Viral Video Hujatan Pada Risma, Pendukung Maafkan Pelaku Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. (Foto: MP/Budi Lentera)

MerahPutih.com - Adanya video viral yang menampilkan sejumlah massa mengalunkan nyanyian "Hancurkan Risma", Jumat (27/11), membuat pro dan kontra di warga Surabaya.

Video yang diduga menampilkan puluhan massa pendukung pasangan Machfud-Mujiaman yang meneriakan yel-yel menghujat Wali kota Risma, dibalas dengan dukungan aksi kepada Risma.

Kordinator Aksi yang mendukung Risma, Renny Anjani saat berorasi menilai, hanya orang-orang yang tidak beretika mau menghancurkan wanita dan tidak melihat hasil buah karya wali kota perempuan pertama di Surabaya membangun Kota Pahlawan.

Baca Juga:

Penghina Walkot Risma Ditangkap, Pengamat: Kalau Dekat dengan Penguasa Pasti Aman

"Kami masyarakat Surabaya dengan ketulusan hati menikmati buah karya pembangunannya. Ya Bu Risma! Wanita tangguh itu membangun Surabaya tak hanya memasang badannya. Namun Jiwa Surabaya dibangun dengan hatinya pula," tegas Anjani.

Menurut Anjani, mereka tidak sadar yang dihujat itu seorang ibu yang memimpin Surabaya dengan bijaksana.

"Lisanmu menunjukkan ketidakpantasanmu sebagai warga kota yang bermartabat! Bu Risma itu ibumu, juga ibuku, ibu kita semua warga Surabaya yang hendak kalian hancurkan," lanjut Anjani.

Para pendukung Risma saat aksi. (Foto: MP/Andika)
Para pendukung Risma saat aksi. (Foto: MP/Andika)

Ia menambahkan, saat ini sudah tidak zamannya lagi premanisme. Untuk itu, ia berharap agar para oknum itu berhenti menghujat dan menghina Wali Kota Risma.

"Kita emak-emak Suroboyo memaafkanmu. Sebab lahir dari seorang ibu. Jadilah manusia yang bermartabat," lantang Anjani. (Andika Eldon/Surabaya)

Baca Juga:

Bersujud di Depan Dokter se-Surabaya, Risma: Saya tak Pantas Jadi Wali Kota

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Belasan Terduga Teroris di Jatim Diduga Kelompok Jemaah Islamiyah
Indonesia
Akhir Pekan Ini Mal di Bandung Diprediksi Dibanjiri Pengunjung
Indonesia
Akhir Pekan Ini Mal di Bandung Diprediksi Dibanjiri Pengunjung

"Kita ingatkan lagi di saat nanti terjadi pelanggaran sesuai regulasi maka konsekuensinya itu ditutup,” kata Ema Sumarna.

Pertimbangan Hakim Vonis 2 Terdakwa Penyerang Novel di Atas Tuntutan Jaksa
Indonesia
Pertimbangan Hakim Vonis 2 Terdakwa Penyerang Novel di Atas Tuntutan Jaksa

Ketua Majelis Hakim Djuyamto mengatakan, keduanya divonis 2 tahun dan 1,6 tahun penjara.

Dipindahkan ke Wisma JIC, 151 Nakes Ditugaskan Urus COVID-19 di Jakut
Indonesia
Dipindahkan ke Wisma JIC, 151 Nakes Ditugaskan Urus COVID-19 di Jakut

Pemprov DKI Jakarta memindahkan 151 tenaga kesehatan berstatus dari hotel tempat mereka menginap ke lokasi isolasi terkendali COVID-19 tanpa gejala di Wisma Jakarta Islamic Centre (JIC), Jakarta Utara.

Kasus Proyek Fiktif, Lima Bekas Petinggi Waskita Karya Dituntut 6-9 Tahun Penjara
Indonesia
Kasus Proyek Fiktif, Lima Bekas Petinggi Waskita Karya Dituntut 6-9 Tahun Penjara

KPK menuntut agar majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menghukum lima bekas petinggi PT Waskita Karya karena telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

Pimpinan Daerah Mulai Pecat Kader Partai Demokrat Pro Moeldoko
Indonesia
Pimpinan Daerah Mulai Pecat Kader Partai Demokrat Pro Moeldoko

Paling tidak, ada tujuh kader Partai Demokrat Kalbar yang mengikuti KLB yang menjadikan Moeldoko Ketum Partai.

Update Kasus Corona DKI Senin (9/11): 112.743 Positif, 102.844 Orang Sembuh
Indonesia
Update Kasus Corona DKI Senin (9/11): 112.743 Positif, 102.844 Orang Sembuh

Dengan positivity rate 9,3 persen, penambahan kasus positif hari ini sebanyak 539 jiwa.

Kalangan Ahli Perdebatkan Penyebab Kematian Maradona
Dunia
Kalangan Ahli Perdebatkan Penyebab Kematian Maradona

Sebanyak 20 ahli memulai perdebatan tentang penyebab kematian ikon sepak bola Argentina Diego Maradona.

BPK Apresiasi KPK Bongkar Kasus Suap Bansos COVID-19
Indonesia
BPK Apresiasi KPK Bongkar Kasus Suap Bansos COVID-19

Proses penegakan hukum yang dilakukan KPK perlu didukung sebagai bagian perjuangan menghadapi pandemi COVID-19.