Viral! Anak-anak Wamena Main Ayunan "Termahal" di Dunia Anak-anak Wamena sedang main ayun-ayunan dengan baling-baling helikopter. (Screenshot Twitter)

MerahPutih.com - Di dunia mungkin inilah mainan yang paling mahal atau ayunan termahal di dunia. Bocah-bocah di Wamena, Papua, terkenal gara-gara video viral mereka sedang main ayunan di baling-baling helikopter.

Tidak diketahui di mana lokasi tepatnya. Disebutkan oleh orang yang mengambil gambar bahwa mereka adalah anak-anak Wamena. Video salah satunya viral melalui media sosial Twitter.

Akun @murtadhaone mengungah sebuah video pada Sabtu (3/2) ada tiga anak Papua sedang bermain di ujung baling-baling helikopter. Video itu juga diunggah oleh Juru Bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho. "Bahagianya anak-anak Papua saat bermain. Mereka pemberani. Apa ada mainan seperti ini di tempat lain?," kata Sutopo lewat Twitter.

Seorang anak tengah berjongkok di ujung sementara temannya menarik dari bawah supaya berayun naik-turun. Tanpa rasa takut, anak itu naik turun seperti mau terlempar ke atas.

Anak lainnya bermain sendiri di baling-baling sebelahnya. Dia mencoba menekan ke bawah ujung baling supaya berayun.

"Siapa yang mau lawan anak-anak Papua. Main ayunan saja pakai baling-baling helikopter. Andalan. Di Jawa main pakai papan, di Papua pakai baling-baling helikopter. Papua ko dilawan," kata seorang dengan logat Papua sambil mengarahkan kamera ke anak-anak yang sedang main ayunan.

"Ade kam dua bahaya. Kam dua anak-anak yang termasuk paling bahagia di Indonesia sekali. Main ayunan pakai ini, baling-baling helikopter. Ayunan yang paling mahal di muka bumi ini sudah yang ada di Wamen," katanya disusul tawa bahagia melihat tingkah anak-anak Wamena. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polisi Duga Lemahnya Kontrol Perusahaan Akibatkan Bus Sriwijaya Kecelakaan
Indonesia
Polisi Duga Lemahnya Kontrol Perusahaan Akibatkan Bus Sriwijaya Kecelakaan

Polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara

Kivlan Zen Tuding Polisi dan Wiranto Rekayasa Kasusnya
Indonesia
Kivlan Zen Tuding Polisi dan Wiranto Rekayasa Kasusnya

"Pokoknya saya tidak bersalah, semua rekayasa polisi sama Wiranto," kata Kivlan

BEM SI Nyatakan Mosi tidak Percaya kepada Pemerintah dan DPR
Indonesia
BEM SI Nyatakan Mosi tidak Percaya kepada Pemerintah dan DPR

“Maka dalam kesempatan ini, kami Aliansi BEM Se-Indonesia menyatakan mosi tidak percaya kepada pemerintah dan seluruh wakil rakyat Indonesia,” tutupnya.

Besok Anies Rapat dengan Menteri Airlangga Bahas Penutupan Perkantoran
Indonesia
Besok Anies Rapat dengan Menteri Airlangga Bahas Penutupan Perkantoran

Anies bersama Airlangga Hartarto akan menggelar rapat pada Sabtu (12/9) besok

2 Kader PDIP Solo Daftar Bakal Calon Wakil Wali Kota Solo, Pendamping Gibran?
Indonesia
2 Kader PDIP Solo Daftar Bakal Calon Wakil Wali Kota Solo, Pendamping Gibran?

"Bakal calon yang tidak bisa mendaftar di DPC karena sudah ditutup bisa mendaftar lewat DPD PDIP Jawa Tengah," kata dia.

Indonesia Butuh Pemerataan Pembangunan Infrastruktur
Indonesia
Indonesia Butuh Pemerataan Pembangunan Infrastruktur

Laporan World Economic Forum pada 2019, posisi daya saing infrastruktur Indonesia terhadap negara-negara di Asia berada pada peringkat 72 dari 140 negara dalam penilaian index daya saing infrastruktur.

Pemerintah Diminta Siapkan Upaya Darurat Jika Covid-19 Merajalela
Indonesia
Pemerintah Diminta Siapkan Upaya Darurat Jika Covid-19 Merajalela

Mengungkap data itu perlu sebagai suatu langkah kewaspadaan

Karier Jubir Pemerintah Kasus Corona dr Yurianto, Dokter Militer yang Lupa Rumah
Indonesia
Karier Jubir Pemerintah Kasus Corona dr Yurianto, Dokter Militer yang Lupa Rumah

Yurianto memulai karier militernya sebagai Perwira Utama Kesehatan Daerah Militer V Brawijaya pada 1987

Ternyata Ini Kunci Sukses Penanganan COVID-19 di Selandia Baru
Indonesia
Ternyata Ini Kunci Sukses Penanganan COVID-19 di Selandia Baru

Masyarakat di sana sudah terbiasa dengan ujian-ujian.

Wakil Ketua Komisi V DPR Tanggapi Dugaan Korupsi Jiwasraya
Indonesia
Wakil Ketua Komisi V DPR Tanggapi Dugaan Korupsi Jiwasraya

"Semua permasalahan pasti ada solusinya. Termasuk masalah Jiwasraya juga ada solusinya dengan cara menarik investor melalui proses privatisasi," ujar Aria