Viral Ojol Ditangkap setelah Antar Pesanan Miras, Kapolresta Bantah Tetapkan Tersangka Kapolresta Surakarta Kombes Ade Safri Simanjuntak. (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Viral di media sosial seorang driver ojek online (ojol) di Solo ditangkap tim Sparta Polresta Solo, saat mengantar pesanan yang ternyata berisi minuman keras jenis anggur.

Bahkan unggahan itu menyebut, driver ojol itu dijadikan sebagai tersangka. Kasus itu bermula saat driver ojol mendapatkan pesanan untuk mengantar barang pada Jumat (11/6), sekira pukul 12.33 WIB.

Setelah membayar pesanan sebesar Rp 375.000, kata unggahan tersebut, driver langsung menghubungi penerima. Driver ojol itu kemudian memberitahu pemesan akan segera mengantar pesanan.

Baca Juga:

Ojol Berkerumun Beli Menu Baru BTS, McDonald's Stasiun Gambir Disegel

"Saya mendapat orderan Go-Shop dengan pesanan tertera di aplikasi dan nota tertulis 'Madu Anggur' dengan packing kardus dan dilakban rapat. Dari penjual di aplikasi bernama 'Goblin'," Demikian cuplikan postingan tersebut dihimpun MerahPutih.com, Senin (14/6).

Kemudian sang driver ojol mengantarkan barang dan menunggu di pintu sisi barat Terminal Tirtonadi, seperti yang tertera dalam keterangan di aplikasinya. Namun, setelah sampai di lokasi, sang pemesan justru tidak mau membayarnya.

"Bahkan saya disuruh menunggu dengan alasan bahwa pesanannya masih ada yang kurang. Tak lama kemudian, datang tim Sparta Polresta yang kemudian membawanya dan seorang driver ojol lainnya ke Mapolresta Surakarta," ucap dia.

Polresta Surakarta mengamankan miras hasil operasi pekat. (MP/Ismail)
Polresta Surakarta mengamankan miras hasil operasi pekat. (MP/Ismail)

Dikonfirmasi, Kapolresta Surakarta Kombes Ade Safri Simanjuntak membenarkan adanya kejadian itu.

Dari hasil pendalaman dan penyelidikan yang dilakukan petugas, didapatkan fakta bahwa driver ojek online tersebut hanya dalam kapasitas sebagai jasa kurir pengantar pesanan pembelinya sehingga kapasitas dalam peristiwa tersebut adalah saksi.

"Jadi bukan tersangka. Driver ojek online tersebut langsung dipulangkan. Kami berikan Surat Tanda Bukti Penerimaan Barang Bukti untuk disita petugas," Ade, Senin (14/6).

Baca Juga:

BTS Meals Bikin Ojol dan Layanan Makanan Online Serbu dan Berkerumun di McDonald’s

Polresta Surakarta, kata dia, saat ini sedang memburu penjual minuman beralkohol tersebut terkait dengan dokumen Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Minuman Beralkohol (MB) yang harus dimiliki oleh seorang penjual minuman beralkohol, karena dibatasi ruang lingkup lokasi atau tempat penjualannya.

"Kami memberikan uang tali asih sebesar Rp 375.000 yang dapat digunakan oleh driver ojek online tersebut untuk mengganti kerugiannya akibat peristiwa tersebut," kata dia.

Disinggung terkait adanya dugaan polisi yang menjebak ojol, Kapolresta membantahnya.

"Saya sudah klarifikasi, cukup. Orang yang tidak senang dengan polisi adalah jiwa penjahat," tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Dites Swab Dadakan, Pengemudi Ojol di Stasiun Sudirman Reaktif COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jokowi Perintahkan Bupati Ngerti Detail dan Monitor Vaksinasi COVID-19
Indonesia
Jokowi Perintahkan Bupati Ngerti Detail dan Monitor Vaksinasi COVID-19

Presiden mengarahkan agar vaksinasi didahulukan untuk mereka yang beraktivitas di tempat-tempat yang memiliki interaksi tinggi, seperti pasar, terminal dan sebagainya.

Polisi Masih Dalami Motif Brigjen Prasetijo Bantu Pelarian Djoko Tjandra
Indonesia
Polisi Masih Dalami Motif Brigjen Prasetijo Bantu Pelarian Djoko Tjandra

"Mungkin dari situ akan ketahuan motifnya bagaimana. Mungkin motif pribadi, nanti penyidik yang akan mengungkap," ujarnya.

IDI Minta Pemerintah Berikan Vaksin Ketiga Bagi Nakes
Indonesia
IDI Minta Pemerintah Berikan Vaksin Ketiga Bagi Nakes

Wakil Ketua Umum PB IDI, Slamet Budiarto mengatakan permintaan ini bukan tanpa alasan. Pemberian vaksin bertujuan untuk melindungi keselamatan para nakes sebagai garda terdepan penanganan COVID-19.

Pelaporan Din Syamsuddin karena Tuduhan Radikal Dinilai Cerminan Buruk
Indonesia
Pelaporan Din Syamsuddin karena Tuduhan Radikal Dinilai Cerminan Buruk

Sejumlah pihak melaporkan Mantan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin ke KASN atas dugaan pelanggaran kode etik dan perilaku dengan tuduhan radikalisme.

Hari Pertama PPKM, DPR Kembali Bersidang
Indonesia
Hari Pertama PPKM, DPR Kembali Bersidang

Rapat paripurna yang akan digelar di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan itu dinyatakan tertutup, sehingga tak dapat diliput langsung oleh wartawan.

KPU Harus Simulasi Pelaksanaan Pilkada di Zona Merah COVID-19
Indonesia
KPU Harus Simulasi Pelaksanaan Pilkada di Zona Merah COVID-19

Pasangan calon kepala daerah yang melanggar protokol kesehatan COVID-19 harus diberi sanksi tegas, berupa diskualifikasi.

Keluarga Ungkap Penyebab Meninggalnya Saksi Penting Kasus Edhy Prabowo
Indonesia
Keluarga Ungkap Penyebab Meninggalnya Saksi Penting Kasus Edhy Prabowo

Perwakilan keluarga menjelaskan bahwa Deden meninggal pada Kamis (31/12) pukul 16.35 di Rumah Sakit Ciputra Tangerang setelah dirawat sejak 19 Desember 2020.

Bibit Siklon Tropis Ancam Sejumlah Wilayah di Tanah Air
Indonesia
Bibit Siklon Tropis Ancam Sejumlah Wilayah di Tanah Air

BMKG memonitor adanya bibit siklon tropis 94W yang mulai tumbuh di wilayah Samudera Pasifik sebelah utara Papua pada Senin (12/4).

Kasus COVID-19 Melonjak, Pemprov DIY Minta Tambahan 200 Nakes
Indonesia
Kasus COVID-19 Melonjak, Pemprov DIY Minta Tambahan 200 Nakes

penambahan nakes diperlukan untuk memaksimalkan penanganan pasien COVID-19 di sejumlah rumah sakit rujukan.

KPK Imbau Menteri dan Wamen Baru Segera Lapor Harta Kekayaannya
Indonesia
KPK Imbau Menteri dan Wamen Baru Segera Lapor Harta Kekayaannya

"Menteri dan Wakil Menteri adalah penyelenggara negara (PN) yang memiliki kewajiban untuk melaporkan kekayaannya," kata Plt Juru Bicara KPK, Ipi Maryati