Viral Video Oknum Letkol vs Kolonel TNI AU Berkelahi Hingga Berdarah, Nih Penjelasannya Salah satu perwira TNI AU yang berkelahi hingga berdarah. (youtube)

MerahPutih.com - Netizen lagi-lagi mendapat disuguhi tontonan yang memalukan terkait perilaku anggota TNI. Kali ini video pertengkaran antara pamen TNI AU di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta menjadi viral di media sosial. Parahnya pertarungan fisik hingga menyebabkan luka-luka itu dilakukan oleh dua perwira menengah matra udara. Mereka yang berseteru berpangkat kolonel dan letkol.

Tampak dalam video yang beredar itu, Letkol kes drg Siswanto sedang memegangi gagang pintu bersama perwira yang lainnya. Hidung Siswanto bersimbah darah.

Dengan napas terengah-engah dia berusaha menahan agar pintu yang dipegangnya tak terbuka. Sebab, di ruangan di balik itu ada Kolonel Lek Andi Herwanto. Ya, informasinya kedua perwira inilah yang baru saja berseteru. Keduanya masih tampak emosi, namun Siswanto menahan agar Andi tak keluar ruangan.

Terdengar suara perempuan yang juga sedang emosi. “Anda ini pamen (perwira menengah),” dengan nada kesal seolah memperingatkan perwira itu.

Menanggapi kejadian itu, Kepala Dinas Penerangan AU Marsekal Pertama TNU Jemi Trisonjaya mengeluarkan pernyataan resmi.

“Telah terjadi kesalahpahaman antara dua orang pamen TNI yang perpangkat letkol dan kolonel di Lembaga Kesehatan Gigi dan Mulut (Lakesgilut) Lanud Halim Perdanakusuma, Jumat (11/8),” kata Jemi.

Dia menerangkan, kejadian ini bermua saat adanya kegiatan pembinaan rutin di lingkungan Lakesgilut. Saat itu, Siswanto memberikan teguran terhadap drg Lini yang merupakan bawahannya.

Nah, merasa tak terima, Lini melapor ke suaminya yang tak lain adalah Kolonel Andi.

Mendapat keluhan dari sang istri, Andi langsung mendatangi kantor Lakesgilut dan menemui Siswanto. Siswanto pun menjelaskan tentang teguran dan arahan yang dia berikan untuk Lini. “Pertemuan yang awalnya berupa diskusi berubah menjadi tegang hingga terjadi kesalahpahaman,” lanjut Jemi.

Soal darah yang mengucur dari hidung Siswanto, Jemi mengatakan bahwa itu disebabkan terbentur kepala Andi secara tidak sengaja. “Berita yang beredar bahwa itu karena pumukulan, tidak benar,” ujarnya.

Karena tak ingin kesalahpahaman berlanjut, Siswanto segera keluar ruangan dan mengunci Andi di dalam ruangan. Tujuannya agar ketegangan tidak semakin tinggi dan memberikan kesempatan agar emosi mereka menurun.

“Kejadian yang berawal dari kesalahpahaman itu sudah reda. Keduanya sudah didamaikan oleh Pomau Lanud Halim. Mereka saling memaafkan,” kata Jemi. (*)


Tags Artikel Ini

Thomas Kukuh

YOU MAY ALSO LIKE