus corona. Pengumuman itu disampaikan Juru Bicara Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto pada Minggu (15/3)

"Per hari ini dari lab yang saya terima pagi ya, hari ini kita dapatkan 21 kasus baru, di mana 19 di antaranya di Jakarta, 2 di Jawa Tengah," kata Juru Bicara Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto seperti dikutip dari laman Kementerian Kesehatan.

Yuri mengatakan, penambahan kasus di Jakarta merupakan hasil penelusuran terhadap kontak dari kasus sebelumnya.

Sementara itu, jumlah pasien yang meninggal karena corona ada lima orang. Yuri mengatakan, kelima pasien memiliki penyakit pendahulu lain sebelum positif corona.

Dari 117 orang yang positif Covid-19, delapan di antaranya sudah dinyatakan sembuh. (Knu)

Baca Juga:

Hindari Virus Corona, Nike Tutup Beberapa Gerai di Dunia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Per Jumat (11/12), Penambahan Kasus COVID-19 Ibu Kota Capai 1.232 Jiwa
Indonesia
Per Jumat (11/12), Penambahan Kasus COVID-19 Ibu Kota Capai 1.232 Jiwa

Dengan positivity rate 9,2 persen, penambahan kasus positif hari ini sebanyak 1.232 jiwa.

Pemerintah Diminta Segera Terbitkan Aturan Pelaksanaan Perppu 1/2020
Indonesia
Pemerintah Diminta Segera Terbitkan Aturan Pelaksanaan Perppu 1/2020

Perppu tersebut disambut baik dan diapresiasi

Pinangki Segera Duduk di Kursi Pesakitan, Ini Sederet Pasal yang Didakwakan Kepadanya
Indonesia
Pinangki Segera Duduk di Kursi Pesakitan, Ini Sederet Pasal yang Didakwakan Kepadanya

Pelimpahan berkas perkara tersebut dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan

Kritik YLBHI Atas 100 Hari Jokowi-Ma’ruf di Bidang Demokrasi dan Hukum
Indonesia
Kritik YLBHI Atas 100 Hari Jokowi-Ma’ruf di Bidang Demokrasi dan Hukum

Pemerintah juga disebut melakukan pembungkaman kebebasan sipil

Terungkap, Ini Sosok Pemilik Senjata Tajam Tergeletak di Gerbang Tol Slipi
Indonesia
Terungkap, Ini Sosok Pemilik Senjata Tajam Tergeletak di Gerbang Tol Slipi

Kasus ini sempat ramai di media sosial karena disebut netizen mantan napi asimilasi yang hendak mencuri uang di pintu tol yang tak ada petugasnya.

PB IDI Kritik Masyarakat yang Salahgunakan Penggunaan Masker
Indonesia
PB IDI Kritik Masyarakat yang Salahgunakan Penggunaan Masker

Disarankan untuk menambah lebih banyak laboratorium untuk tes

Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Kontrol Langsung Kampung Tangguh
Indonesia
Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Kontrol Langsung Kampung Tangguh

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dan Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman kembali melanjutkan aktivitas dengan berkantor di polsek.

CFD Dibuka Lagi Pekan Depan, Anies: Pedagang Dilarang Jualan
Indonesia
CFD Dibuka Lagi Pekan Depan, Anies: Pedagang Dilarang Jualan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melarang keras masyarakat yang berjualan di CFD, karena berpotensi menimbulkan kerumunan.