Vaksinasi Anak 6-11 Tahun di Yogyakarta Lebih dari 81 Persen Vaksinasi anak di Kota Yogyakarta. Foto: Humas Pemkot Yogyakarta

MerahPutih.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta masih terus melakukan vaksinasi terhadap anak usia 6 sampai 11 tahun.

Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta, sebanyak 81,5 persen anak usia 6-11 tahun di Kota Yogyakarta sudah menerima vaksin COVID-19 dosis pertama.

Baca Juga

Belasan Warga DIY Diduga Terinfeksi COVID-19 Varian Omicron

"Kalau dihitung berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, capaian vaksinasi anak di Yogyakarta sudah cukup tinggi, yakni 81,5 persen,” ucap Kadinkes Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani di Yogyakarta, Jumat (!4/1).

Pemkot Yogyakarta tengah mengebut penyelesaian vaksinasi tahap pertama. Targetnya vaksinasi tahap pertama kelar akhir Januari 2022.

Emma memastikan kebutuhan vaksin untuk program vaksinasi anak usia 6-11 tahun dalam jumlah cukup, begitu juga tenaga kesehatan selaku vaksinator juga dapat langsung ditangani oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas.

Baca Juga

PTM 100 Persen, Pemda DIY Bentuk Agen Taat Prokes Sekolah

"Vaksinasi untuk anak dilakukan berbasis sekolah dengan vaksinator dari Puskemas, kecuali untuk kecamatan yang luas dan memiliki banyak sekolah, ada bantuan tenaga kesehatan dari rumah sakit atau klinik di wilayah itu,” katanya.

Sedangkan bagi anak usia 6-11 tahun yang belum dapat menjalani vaksinasi karena berbagai sebab seperti sakit, vaksinasi dijadwal ulang dan bisa langsung dilakukan melalui Puskesmas.

Pemberian vaksinasi kepada anak usia 6-11 tahun dilakukan untuk mendukung pembelajaran tatap muka yang sudah mulai dilakukan di Kota Yogyakarta. (Teresa Ika/Yogyakarta)

Baca Juga

17 Ribu Guru di Yogyakarta Ikuti Vaksinasi Booster

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polisi Bubarkan Massa yang Geruduk DPP Partai Demokrat
Indonesia
Polisi Bubarkan Massa yang Geruduk DPP Partai Demokrat

Polisi membubarkan massa yang nekat menggeruduk kantor DPP Partai Demokrat.

Polri Jamin Bripda Randy Tak Akan Lolos dari Proses Hukum
Indonesia
Polri Jamin Bripda Randy Tak Akan Lolos dari Proses Hukum

Bripda Randy Bagus, anggota Polres Pasuruan, Jawa Timur telah menjadi tersangka kasus dugaan aborsi dan dugaan pelanggaran kode etik kepolisian.

Bupati Sleman Positif COVID-19 Setelah Divaksin, Kemenkes Duga Virus Tengah Inkubasi
Indonesia
Bupati Sleman Positif COVID-19 Setelah Divaksin, Kemenkes Duga Virus Tengah Inkubasi

Secara alamiah waktu antara paparan dan munculnya gejala atau load virus sedang tinggi adalah sekitar lima sampai enam hari

Kontribusi Pajak dari UMKM Masih Sangat Minim
Indonesia
Kontribusi Pajak dari UMKM Masih Sangat Minim

Pemerintah juga mendukung pengembangan aspek akuntansi UMKM dengan mengamanatkan penyediaan sistem aplikasi pembukuan/pencatatan keuangan sederhana bagi UMKM secara gratis oleh pemerintah melalui PP No.7 tahun 2021.

Pemprov DKI Terus Koordinasi dengan TNI-Polri Tegakkan Larangan Mudik
Indonesia
Pemprov DKI Terus Koordinasi dengan TNI-Polri Tegakkan Larangan Mudik

Riza meminta kepada masyarakat Jakarta untuk tidak melaksanakan mudik

Kemenkeu Sebar Anggaran PEN Rp 321 Triliun di 2022
Indonesia
Kemenkeu Sebar Anggaran PEN Rp 321 Triliun di 2022

Menurut berbagai pandangan ahli munculnya banyak varian masih berpotensi terjadi sehingga pemerintah tetap waspada terhadap pekembangannya.

RS Lapangan Marinir TNI-AL Diserbu Korban Bencana Banjir Bandang NTT
Indonesia
RS Lapangan Marinir TNI-AL Diserbu Korban Bencana Banjir Bandang NTT

BMKG memproyeksi siklon tropis bakal sering terjadi ke depannya karena pemanasan global

Ngaku Bukan Siapa-Siapa Moeldoko Sebelum Resmi Kudeta SBY dan AHY
Indonesia
Ngaku Bukan Siapa-Siapa Moeldoko Sebelum Resmi Kudeta SBY dan AHY

"Saya ini siapa sih? Saya ini apa? Biasa-biasa aja. Di Demokrat ada Pak SBY, ada putranya Mas AHY. Apalagi kemarin dipilih secara aklamasi. Kenapa mesti takut ya?" kata Moeldoko, dua hari sebelum KLB.

Anies Klaim 85 Persen Guru di Jakarta Telah Divaksin COVID-19
Indonesia
Anies Klaim 85 Persen Guru di Jakarta Telah Divaksin COVID-19

Sejauh ini sudah lebih dari 80 persen guru sekolah di Jakarta telah menerima vaksin.

Kemenag Pastikan LAZ ABA Ilegal
Indonesia
Kemenag Pastikan LAZ ABA Ilegal

Modus ini terungkap oleh polisi dan Kemenag saat itu bersama BNPT dan pihak terkait lainnya melakukan monitoring dan evaluasi