Viral Polantas Diduga Minta Nomor Wanita yang Ditilang, Ini Respons Dirlantas Polda Metro Ilustrasi: Petugas memberhentikan pengendara yang melanggar aturan ganjil-genap di Jalan Sudirman, Jumat (13/8). ANTARA/Sihol Hasugian

Merahputih.com - Perempuan berinisial RNA (27) mengalami kejadian kurang mengenakkan setelah hampir ditilang polisi karena menerobos lampu merah di Tangerang. RNA mengaku dimintai nomor handphone oleh polisi yang menyetopnya hingga diberondong chat dan telepon mulai dini hari sampai siang hari.

Kejadian itu ia posting di akun Twitter dan viral di media sosial. RNA pun kemudian dimintai klarifikasi oleh pihak kepolisian terkait kejadian itu.

RNA menjelaskan dirinya disetop oknum polisi berinisial FA karena melanggar rambu lalu lintas di Cipondoh, Tangerang. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (19/9) sekitar pukul 02.00 WIB.

Baca Juga

[Hoaks atau Fakta]: Belum Bayar Pajak, Polisi Tidak Bisa Tilang Pengendara

"(Ditilang) jam 02.00 WIB, dari Jakarta mau ke Tangerang, mau pulang. Tiba-tiba ditilang karena memang saya menerobos lampu merah," ujar RNA di Polres Metro Tangerang Kota, Kamis (30/9).

Menurut RNA, saat itu polisi sedang melakukan razia lalu lintas. FA sendiri bertugas mencatat tilang. RNA menjelaskan secara singkat urutan peristiwa saat dirinya dimintai nomor handphone. Awalnya RNA ditanya-tanya habis dari mana.

"Jam 2 malam ditilang, dimintai keterangan, surat, dimintai nomor telepon. Jam 03.00 WIB di-chat, 03.30 WIB ditelepon, di-chat lagi, siangnya di-chat dan ditelepon," tuturnya.

RNA mendapatkan notifikasi WhatsApp yang masuk setiba di kosan sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu ia belum membuka WhatsApp tersebut dan mencari tahu nomor penelepon dari aplikasi Get Contact.

Ilustrasi tilang kendaraan. Foto: Istimewa

Dari aplikasi Get Contact itu, RNA mengetahui si penelepon adalah polisi berinisial FA. Ia semakin yakin bahwa itu adalah FA setelah membuka chat dari FA.

Menanggapi hal itu, Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengarahkan kepada seluruh jajarannya termasuk aparat polantas (Polisi Lalu Lintas) untuk bekerja secara profesional.

"Laksanakan tugas secara profesional," tegas Sambodo saat dikonfirmasi, Kamis (30/9).

Ia mengimbau agar jajarannya tetap menghargai seluruh elemen masyarakat ketika bertugas dan mematuhi kode etik profesi dalam kepolisian yang telah ditetapkan sebelumnya.

Imbauan tersebut merupakan bentuk tindak lanjut adanya laporan masyarakat. "Hormati masyarakat, hargai harkat dan martabat wanita. Pisahkan antara urusan pribadi dan kedinasan. Patuhi kode etik profesi yang telah digariskan," Sambodo mengingatkan.

Baca Juga

Jumlah Pelanggar Tilang Elektronik Turun Drastis

Menurut Sambodo, hingga kini pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait laporan-laporan yang ada.

"Saat ini sedang diperiksa oleh Propam Polres Metro Tangerang Kota, untuk kemudian ditindak agar tidak terjadi berulang," pungkas Sambodo. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Apresiasi Pemerintah Terapkan PPKM Darurat, Puan: Ini Jawaban dari Masukan Berbagai Pihak
Indonesia
Apresiasi Pemerintah Terapkan PPKM Darurat, Puan: Ini Jawaban dari Masukan Berbagai Pihak

Keberhasilannya sangat ditentukan oleh partisipasi masyarakat

Donny Priambodo Ingin Jadikan Orari Mendunia
Indonesia
Donny Priambodo Ingin Jadikan Orari Mendunia

Jebolan University of Liverpool Inggris ini mengusung visi untuk menjadikan Orari berkelas dunia, modern, dan melayani anggota dan masyarakat dengan cepat dan tepat.

ICW Kritik Deputi Penindakan KPK Sebut Tak Butuh Keterangan Antam Novambar
Indonesia
ICW Kritik Deputi Penindakan KPK Sebut Tak Butuh Keterangan Antam Novambar

Pernyataan jenderal bintang dua itu bertolak belakang dengan pernyataan Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, beberapa waktu lalu.

Tak Marah Meski Sering Dicaci Maki, Alasan Relawan Deklarasi Dukungan Pada Anies
Indonesia
Tak Marah Meski Sering Dicaci Maki, Alasan Relawan Deklarasi Dukungan Pada Anies

Deklarasi ini didasari oleh kepemimpinan Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta yang dinilai mampu menjaga indeks demokrasi.

2 Panglima Daerah di Papua Pimpin Langsung Seleksi Calon Taruna TNI
Indonesia
2 Panglima Daerah di Papua Pimpin Langsung Seleksi Calon Taruna TNI

Dengan seleksi yang bagus dan profesional maka akan mendapatkan calon perwira TNI yang berkualitas sehingga menepis stigma buruk yang menganggap bahwa untuk menjadi seorang prajurit TNI membutuhkan biaya.

Berkeliaran di Jakarta, 900 PMKS DIciduk Satpol PP Jelang Ramadan
Indonesia
Berkeliaran di Jakarta, 900 PMKS DIciduk Satpol PP Jelang Ramadan

Satpol PP juga bekerjasama dengan Dinas Kesehatan

Kapolri Anugerahkan Bintang Bhayangkara Utama untuk Tjahjo Kumolo dan Sofyan Djalil
Indonesia
Kapolri Anugerahkan Bintang Bhayangkara Utama untuk Tjahjo Kumolo dan Sofyan Djalil

"Pemberian penganugerahan ini merupakan tanda kehormatan dan respek Polri terhadap kedua kementerian," kata Idham Azis

Vaksin AstraZeneca Dihentikan, Wagub DKI: Kita Ikuti Aturan Pempus
Indonesia
Vaksin AstraZeneca Dihentikan, Wagub DKI: Kita Ikuti Aturan Pempus

Pemprov DKI Jakarta mengaku mengikuti keputusan pemerintah pusat (pempus) yang menghentikan vaksin COVID-19 AstraZeneca batch (kumpulan produksi) CTMAV547.

KPPI Bahas RUU Pemilu di Rekernas II
Indonesia
KPPI Bahas RUU Pemilu di Rekernas II

Ketua Umum DPP KPPI, Dwi Septiawati Djapar mengatakan, akan memanfaatkan momentum rakernas untuk mensosialisasi dan mengedukasi keterwakilan perempuan dalam kancah politik nasional.

Satgas COVID-19 Klaim Pemudik Tahun Ini Hanya 2 Juta Orang
Indonesia
Satgas COVID-19 Klaim Pemudik Tahun Ini Hanya 2 Juta Orang

Sebab, menjaga jarak dan menghindari kerumunan paling sulit dilakukan ketika terjadi mobilitas secara masif