Viral Video Diduga Jaksa Kasus Rizieq Terima Suap, Begini Klarifikasi kejagung Sidang Rizieq Shihab. (Foto: Tangkapan Layar)

Merahputih.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) membantah sebuah rekaman video viral soal pengakuan jaksa yang disuap.

Dalam rekaman video yang viral di media sosial itu disertakan narasi bahwa jaksa tersebut adalah salah satu yang menangani kasus Rizieq Shihab yang kini sedang disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

"Itu bukan merupakan pengakuan Jaksa yang menerima suap kasus sidang Rizieq Shihab," ujar Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangannya, Senin (22/3).

Baca Juga:

Jumlah Personel Pengamanan Sidang Rizieq Tergantung Tingkat Potensi Ancaman dan Kerawanan

Dia menegaskan video pengakuan jaksa tersebut terjadi pada 2016 silam hasil dari operasi tim Saber Pungli institusi tersebut.

Yakni penangkapan oknum Jaksa AF di Jawa Timur tersebut terkait dengan pemberian suap dalam penanganan perkara Tindak Pidana Korupsi Penjualan Tanah Kas Desa di Desa Kali Mok Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep Jawa Timur.

Adapun pejabat yang memberi penjelasan soal penangkapan AF tersebut, dijelaskan Leonard, adalah jaksa Yulianto yang kala itu Kepala Sub Direktorat Tindak Pidana Korupsi pada Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus.

Rizieq Shihab. (Foto: Antara)
Rizieq Shihab. (Foto: Antara)

Oleh karena itu narasi dalam rekaman video yang viral tersebut, kata Leonard, bisa dikategorikan kabar palsu alias hoaks. Pihaknya pun meminta tak lagi menyebar rekaman video dengan narasi hoaks tersebut.

Atas penyebaran konten hoaks lewat media sosial, Leonard mengingatkan akan ancaman Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik khususnya pasal 45A ayat (1).

"Kami juga meminta agar masyarakat tidak membuat berita atau video atau informasi yang tidak benar kebenarannya dan menyebar-luaskannya kepada masyarakat melalui jaringan media sosial yang ada," ujar Leonard.

Baca Juga:

Hakim PN Jaksel Tanyakan Polisi Alasan Dua Kali Mangkir Sidang Rizieq

Sebagai informasi, Rizieq kini sedang menjadi pesakitan sebagai terdakwa dalam tiga perkara yang tengah disidangkan di PN Jaktim.

Tiga perkara itu adalah kasus kerumunan Petamburan, kerumunan Megamendung, dan kebohongan atas hasil tes swab risiko COVID-19 di RS Ummi Bogor. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Silvany Pasaribu Patahkan Argumen PM Vanuatu, PDIP: Counter Attacknya Patut Diacungi Jempol
Indonesia
Silvany Pasaribu Patahkan Argumen PM Vanuatu, PDIP: Counter Attacknya Patut Diacungi Jempol

Indonesia memiliki tanggung jawab sejarah untuk memerjuangkan kepentingan nasional Indonesia

[HOAKS atau FAKTA]: Tak Pakai Masker, Warga di Jalan Fatmawati Dihukum Masuk ke Peti Mati
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Tak Pakai Masker, Warga di Jalan Fatmawati Dihukum Masuk ke Peti Mati

Sekumpulan orang lengkap menggunakan APD dengan narasi yang menyebutkan sanksi tidak mengenakan masker akan dihukum selama lima menit di dalam peti mati.

Warga Tangsel Diminta Lebih Disiplin jika Ingin Penyebaran Corona Turun
Indonesia
Warga Tangsel Diminta Lebih Disiplin jika Ingin Penyebaran Corona Turun

"Itu karena dilakukan patroli keliling. Kalau disiplin naik COVID-19 turun, hukumnya pasti demikian, kalau disiplin turun corona naik," jelas Benyamin.

Pegawainya Positif COVID-19, Kantor LPSK Lockdown Lima Hari
Indonesia
Pegawainya Positif COVID-19, Kantor LPSK Lockdown Lima Hari

Kantor LPSK akan kembali beroperasi dan dibuka untuk umum pada hari Senin, 14 September 2020.

Tiktokan di Jembatan Suramadu, Tiga Emak-Emak Digelandang Polisi
Indonesia
Tiktokan di Jembatan Suramadu, Tiga Emak-Emak Digelandang Polisi

Ketiga wanita i tudigelandang polisi lalu lintas menuju Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Aliansi BEM SI Sebut Pemerintah Bohong soal UU Cipta Kerja
Indonesia
Aliansi BEM SI Sebut Pemerintah Bohong soal UU Cipta Kerja

"Pemerintah lah yang menciptakan kebohongan serta membuat disinformasi yang sesungguhnya di mata publik, karena masyarakat tidak diberikan ruang untuk mengakses informasi mengenai UU Cipta Kerja yang telah disahkan," jelasnya.

[HOAKS atau FAKTA]: Gelang Power Balance Ternyata Mampu Cegah Tertular COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Gelang Power Balance Ternyata Mampu Cegah Tertular COVID-19

Sebuah akun Twitter bernama @Ammarah_07 mengunggah foto gelang Power Balance dengan menambahkan keterangan bahwa hanya gelang itu dapat menyelamatkan kita dari virus corona.

SKB 3 Menteri soal Seragam Sekolah Dinilai Tidak Mencerminkan Pendidikan
Indonesia
SKB 3 Menteri soal Seragam Sekolah Dinilai Tidak Mencerminkan Pendidikan

Direktur Eksekutif IHM KH. M Muhammad Yusron Ash-Shidqi meminta agar Surat keputusan bersama (SKB) 3 Menteri dicabut karena dinilai tidak mencerminkan pendidikan.

Rizieq Shihab Tak Hadiri Sidang Perdana Praperadilan
Indonesia
Rizieq Shihab Tak Hadiri Sidang Perdana Praperadilan

Rizieq Shihab disebut tidak akan menghadiri sidang perdana praperadilan penetapan tersangka kasus kerumunan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Ini Tanggapan PP Muhammadiyah Soal Wacana Penerapan PPN Pendidikan
Indonesia
Ini Tanggapan PP Muhammadiyah Soal Wacana Penerapan PPN Pendidikan

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menentang rencana pemerintah mengenakan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk bidang pendidikan.