Venezuela Umumkan Masa Berkabung 7 Hari Hormati Korban Serangan Amerika Serikat

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Januari 2026
Venezuela Umumkan Masa Berkabung 7 Hari Hormati Korban Serangan Amerika Serikat

Pengunjuk rasa dari berbagai aliansi membakar bendera AS dan poster bergambar presiden AS Donald Trump saat menggelar aksi solidaritas untuk Venezuela di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Selasa (6/1/2026). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pada 3 Januari, Amerika Serikat melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela, yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.

Keduanya dibawa ke New York untuk menghadapi persidangan atas dugaan keterlibatan mereka dalam apa yang disebut sebagai “narko-terorisme.”

Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, mengumumkan masa berkabung selama tujuh hari untuk menghormati mereka yang tewas dalam operasi militer Amerika Serikat.

“Saya telah memutuskan untuk menetapkan masa berkabung selama tujuh hari sebagai penghormatan dan kemuliaan bagi para pemuda, perempuan, dan laki-laki yang gugur dan mengorbankan nyawa mereka demi membela Venezuela dan Presiden Nicolas Maduro. Penghormatan kami tertuju kepada mereka,” kata Rodriguez, Selasa (6/1).

Baca juga:

Mensesneg Pastikan Konflik AS-Venezuela tak Ganggu Negosiasi Tarif Impor RI

Presiden sementara Venezuela menegaskan, penetapan masa berkabung tersebut berkaitan dengan tewasnya para pemuda yang oleh otoritas Venezuela dianggap sebagai martir, yang gugur saat mempertahankan negara dari agresi eksternal demi nilai-nilai tertinggi republik.

Rodriguez mengatakan, Venezuela harus menjaga perdamaian internal dan mengulangi seruannya untuk mengakhiri tekanan serta serangan terhadap republik tersebut.

Sementara itu pada Ahad (4/1), Pemerintah Kuba menyampaikan bahwa 32 pejuang yang menjalankan tugas keamanan dan pertahanan di Caracas atas permintaan otoritas Venezuela gugur saat menghadapi perlawanan sengit.

Para pejuang tersebut tewas akibat pertempuran langsung dengan pasukan AS atau akibat pengeboman, kata Kuba. Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel Bermudez kemudian menetapkan 5 dan 6 Januari sebagai hari berkabung nasional.

Kementerian Angkatan Bersenjata Revolusioner Kuba merilis nama-nama 32 pejuang yang gugur. Di antara mereka terdapat 11 anggota angkatan bersenjata serta 21 anggota Kementerian Dalam Negeri Kuba.

#Venezuela #Amerika Serikat #Donald Trump
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Iran Bakal Kembali Digempur Usai Pemilu Paruh Waktu AS
Trump berulang kali menolak rencana kembali melancarkan operasi tempur besar tahun ini.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Oktober 2026
Iran Bakal Kembali Digempur Usai Pemilu Paruh Waktu AS
Dunia
AS Blokir DeepSeek Dengan Alasan Ancaman Spionase, China Protes
Arahan itu mewajibkan badan-badan di bawah cabang eksekutif sipil untuk segera menghapus perangkat lunak DeepSeek yang ada, perangkat terkait, serta aplikasi pihak ketiga yang dibangun di atas kerangka kerjanya.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Oktober 2026
AS Blokir DeepSeek Dengan Alasan Ancaman Spionase, China Protes
Dunia
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari
Penampilan perdananya di hadapan media dan publik disorot tidak meyakinkan, menimbulkan kontroversi seputar keabsahan status advokatnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari
Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Bagikan