Rayakan Ulang Tahun Tak Bersama Keluarga, Dianggap Melanggar Hukum? Kok Bisa?  Rayakan ulang tahun di tempat umum tanpa keluarga, Negara ini akan ganjar hukuman warganya (Foto: pixabay/nastya_Gepp)

HARI kelahiran seseorang, merupakan hari dimulainya kehidupan diluar rahim. Biasanya, di hari ulang tahun, ada beberapa kebudayaan untuk memperingatinya.

Kebanyakan perayaan ulang tahun digelar dengan mengadakan pesta bersama keluarga maupun teman-teman terdekat. Selain pesta, biasanya para keluarga maupun sahabat memberikan hadiah kepada orang yang tengah berulang tahun.

Perayaan ulang tahun, umumnya digelar di rumah, pusat keramaian atau tempat-tempat umum. Hal itu mungkin terdengar suatu hal yang biasa di berbagai negara. Tapi tidak di Republik Demokrasi Tajikistan.

Karena di Tajikistan, merayakan ulang tahun di luar rumah keluarga dianggap ilegal atau sebuah pelanggaran yang berat.

1. Perayaan ulang tahun di tempat umum dilarang keras

Di Negara ini dilarang keras merayakan ulang tahun ditempat umum (Foto: pixabay/allebonini)

Belum lama ini terdapat sebuah kasus yang menimpa bintang pop Tajik Firusa Khafizova. Artis tersebut didenda sebesar USD$530 atau sekitar Rp7,4 juta, karena merayakan ulang tahunnya di perusahaan rekannya, yang berada diluar rumahnya.

Hal itu pun sontak menarik perhatian, karena dinilai melanggaran Undang-Undang di Tajikistan. Karena menurut peraturan tradisi di Republik Tajikistan. Dimana perayaan ulang tahun dimana pun kecuali dalam privasi lingkungan kelaurga, sangat dilarang.

Para pelanggarnya pun akan dikenakan denda besar. Hal itu mungkin terdengar sangat aneh. Namun hukum di negara itu harus tetap ditegakkan. Tapi harus didasari dengan adanya bukti foto dan video tersangka yang melanggar.

Dalam kasus Khafizova, Jaksa menggunakan video yang diunggah ke instagram untuk mengusut kasus mereka. Karena di video itu terdapat bukti jika Khafizova, tengah berpesta dengan teman-temannya disebuah restoran. Bahkan dia naik keatas panggung bersama teman-temannya.

Hal itu jelas melanggar pasal 8 peraturan Tajikistan tentang tradisi, perayaan dan bea cukai. Dia harus membayar sekitar USD$530 untuk kesalahannya.

2. Banyak warganet protes atas undang-undang 'aneh' tersebut

Banyak warga yang protes terhadap peraturan yang dinilai 'aneh' tersebut (foto: pixabay/vilandrra)

Saat viralnya kasus Khafizova, para warganet menyatakan ketidaksukaannya tentang undang-undang yang dianggap 'aneh' tersebut. Mereka menyebutnya sebagai campur tangan negara dalam kehidupan pribadi warganya.

Namun para jaksa justru membela pembatasan-pembatasan yang dianggap 'aneh' itu. Para Jaksa mengatakan jika peraturan itu demi kebaikan masyarakat umum.

Selain itu para jaksa melihat, pelanggaran perayaan ulang tahun ditempat umum. Bisa mendorong warga untuk membelanjakan uang mereka, untuk kebutuhan mereka, bukan untuk pesta ulang tahun mewah yang tak perlu.

Hal itu dianggap sebagai cara untuk meringankan hutang yang yang dikumpulkan sejumlah orang karena melakukan perayaan yang berlebihan.

3. Peraturan yang ada sejak tahun 2007

Ternyata peraturan itu sudah ada sejak lama (Foto: pixabay/bridgesward)

Peraturan tradisi dan Bea Cukai di REpublik Tajikistan itu, telah diperkenalkan 2007 dan diperluas pada tahun 2017. Saat ini, peraturan itu memungkinkan negara untuk memberlakukan batasan ketat, pada jumlah tamu yang diizikan di pernikahan, pemakaman, pembaptisan dan ulang tahun. Serta durasi perayaan tersebut juga diatur oelh negara.

Terkait peraturan tersebut, pendukung Hak Asasi Manusia di Tajikistan, mengklaim bahwa itu adalah alat bagi pihak berwenang. Untuk campur tangan dalam kehidupan pribadi masyarakat dan membatasi hak-hak serta kebebasan mereka.

Kasus serupa dengan Khafizova sendiri rupanya bukan yang pertama kali. Pada tahun 2015 lalu, seorang pria di denda sekitar USD$630 atau sekitar Rp8,8 jtua saat itu. Setelah pria teresbut mengunggah foto dirinya disebuah kafe dengan kue ulang tahun, di media sosial facebooknya.

Seperti yang dilansir dari laman odditycentral, menurut dokumen dari pengadilan tertinggi Tajikistan. 648 orang telah didedan karena melanggar undang-undang tersebut di tahun 2018. Sementara total dendan yang telah dikenakan berjumlah USD$325.000 atau sekitar Rp4,5 miliar. (ryn)

Baca juga yuk artikel menarik yang lainnya Viral! Seorang Miliarder Beli Gunung Seharga Rp200 Miliar Lebih

Kredit : raden_yusuf

Tags Artikel Ini

Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH