Viral! Seorang Pria Mencoba Rutin Makan Makanan Kedaluwarsa, Ini yang Terjadi Padanya! Seorang pria bereksperimen dengan makanan kadaluarsa (Foto: readerdigest)

BELAKANGAN ini tengah viral di media sosial tentang seorang pria yang memakan makanan kedaluwarsa selama setahun. Hal tersebut dilakukan untuk membuktikan tanggal kedaluwarsa tak ada hubungannya dengan keamanan.

Seorang pria asal Maryland bernama Scott Nash, berusaha meningkatkan kesadaran tentang sifat tanggal kedaluwarsa yang membingungkan pada produk. Dirinya pun selama setahun penuh memakan makanan kedaluwarsa dan menceritakan ksiah itu.

Scott Nash mendapat ide eksperimennya yang tak biasa itu dimulai dari tiga tahun lalu. Disaat dia melakukan sesuatu yang sebagian besar dari kita bahkan tidak akan mempertimbangkannya.

Scott Nash berkesperimen soal tanggal kedaluwarsa (foto: thebusinessjournals)

Selama percobaan itu, setahun Scott Nash dan keluarganya makan apapun seperti tortilla yang sudah setahun lewat dari tanggal kadaluarsa, yogurt yang sudah lewat delapan bulan tanggal kedaluwarsa, daging yang beberapa minggu melewati tanggal kedaluwarsa.

Selain itu dia juga menggunakan mentega yang sudah berjamur, usai dibiarkan berbulan-bulan di lemari es, dia gunakan semuanya untuk memasa. dan semuanya baik-baik saja.

Dalam penelitiannya Scott Nash menyadari ada makanan yang memang buruk tapi ada juga yang masih bagus (foto: readerdigest)

Kendati demikian, Nash mengakui jika beberapa makanan memang memburuk dan harus dibuang, tapi ada cara yang lebih baik untuk diceritakan, daripada memeriksa tanggal kadaluarsa pada kemasan.

Jika sesuatu terlihat berbau atau rasanya aneh, kamu mungkin tak boleh memakannya. Tapi beberapa orang menderita sesuatu yang disebut oleh Nash sebagai 'gangguan kecemasan konsumen'. yang membuat mereka membuang produk yang sangat baik hanya tanggal yang sewenang-wenang.

"Beberapa barang rusak, dan itu sah, dan beberapa barang benar-benar memburuk. Tapi sebagian besar makanan dibuang karena tanggal yang sewenang-wenang dan membingungkan ini" ucap pengusaha asal Maryland, Amerika Serikat itu.

Dalam blognya, Scott pun memberikan contoh tanggal kadaluarsa paradoksal pada produk-produk seperti garam berusia 250 jtua tahun, yang diduga kadaluarsa pada tahun 2020. Selain itu ada juga makanan kaleng, botolan, tisu bayi, pasta gigi dll yang seharusnya masih baik selama beberapa dekade, tapi memiliki tanggal kedaluwarsa yang pendek.

Dia juga memperingatkan pembaca soal 'rencana keusangan', yang merupakan strategi yang digunakan perusahaan untuk mendorong konsumen membuang produk yang sangat baik. Hingga mereka membeli yang baru.

"Sudah begitu tak terkendali, itu membuat saya bertanya-tanya soal integritas produsen, mereka seperti memberikan 'tamparan' pada tanggal kadaluarsa. 'keusangan terencana' oleh perusahaan dan seluruh industri adalah nyata. Disaat kami membuang produk, korporasi mendapat untung" tulisnya.

Menariknya, FDA, peneliti dan industri manufaktur bahana makanan, umumnya sepakat bahwa label paket-tanggal yang lebih jelas, guna membantu mengurangi limbah makanan. Tapi seperti yang dilansir dari laman odditycentral, saat ini tak ada Undang-Undang federal yang mengatur tanggal kedaluwarsa, hingga produsen bisa mencap apapun yang mereka ingingkan. (Ryn)

Kredit : raden_yusuf

Tags Artikel Ini

Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH