Video Makanan MBG Dibagikan Pakai Plastik Viral, Ini Penjelasan Resmi SPPG

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Minggu, 11 Januari 2026
Video Makanan MBG Dibagikan Pakai Plastik Viral, Ini Penjelasan Resmi SPPG

(Ilustrasi) Dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG. (Foto: MerahPutih.com/Didik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Beredar sebuah video yang memperlihatkan distribusi makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggunakan kemasan kantong plastik. Video tersebut memicu perhatian publik karena dinilai tidak sesuai dengan standar penyajian program pemerintah.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis, 8 Januari 2026, di wilayah Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Kepala SPPG Karyasari Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Dimas Dhika Alpiyan, menjelaskan bahwa pada hari tersebut SPPG menyiapkan menu MBG untuk kelompok penerima manfaat 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Proses distribusi makanan, kata dia, telah dilakukan sesuai prosedur menggunakan ompreng sebagai wadah resmi.

Namun, setibanya di lokasi penerima manfaat, salah seorang kader posyandu memindahkan makanan dari ompreng ke dalam kantong plastik. Tindakan tersebut dilakukan tanpa koordinasi dengan pihak SPPG dan tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) penyajian Program MBG.

“Namun setelah ompreng tiba di tempat oleh ibu kader yang bersangkutan, makanan yang ada di dalam ompreng dipindahkan dan disatukan penyajiannya ke dalam kantong plastik karena ibu kader memiliki alasan spontanitas. Setelah itu, makanan tersebut diberikan kepada penerima manfaat, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Sementara ompreng kembali dibawa pulang oleh sopir dalam keadaan kosong,” jelas Dimas, Minggu (11/1).

Baca juga:

Prabowo Targetkan 2.500 SPPG di Papua Beroperasi Penuh pada 17 Agustus 2026

Dimas menambahkan, pihak SPPG baru mengetahui kejadian tersebut pada keesokan harinya setelah menerima laporan beredarnya potongan video di media sosial yang memperlihatkan penyajian makanan MBG dalam kantong plastik.

“Setelah video tersebut viral, kami dari pihak SPPG Karyasari Sukaresmi mengundang para ibu kader untuk melakukan komunikasi lebih mendalam. Ibu kader datang pada Jumat, 9 Januari, pukul 09.00. Mereka mengklarifikasi bahwa memang menu tersebut dipindahkan ke plastik karena kondisi spontan yang terjadi di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Kader Posyandu Desa Pasirkadu, Kecamatan Sukaresmi, Lusi, turut meluruskan informasi yang beredar agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Ia menegaskan bahwa kondisi makanan dalam video tersebut tidak dapat disimpulkan sebagai makanan tidak layak konsumsi. Pemindahan makanan dilakukan semata-mata untuk menghindari risiko kontaminasi akibat kondisi cuaca.

“Perlu kami luruskan, kejadiannya tidak seperti yang terlihat di video. Situasinya sangat spontan dan cuaca saat itu tidak memungkinkan. Makanan kami pindahkan dari ompreng ke plastik karena khawatir terkena air hujan,” jelas Lusi.

Baca juga:

DPR Minta SPPG untuk Makan Bergizi Gratis Difungsikan untuk Suplai Makanan Korban Bencana di Sumatra

Di sisi lain, Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menegaskan bahwa penyajian makanan Program MBG wajib mengikuti SOP yang telah ditetapkan, termasuk penggunaan ompreng sebagai wadah distribusi. Hal ini bertujuan untuk menjamin keamanan pangan serta kualitas gizi bagi seluruh penerima manfaat. (Asp)

#Makan Bergizi Gratis #SPPG #Pandeglang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
DEN Sebut Siswa Semangat Belajar setelah Santap MBG
DEN menemukan siswa penerima MBG cenderung lebih jarang absen jika dibandingkan dengan siswa yang tidak menerima program tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
DEN Sebut Siswa Semangat Belajar setelah Santap MBG
Indonesia
2 Tahun Prabowo-Gibran, Indeks Data Nasional Soroti Dampak Nyata Program Prioritas Pemerintah
IDN menilai pemerintahan Prabowo-Gibran berada di jalur yang benar setelah dua tahun, tetapi menekankan perlunya evaluasi dampak MBG, Sekolah Rakyat, dan KDMP.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 20 Oktober 2026
2 Tahun Prabowo-Gibran, Indeks Data Nasional Soroti Dampak Nyata Program Prioritas Pemerintah
Indonesia
Pemerintah Siapkan 4 Langkah Benahi MBG, dari Pemerataan hingga Pengawasan Dapur
Pemerintah menyiapkan empat langkah pembenahan MBG, mulai dari pemerataan wilayah 3T, penertiban SPPG, peningkatan mutu makanan, hingga validasi data penerima.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 20 Oktober 2026
Pemerintah Siapkan 4 Langkah Benahi MBG, dari Pemerataan hingga Pengawasan Dapur
Indonesia
BGN Tetapkan Syarat Ketat untuk MBG Prasmanan, tak Semua Sekolah Langsung Bisa
Kesiapan dapur, sekolah, tenaga pendamping, hingga peralatan menjadi pertimbangan sebelum mekanisme penyajian tersebut diterapkan kepada siswa.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
BGN Tetapkan Syarat Ketat untuk MBG Prasmanan, tak Semua Sekolah Langsung Bisa
Indonesia
BGN Mulai Uji Sistem Prasmanan MBG, Porsi Gizi Siswa Tetap Jadi Patokan
Penerapan sistem prasmanan tidak bisa dilakukan secara serentak karena membutuhkan kesiapan dapur penyedia makanan dan pihak sekolah.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
BGN Mulai Uji Sistem Prasmanan MBG, Porsi Gizi Siswa Tetap Jadi Patokan
Indonesia
BGN Tegaskan Ledakan di Pasar Cimanggis tak Terkait dengan MBG
Ledakan itu bukan merupakan SPPG, baik yang sedang beroperasi maupun yang digunakan sebagai gudang SPPG.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
BGN Tegaskan Ledakan di Pasar Cimanggis tak Terkait dengan MBG
Indonesia
Kepala BGN Singgung Calo saat Resmikan 980 SPPG Serentak
Dari total 980 SPPG yang diaktivasi, sebanyak 691 SPPG berada di wilayah Sumatra, sedangkan 289 SPPG lainnya berada di wilayah Kalimantan dan Bali.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
Kepala BGN Singgung Calo saat Resmikan 980 SPPG Serentak
Indonesia
Data Penerima MBG Tidak Sinkron, Guru Harus Perbarui Identitas Peserta Didik
Pendataan serupa juga diberlakukan bagi kelompok penerima manfaat di posyandu, madrasah, dan pondok pesantren.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
Data Penerima MBG Tidak Sinkron, Guru Harus Perbarui Identitas Peserta Didik
Indonesia
BGN Tutup Permanen 2 SPPG di Jawa Tengah, ini Alasannya
BGN menutup dua SPPG di Jawa Tengah, Hal itu tertuang dalam SK Kepala BGN Nomor 63530 Tahun 2026.
Soffi Amira - Rabu, 14 Oktober 2026
BGN Tutup Permanen 2 SPPG di Jawa Tengah, ini Alasannya
Indonesia
5 Ribu Dapur MBG Ditargetkan Sajikan Prasmanan Sampai Akhir Tahun
Makanan yang disajikan secara prasmanan lebih hangat dan segar saat dikonsumsi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
5 Ribu Dapur MBG Ditargetkan Sajikan Prasmanan Sampai Akhir Tahun
Bagikan