Vaksin COVID-19 Jangan Jadi Lahan Bisnis Lab Vaksin Bio Farma. (Foto: Sekretariat Presiden)

MerahPutih.com - Pemerintah kini tengah fokus dalam pengandaan vaksin COVID-19. Rencananya, vaksin akan didistribusikan pada 2021 mendatang. Pemerintah pun, sedang menajajaki kerja sama dengan sejumlah negara terkait pengadaan vaksin COVID-19.

Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Netty Prasetiyani mengingatkan, jangan sampai urusan vaksin ini menjadi bisnis yang hanya menguntungkan salah satu pihak.

"Jangan sekali-kali berbisnis dengan rakyat, karena yang sakit tidak bisa menunggu, yang terdampak juga tidak dapat diabaikan, saya sampaikan jangan sampai ada penumpang gelap yang ambil keuntungan dalam tanda kutip proyek vaskin ini," kata dia dalam Polemik MNC Trijaya bertajuk "Yakin dengan Vaksin?" secara virtual, Sabtu (17/10).

Baca Juga:

Cek Kehalalan Vaksin COVID-19, MUI Dilibatkan Tinjau Pabrik Vaksin di Tiongkok

Saat ini, sejumlah kandidat vaksin yang sedang disiapkan mulai dari Sinovac, Sinopharm, Cansino, AstraZeneca, dan lain sebagainya.

"Intinya saya mengingatkan pemerintah ketika kita bicara vaksin baik pengadaan dan pelaksanaannya, mohon jujur kepada rakyat karena ketika kita bicara vaksin pasti pembiayaan membutuhkan anggaran besar," ucapnya.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisamito mengatakan, bagi pemerintah, keamanaan vaksin untuk masyarakat menjadi prioritas. Namun, masyarakat tidak terlena dan abai dengan protokol kesehatan gara-gara mendengar vaksin akan segera datang.

Lab Vaksin
Lab Vaksin. (Foto: Sekretariat Presiden).

Sementara itu, Lembaga KedaiKOPI menggelar survei opini publik tentang ancaman COVID-19 dan vaksin merah putih. Hasilnya sebanyak 64,7 persen responden menganggap virus corona saat ini lebih mengancam dibanding enam bulan lalu.

Saat ini, ada 59,7 persen responden yang mengetahui pengembangan vaksin merah putih yang diinisiasi oleh Kemenristek/BRIN. Kemudian ada 40,3 peesen responden yang tidak mengetahui pengembangan vaksin buatan Indonesia tersebut.

Publik atau responden 59,7 persen yang mengetahui keberadaan pengembangan vaksin merah putih, tapi ada 40,3 persen responden yang tak mengetahui keberadaan vaksin merah putih ini. Dimana ada sekitar 70,7 persen responden yang cenderung optimis terhadap vaskin merah putih. Sedangkan ada 29,3 responden yang tidak optimis. (Knu)

Baca Juga:

Ini Sejumlah Vaksin yang Dikembangkan di Indonesia

Kredit : joseph_kanugrahan


Alwan Ridha Ramdani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH