Vaksinasi Anak-Anak 5-11 Tahun Tunggu Uji Klinis dari Tiga Produsen Vaksin Seorang siswa di Jabar mengikuti vaksinasi, Senin (25/10/2021). (ANTARA/HO-Humas Pemprov Jabar)

Merahputih.com - Pemberian vaksinasi untuk anak-anak usia 5-11 tahun akan dilaksanakan pada awal tahun 2022. Pemerintah masih menunggu hasil uji klinis dari tiga produsen vaksin, yakni Sinovac, Sinopharm, dan Pfizer.

"Diharapkan sampai akhir tahun bisa keluar ketiganya untuk emergency use authorization (EUA)," ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers virtual, Selasa (26/10).

Baca Juga:

Capaian Vaksinasi Dosis Kedua di Jakarta Tembus 91 Persen

Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM) akan memastikan ketiga vaksin tersebut bisa secepat mungkin digunakan. Tentunya setelah vaksinasi anak usia 5-11 tahun dilaksanakan di negara asal produsen.

"Rencanaya kalau sudah keluar hasil uji klinisnya, bisa mulai digunakan di awal tahun depan," kata Budi.

Juru Bicara Pemerintah untuk Program Vaksinasi COVID-19, Siti Nadia Tarmizi memastikan bahwa anak-anak akan segera divaksinasi secepat mungkin setelah uji klinis selesai.

"Ini yang pasti akan menentukan jenis vaksin yang digunakan. Kalau tenaga vaksinator kita cukup," katanya.

Petugas DKK Solo melakukan tes PCR pada siswa SMPN 4 Solo, Kamis (21/10). (MP/Ismail)

Berdasarkan data Kemenkes pada Senin (25/10) kemarin, terdapat 113.424.379 masyarakat Indonesia atau sebesar 54,46 persen sudah mendapatkan vaksin dosis pertama. Sementara itu, sudah ada 68.264.009 orang yang mendapatkan vaksin dosis kedua.

Jika dibuat dalam persentase, angka ini mencapai 32,78 persen dari target vaksinasi nasional. Adapun target vaksinasi nasional yang dicanangkan oleh pemerintah adalah sebesar 208.265.720 orang.

Baca Juga:

Kabupaten Tangerang Buka Sentra Vaksinasi di Setiap Kecamatan

Sasaran vaksinasi untuk anak-anak atau remaja usia 12-17 tahun tercatat dengan total sebanyak 26.705.490 orang.

Hingga sekarang, angka vaksinasi untuk golongan tersebut adalah 3.869.466 orang atau 14,49 persen untuk vaksin dosis pertama dan 3.075.393 orang atau 11,52 persen mendapatkan vaksin dosis kedua. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polda Metro Minta Warga Korban Banjir yang SIM-nya Rusak Segera Diurus
Indonesia
Polda Metro Minta Warga Korban Banjir yang SIM-nya Rusak Segera Diurus

Sambodo berharap posko ini dapat membantu warga korban banjir

Lima Jenderal Calon Kapolri yang Diajukan ke Jokowi
Indonesia
Lima Jenderal Calon Kapolri yang Diajukan ke Jokowi

"Yang diajukan semua jenderal bintang 3, tidak ada yang masih bintang 2" kata Mahfud

KPK Kembangkan Penyidikan Kasus Eks Bupati Indramayu
Indonesia
KPK Kembangkan Penyidikan Kasus Eks Bupati Indramayu

Untuk pengumuman tersangka akan dilakukan saat penangkapan dan atau penahanan

Kemenperin Target Datangkan 20.000 Unit Generator Oksigen Bagi Pasien COVID-19
Indonesia
Kemenperin Target Datangkan 20.000 Unit Generator Oksigen Bagi Pasien COVID-19

Oxygen concentrator diklaim dapat memproduksi oksigen dan mendistribusikan langsung pada pasien COVID-19 di lokasi perawatan.

Jokowi Minta Kepala Daerah Jangan Hanya Ikuti Prosedur
Indonesia
Jokowi Minta Kepala Daerah Jangan Hanya Ikuti Prosedur

Jokowi meminta kepala daerah berorientasi pada hasil

Sambil Bawa Sepeda, Anies: Nanti Ya UMP Lagi Proses
Indonesia
Sambil Bawa Sepeda, Anies: Nanti Ya UMP Lagi Proses

Pemprov DKI Jakarta masih merampungkan penetapan angka upah minimum provinsi (Pemprov) DKI tahun 2022.

Rumah Sakit Penuh, Politisi Sarankan Pemprov Batasi Pasien Dari Luar Daerah
Indonesia
Rumah Sakit Penuh, Politisi Sarankan Pemprov Batasi Pasien Dari Luar Daerah

Jika pasien dari daerah penyangga ibu kota mengisi ruang perawatan COVID-19 mencapai 30 persen.

Berikut Penyaluran BLT per Juni 2021 Buat Dorong Pemulihan Ekonomi
Indonesia
Berikut Penyaluran BLT per Juni 2021 Buat Dorong Pemulihan Ekonomi

Realisasi PEN juga termasuk perlindungan sosial yang mencapai Rp64,91 triliun atau 43,8 persen dari pagu Rp148,27 triliun.

Temukan Bansos Tak Tepat Sasaran, Komisi E Minta Dinsos Perbaiki Data Penerima
Indonesia
Temukan Bansos Tak Tepat Sasaran, Komisi E Minta Dinsos Perbaiki Data Penerima

Komisi E DPRD DKI Jakarta mengaku, masih menemukan di lapangan terkait pendataan bantuan sosial (bansos) yang tidak tepat sasaran. Akibatnya banyak warga yang berhak menerima justru tidak mendapatkan bansos.

KPK Periksa Bupati Hulu Sungai Utara
Indonesia
KPK Periksa Bupati Hulu Sungai Utara

KPK juga telah menggeledah rumah dinas Bupati Hulu Sungai Utara