Vaksin COVID-19 Langkah Panjang Eradikasi Kasus Ilustrasu Vaksin. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Semua orang ingin kembali hidup normal tanpa takut tertular COVID-19, tanpa memakai masker, dan bisa berkumpul seperti dulu lagi. Kondisi ini bisa terjadi dengan vaksinasi massal seluruh dunia. Namun kapan?

Ketua Umum PBNU Bidang Kesehatan Syahrizal Syarif bilang, vaksin merupakan substansi biologi berupa antigen yang disuntikkan ke dalam tubuh untuk merangsang sistem kekebalan tubuh. Sehingga orang yang tadinya rentan tertular, dengan vaksin jadi kebal.

Baca Juga:

Pemerintah Harus Yakinkan Masyarakat Pilkada Bebas COVID-19

Vaksin COVID sudah pasti menjadi program imunisasi di tiap negara di dunia yang dilanda pandemi. Sampai saat ini pandemi sudah berlangsung hampir setahun, menulari warga di lebih dari 200 negara, dan menginfeksi lebih dari 60 juta jiwa. Kasus Covid di Indonesia sendiri sudah tembus angka 500 ribu.

Indonesia, sama halnya dengan negara-negara lain, sudah berusaha melakukan pencegahan dengan melakukan PSBB, lockdown, pengetatan protokol kesehatan, dan lain lain.

“Tampaknya semua itu tak mampu menahan laju wabah. Sekarang bukan hanya Indonesia, seluruh dunia berharap pada vaksin,” kata Syahrizal Syarif, dalam webinar yang digelar PBNU, baru-baru ini.

Imunisasi sendiri bukan hal asing di Indonesia. Sebelum Covid, negeri ini sudah menjalankan program imunisasi untuk mencegah berbagai jenis penyakit menular sehingga terjadi eradikasi kasus atau capaian di mana penyakit menular tidak ada lagi.

Ia mencontohkan, imunisasi program nasional untuk pencegahan difteri, tetanus, dan lain-lainnya bisa mencegah penyakit pada kurang lebih 2,3 juta per tahun.

Saat ini di Indonesia, ada 8 vaksin program nasional yang diberikan gratis dan 13 vaksin pilihan atau berbayar.

Menurutnya, sejauh ini baru ada satu penyakit menular yang telah eradikasi, yakni penyakit cacar (smalpox) yang disebabkan virus variola.

Syahrizal Syarif bilang, sejak ditemukan cikal bakal vaksin cacar oleh Edward Jenner pada 1796, kemudian dilakukan rangkaian vaksinasi global hingga kasus wabah cacar terakhir di Somalia pada 1977.

Syahrizal Syarif
Ketua PBNU Bidang Kesehatan Syahrizal Syarif. (Foto: Tangkapan Layar).

Tiga tahun sejak kasus Somalia kemudian WHO menyatakan, cacar masuk eradikasi.

“Untuk seperti ini kurang lebih butuh waktu 181 tahun,” katanya.

Di tengah pandemi Covid, dunia sebenarnya mentargetkan eradikasi kasus polio. Namun saat ini masih ditemukan kasus polio terutama di negara-negara konflik seperti Afghanistan, Pakistan dan lain-lain.

Salah satu factor yang menghambah eredikasi ialah perang.

“Di sana pekan imunisasi tiba-tiba ada bom meledak dan membunuh petugas tenaga kesehatan,” katanya.

Dengan kata lain, eradikasi membutuhkan waktu yang tidak singkat. Begitu juga dengan COVID yang vaksinnya pun masih dalam tahap penelitian.

Syahrizal Syarif pun mewanti-wanti agar masyarakat selalu taat protokol kesehatan pencegahan Covid-19 seperti memakai masker, menjaga jarak, dan memerhatikan kebersihan, selagi menunggu vaksin jadi. (Iman Ha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Wagub DKI Ariza Positif COVID-19, Diduga Tertular dari Stafnya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bandara Yogyakarta Terancam Banjir, PUPR Bakal Gelontorkan Rp1,6 Triliun
Indonesia
Bandara Yogyakarta Terancam Banjir, PUPR Bakal Gelontorkan Rp1,6 Triliun

Paling tidak, mulai September 2020, anggaran sebesar Rp 72,67 miliar digunakan untuk pembangunan prasarana pengendali banjir.

Besok Jumat Awal Puasa Ramadan
Indonesia
Besok Jumat Awal Puasa Ramadan

Umat muslim yang akan menjalani puasa disarankan untuk sahur dengan makanan bergizi di tengah pandemi.

Kasus Suap Bansos, KPK Geledah Rumah Dirjen Linjamsos Kemensos
Indonesia
Kasus Suap Bansos, KPK Geledah Rumah Dirjen Linjamsos Kemensos

KPK menggeledah rumah Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Pepen Nazaruddin.

Rencana Pemulangan Eks Kombatan ISIS ke Indonesia Dinilai Tanpa Persiapan
Indonesia
Rencana Pemulangan Eks Kombatan ISIS ke Indonesia Dinilai Tanpa Persiapan

Tanpa penanganan yang tepat, maka kepulangan 600 eks kombatan ISIS itu bisa menjadi bom waktu.

Maulid Saat Pandemi, Anies Berharap Tidak Timbulkan Klaster Baru
Indonesia
Maulid Saat Pandemi, Anies Berharap Tidak Timbulkan Klaster Baru

Dalam kondisi mewabahnya virus corona semua masyarakat diuji tentang seberapa melekatnya sifat nabi selama ini menjadi tauladan bagi umat muslim.

KPK Akan Ambil Alih Perkara Jaksa Pinangki Jika....
Indonesia
KPK Akan Ambil Alih Perkara Jaksa Pinangki Jika....

Kembangkan jika ada fakta-fakta keterlibatan pihak lain

Irjen Napoleon Kenakan Batik di Sidang Perdana Perkara Red Notice Djoko Tjandra
Indonesia
Irjen Napoleon Kenakan Batik di Sidang Perdana Perkara Red Notice Djoko Tjandra

Irjen Napoleon Bonaparte menghadiri sidang perdana kasus dugaan suap terkait penghapusan red notice Djoko Tjandra di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (2/11).

Permintaan Jokowi Soal Daerah Tak Asal Lockdown Dinilai Bikin Bingung
Indonesia
Permintaan Jokowi Soal Daerah Tak Asal Lockdown Dinilai Bikin Bingung

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat meminta agar daerah yakni kabupaten/kota jangan sok-sokan menerapkan lockdown.

Anies Dorong Jurnalis Perkaya Bahasa Daerah dalam Karya Jurnalistiknya
Indonesia
Anies Dorong Jurnalis Perkaya Bahasa Daerah dalam Karya Jurnalistiknya

Anies berpesan kepada para peserta agar nantinya karya-karya yang dihasilkan harus mampu dinikmati bukan hanya masyarakat Jakarta

Pemerintah Dianggap Masih Gamang Tunda Pilkada Serentak hingga Desember 2020
Indonesia
Pemerintah Dianggap Masih Gamang Tunda Pilkada Serentak hingga Desember 2020

Negara harus hadir dan mempunyai kekuasaan dalam melindungi hak milik dan menciptakan keamanan publik.