Viral Bupati Budhi Sarwono Unggah Slip Gaji, Gubernur Ganjar Minta Kepala Daerah Bersabar Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. (MP/Asropih)

MerahPutih.Com - Pendapatan kepala daerah khususnya bupati di Provinsi Jawa Tengah kontan menjadi sorotan seusai viral unggahan slip gaji Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono beberapa waktu lalu. Ganjar Pranowo selaku Gubernur yang juga atasan langsung sang bupati langsung memberikan tanggapan.

Gubernur Ganjar meminta para kepala daerah dalam hal ini bupati dan wali kota di Jawa Tengah untuk bersabar atas besaran gaji yang diterima tiap bulan.

Baca Juga:

Peneliti: Ganjar Pranowo Lebih Besar Kansnya Dibandingkan Puan Maharani di Pilpres 2024

Lebih lanjut, politisi PDIP ini mengatakan bahwa seluruh bupati/wali kota bahkan gubernur sudah tahu proses apakah gaji kepala daerah akan naik atau tidak, karena hal itu sudah dibahas sejak lama oleh Presiden, Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri.

"Semua sudah dibahas, Kemendagri sudah menyusun itu. PP-nya sudah berujung, sebentar lagi selesai," ujar Ganjar di Semarang, Minggu (6/10).

Ganjar tanggapi viralnya Bupati Banjarnegara unggah slip gaji di media sosial
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (MP/Dery Ridwansah)

Ganjar membocorkan rencana kenaikan gaji kepala daerah kemungkinan akan diluncurkan setelah pelantikan Presiden-Wakil Presiden pada 20 Oktober 2019 dan Bupati Banjarnegara sudah mengetahui hal itu.

"Jadi itu (soal gaji kepala daerah, red) jangan diomongkan karena semua orang sudah tahu. Sebenarnya bupati sudah tahu, kan saat rapat di Istana Bogor, beliau juga hadir. Kalau memang tidak tahu, boleh bertanya pada saya, pada Kemendagri atau Presiden langsung," ujarnya.

Mantan anggota DPR ini menyebutkan bahwa persoalan gaji kepala daerah yang kecil sudah bukan rahasia lagi.

"Semua tahu, bahwa gaji kepala daerah ya cuma segitu, maka jangan rebutan. Kalau tidak mau gaji segitu, ya jangan jadi kepala daerah," katanya.

Kendati menyesalkan viralnya unggahan slip gaji Bupati Banjarnegara itu, Ganjar mengaku tidak akan memberikan teguran kepada yang bersangkutan.

"Tidak ada teguran, hanya saya sampaikan saja, sabar," ujarnya.

Disinggung tentang berapa idealnya gaji kepala daerah, Ganjar menerangkan hal itu sangat relatif, namun dari obrolan bersama bupati/wali kota se-Jateng muncul usulan angka yang diharapkan.

"Saat ada kasus OTT Kudus, saya tanya apa problemnya. Mereka menjawab bahwa pendapatan kurang, terus saya tanya kalau kurang berapa? Mereka mengusulkan Rp100 juta," katanya.

Baca Juga:

Pesan Tersirat BJ Habibie untuk Ganjar Pranowo

Menurut Ganjar Pranowo sebagaimana dilansir Antara, angka itu masuk akal meski hanya berdasarkan obrolan dan belum dilakukan riset khusus tentang berapa sebenarnya kebutuhan gaji kepala daerah dan dengan indikator tertentu.

"Namun menurut saya, angka Rp100 juta itu masuk akal. Sudah saya komunikasikan dengan Presiden, Kemenkeu dan Kemendagri. Sudah saya ajak ngomong cukup lama. Ini memang butuh proses panjang. Sekali lagi, sabar," ujarnya.

Seperti diwartakan, Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono ingin warga mengetahui pasti besaran gaji seorang bupati lewat unggahan slip gajinya pada bulan Oktober 2019 di media sosial.

"Dan harapan saya juga, mudah-mudahan Bapak Presiden juga melihat karena yang namanya bupati kalau protes dengan Presiden kan gak berani," katanya di Banjarnegara, Jawa Tengah.(*)

Baca Juga:

Ganjar Pranowo Sebut Masih Ada ASN yang Berpaham Radikal di Jawa Tengah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Akhir Pelarian Buron Kakap Djoko Tjandra
Indonesia
Akhir Pelarian Buron Kakap Djoko Tjandra

Keberadaan Djoko Tjandra ini, memuat kepolisian tercoreng,

Viral Penumpang KRL Lemas di Kalibata Dikira Corona, Ini Penjelasan PT KCI
Indonesia
Viral Penumpang KRL Lemas di Kalibata Dikira Corona, Ini Penjelasan PT KCI

Petugas pengamanan yang berada di Peron 1 Stasiun Duren Kalibata langsung membawa tandu

Indonesia Tutup Penerbangan ke Wuhan Tiongkok
Indonesia
Indonesia Tutup Penerbangan ke Wuhan Tiongkok

Ada dua maskapai penerbangan nasional yang memiliki rute penerbangan ke Kota Wuhan yaitu Sriwijaya Air dan Lion Air.

Pemilik Akun Twitter @podoradong Diciduk Gegara Sebut Omnibus Law Kesepakatan
Indonesia
Pemilik Akun Twitter @podoradong Diciduk Gegara Sebut Omnibus Law Kesepakatan

Polisi menangkap pemilik akun Twitter @podoradong terkait aksi menolak UU Cipta Kerja yang berujung ricuh.

Panlih Pastikan 2 Cawagub DKI Lolos Persyaratan Administrasi
Indonesia
Panlih Pastikan 2 Cawagub DKI Lolos Persyaratan Administrasi

"Dokumen administrasi dari bapak Riza Patria dari Gerindra, seluruhnya juga sudah memenuhi persyaratan," ungkap dia.

Demo PA 212 Picu Kemacetan Lalu Lintas, Polisi Lakukan Pengalihan Arus
Indonesia
Demo PA 212 Picu Kemacetan Lalu Lintas, Polisi Lakukan Pengalihan Arus

Masa aksi lain tetap melanjutkan orasi dengan dipandu oleh beberapa orator

Ketua MPR Anggap Tahap Awal Pilkada Serentak 2020 Mengkhawatirkan
Indonesia
Ketua MPR Anggap Tahap Awal Pilkada Serentak 2020 Mengkhawatirkan

Ratusan bakal calon kepala daerah diduga melanggar aturan karena membawa kerumunan massa saat proses pendaftaran.

[HOAKS atau FAKTA]: Gedung Kejagung Kebakaran, Semua Koruptor Bakal Diputihkan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Gedung Kejagung Kebakaran, Semua Koruptor Bakal Diputihkan

Faktanya, di artikel berita yang dibagikan, tidak terdapat pernyataan seperti yang ditulis di klaim. Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin memastikan, berkas penanganan perkara dan para tahanan aman dari kebakaran.

146 Prajurit di Secapa TNI AD Sembuh dari COVID-19
Indonesia
146 Prajurit di Secapa TNI AD Sembuh dari COVID-19

Dia menambahkan dari jumlah 690 orang yang tersisa, 12 di antaranya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit TNI AD Dustira, Bandung.

Purnomo Ditolak Mundur PDIP Solo, Gibran: Kompetitor Adalah Teman dan Saudara
Indonesia
Purnomo Ditolak Mundur PDIP Solo, Gibran: Kompetitor Adalah Teman dan Saudara

Gibran menegaskan tidak mempermasalahkan lawannya itu tetap maju di Pilwakot Solo.