Varian Omicron Sudah di Negara Tetangga, Jokowi: Hati-Hati Presiden Jokowi mengendarai mesin tanam padi, di Trenggalek, Jatim, Selasa (30/11/2021) siang. (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)

Merahputih.com - Masyarakat tak henti-hentinya diingatkan untuk waspadai penyebaran COVID-19 varian baru, Omicron yang kini sudah terdeteksi di negara Singapura.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak ingin, varian baru Omicron ini kemudian menyebar ke Indonesia yang bisa berakibat pada kemunculan gelombang keempat COVID-19.

"Hati-hati sama yang namanya ancaman gelombang keempat dari varian Omicron. Tadi pagi saya mendapatkan kabar, bahwa virus ini sudah sampai ke Singapura," kata Jokowi dalam arahannya kepada Kepala Kesatuan Wilayah Polri dan TNI di Bali, Jumat (3/12).

Baca Juga:

Guru Besar UI Tegaskan PCR Masih Berfungsi Deteksi COVID-19 Omicron

Jokowi kemudian menekankan kepada seluruh aparat kepolisian yang berada di daerah perbatasan dengan Singapura untuk meningkatkan pergerakan orang masuk dan keluar.

Lantaran, virus itu bisa dibawa oleh siapapun. Baik dia warga negara asing (WNA) atau warga negara Indonesia usai berpergian ke luar negeri.

"Utamanya, Polda yang berkaitan dengan perbatasan negara-negara lain. Utamanya tenaga kerja dari luar yang akan masuk ke Indonesia untuk pulang kampung," jelasnya.

Mantan Walikota Solo ini menyebut, walaupun masih dalam proses studi, varian Omicron dinilai lebih cepat penyebarannya dibandingkan varian Delta.

"Utamanya, Polda-Polda yang berkaitan dengan perbatasan dengan negara-negara lain karena yang membawa bisa orang-orang asing, tetapi juga dari warga negara kita sendiri utamanya tenaga kerja kita yang dari luar waktu masuk kembali,” ucapnya.

Jokowi juga meminta TNI-Polri berserta jajarannya untuk terus mempercepat dan menggencarkan program vaksinasi COVID-19 terutama kepada provinsi-provinsi yang capaian vaksinasinya masih rendah.

"Sumsel, Sumbar, NTT, Kalbar, Kalsel, Riau, Sulbar, Sulsel, Maluku Utara, Sulteng, Papua Barat, Maluku, Sultra, Aceh, Papua,” ucap Presiden.

Baca Juga:

Jokowi Kunjungi Bali Pantau Infrastruktur Sambut KTT G20

Ia juga menekankan pentingnya menjalankan protokol kesehatan secara ketat, serta meningkatkan upaya pengetesan dan pelacakan di setiap wilayah di Indonesia.

"Hati-hati 17 kabupaten/kota di 8 provinsi yang mengalami tren naik selama 2-3 minggu terakhir ini,” tutup Jokowi.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan menggunakan metode khusus untuk mendeteksi kemunculan varian Omicron di Indonesia. Metode tersebut dinamakan S Gene Target Failure (SGTF).

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin menyebut cara kerja SGTF seperti penanda (marker), yaitu menyasar Gen S pada virus Sars-CoV-2. Metode SGTF bisa dilakukan tatkala hasil tes RT-PCR tidak mampu mendeteksi gen S pada sampel.

"Sehingga kalau kita pakai reagen PCR, dia tidak terdeteksi atau istilahnya target failure, tapi gene yang lainnya positif, itu kemungkinan besar Omicron," sambungnya.

Baca Juga:

Waspada Omicron, Ini Saran Jubir Satgas COVID-19 UNS Solo kepada Pemerintah

Budi menambahkan, saat ini Metode STGF sudah mulai dilakukan di seluruh titik kedatangan pintu masuk Indonesia.

Metode SGFT untuk mendeteksi varian Omicron pun sudah diterapkan oleh 1.800 laboratorium Kementerian Kesehatan. Adanya metode SGTF ini sebagai bagian dari perbaikan strategi pemeriksaan (testing). (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[Hoaks atau Fakta]: Warga Bekasi Ditangkap Usai Salat Idul Adha
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Warga Bekasi Ditangkap Usai Salat Idul Adha

Dalam artikel dijelaskan bahwa 30 warga asing ditangkap oleh pihak berwenang setelah mengadakan jamuan makan Hari Raya Idul Adha di sebuah rumah di Taman Selayang Utama, Batu Caves, Malaysia.

100 Hari Kerja, Kapolri "Pamer" Sejumlah Gebrakan di Korps Bhayangkara
Indonesia
100 Hari Kerja, Kapolri "Pamer" Sejumlah Gebrakan di Korps Bhayangkara

100 hari kerja Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo diklaim membawa perubahan signifikan dalam memperbaiki kinerja Korps Bhayangkara.

Caketum Kadin Dukung Program Vaksinasi Gotong-Royong
Indonesia
Caketum Kadin Dukung Program Vaksinasi Gotong-Royong

Saat ini 22.736 perusahaan telah mengikuti program vaksinasi gotong-royong

Survei Y-Publica: Elektabilitas Prabowo-Puan Unggul Tipis Atas Ganjar-Airlangga
Indonesia
Survei Y-Publica: Elektabilitas Prabowo-Puan Unggul Tipis Atas Ganjar-Airlangga

Survei Y-Publica melakukan simulasi Pemilihan Presiden (Pilpres). Hasilnya, pasangan capres Perbowo Subianto dan Puan Maharani unggul tipis elektabilitasnya dibandingkan Ganjar Pranowo-Airlangga Hartarto.

Bunga Kredit Lambat Turun
Indonesia
Bunga Kredit Lambat Turun

Total penurunan suku bunga acuan mencapai 150 basis poin sejak 2020 hingga dua bulan pertama 2021

Tidak Ada Zona Merah, Warga Sidoarjo Dipersilahkan Gelar Salat Id Berjamaah
Indonesia
Tidak Ada Zona Merah, Warga Sidoarjo Dipersilahkan Gelar Salat Id Berjamaah

"Khutbah pun dilakukan secara singkat dengan tetap melakukan rukun khutbah paling lama 20 menit," tutur Gus Muhdlor.

Jokowi: Indonesia Berhasil Lolos dari Krisis dan Resesi Bertubi-tubi
Indonesia
Jokowi: Indonesia Berhasil Lolos dari Krisis dan Resesi Bertubi-tubi

Presiden Joko Widodo mengklaim Indonesia telah berhasil melalui resesi dan krisis yang telah datang secara bertubi-tubi. Ujian itu membuat Indonesia semakin kuat.

Komisi I Pilih Bahas Hobi Ketimbang Harta Jenderal Andika
Indonesia
Komisi I Pilih Bahas Hobi Ketimbang Harta Jenderal Andika

Para politisi Senayan tersebut, memilih untuk membahas hal-hal ringan ketimbang Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Andika yang nilai fantastis.

Polisi Selidiki Motif Anak Akidi Tio Hendak Beri Sumbangan Sampai Rp 2 Triliun
Indonesia
Polisi Selidiki Motif Anak Akidi Tio Hendak Beri Sumbangan Sampai Rp 2 Triliun

Hasil klarifikasi dengan Bank Mandiri dana tidak cukup

Dua Kecamatan di Sulsel Paling Parah Terdampak Gempa NTT
Indonesia