Veronika Koman Bakal Terus Diburu Jika Kabur ke Negara Lain Aktivis HAM dan pegiat advokasi mahasiswa Papua, Veronica Koman (Kiri) (Foto: FB/Veronica Koman)

Merahputih.com - Penyidik Polda Jawa Timur telah melayangkan pemanggilan kedua kepada tersangka kasus provokasi kerusuhan di Asrama Mahasiswa Papua, Veronica Koman.

Wakapolda Jatim Brigjen Toni Harmanto masih memantau soal kemungkinan Veronika kabur ke negara lain.

"Kita akan lihat nanti dalam proses berikutnya saja," kata Toni kepada wartawan, Rabu (11/9).

Baca Juga

Aktivis Pertanyakan Tuduhan Penyebar Hoaks yang Dialamatkan Kepada Veronica Koman

Toni menegaskan pihaknya telah menyiapkan beberapa langkah jika seandainya Veronica tak kunjung memenuhi panggilan

"Setelah dua kali surat panggilan juga tidak diindahkan oleh bersangkutan, kita tentunya akan menetapkan daftar pencarian orang yang bersangkutan," papar Toni.

Selain itu pihaknya juga akan berkoordinasi dengan berbagai pihak. Misalnya saja dengan divisi Hubungan Internasional Polri hingga kantor kedutaan besar Indonesia di wilayah Veronica berada.

"Berikutnya kita akan melayangkan itu yang sudah berjalan proses ini, surat-menyurat kepada hubungan internasional setempat untuk berkomunikasi dengan kantor kedutaan Indonesia yang ada di wilayah di mana tersangka berada nanti," imbuh Toni.

Veronica Koman. Foto: Net

Dalam waktu dekat, lanjut Toni, Polda Jatim juga akan menerbitkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Veronica. Langkah ini diambil karena Veronica belum juga mengindahkan suarat pemanggilan polisi.

“Kami sudah dua kali melayangkan surat panggilan. Tetapi tidak diindahkan. Maka segara akan diterbitkan DPO. Berikutnya, kami akan layangkan surat-menyurat untuk berkomunikasi dengan kantor Kedutaan Besar Indonesia yang ada di wilayah di mana tersangka berada,” katanya.

Pada kasus ini Veronica dijerat dengan pasal berlapis, yakni Undang-Undang (UU) tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan KUHP Pasal 160 tentang larangan perbuatan menghasut di muka umum.

Baca Juga

Veronica Koman Ditetapkan Tersangka, Aktivis Ngadu ke Komnas

Kemudian, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 Pasal 14 dan 16 tentang Peraturan Hukum Pidana, yang mengatur tentang penyebaran berita bohong yang dengan sengaja untuk membuat keonaran dan UU Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Rasis dan Etnis.

Pengungkapan kasus Veronica Koman berdasarkan hasil pengembangan terhadap tersangka Tri Susanti (Susi). Dari pemeriksaan Susi, penyidik menemukan keterlibatan Veronica. (Knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH