Vakansi Seru di Bawah Matahari Bisa Bahayakan Kulit Sinar matahari bisa berakibat amat buruk pada kulit. (foto: pixabay/pexels)

MENIKMATI air di pantai saat berlibur pastilah seru. Hangatnya sinar matahari akan bikin kamu merasa segar. Sinar matahari memang menyehatkan. Menghabiskan waktu di bawah sinar matahari amat disarankan untuk kesehatan.

Meskipun demikian, di balik manfaatnya, ada juga efek buruk sinar matahari bagi tubuh kamu. Terlalu lama terpapar sinar matahari saat traveling bisa 'menyakiti' kulitmu lho. Berikut efek negatif sinar matahari pada kulit.

1. Kulit memerah

flushed skin
Paparan matahari langsung dan terlalu lama membuat kulit kemerahan. (foto: healthline)

Jason Reichenberg, MD, dosen di University of Texas-Austin’s Dell Medical School, menjelaskan bahwa terlalu lama menghabiskan waktu di bawah sinar matahari tanpa pakaian pelindung ataupun tabir surya bisa menimbulkan kemerahan di beberapa area kulit, bahkan mungkin terjadi secara permanen atau sulit disembuhkan.

Pasalnya, saat kamu bertambah tua, tanpa sadar sinar matahari bisa menipiskan kulit sekaligus mengendurkan struktur kulit yang ada di sekitar pembuluh darahmu. Lambat laun, pembuluh darah akan semakin melebar hingga menimbulkan area cokelat kemerahan di beberapa bagian tubuh.

Proses itu juga bisa mengakibatkan kolagen di dalam kulit tersebar yang membuat pembuluh darah tampak nyata di permukaan kulit.

2. Penglihatan memburuk

fashion
Sinar UV bisa berdampak buruk, hingga menyebabkan kebutaan. (foto: pixabay/1643606)

Gangguan penglihatan sudah menjadi konsekuensi yang harus dihadapi semua orang seiring bertambahnya usia. Namun selain faktor usia, sebuah penelitian menemukan bahwa terkena sinar matahari dalam waktu yang lama ternyata dapat memperparah kondisi tersebut. Terutama bagi pria dan wanita berusia lebih dari 40 tahun.

Menurut studi dari Fordham University tahun 2011, sinar ultraviolet (UV) berdampak buruk bagi mata karena meningkatkan peluang terserang katarak yang dapat berujung pada kebutaan.

Tidak hanya itu, bahaya sinar matahari langsung juga bisa mengganggu fungsi retina yang lama-lama akan menurunkan fungsi penglihatan. Seperti dilansir Health, gangguan fungsi retina itu dipicu glaukoma dan degenerasi makula.

BACA JUGA: Awas Bibir Terbakar Sinar Matahari saat Berlibur

3. Kulit menua

skin aging
Kulit menua lebih cepat akibat paparan sinar UV. (foto: youtube)

Sudah tidak dapat dimungkiri pancaran sinar UV dapat mengakibatkan kulit menua lebih cepat. Hal itu disebabkan sinar matahari bisa menembus langsung ke lapisan tengah kulit (dermis) yang menyebabkan sel elastin dalam kulit menumpuk secara abnormal.

Ketika jumlah sel elastin telah cukup banyak, suatu jenis enzim akan memecah kolagen serta elastin kulit. Akibatnya, akan terjadi perubahan pada struktur kulit. Selein itu, terkena sinar matahari akan mempercepat proses penuaan yang mengarah pada kerutan, flek, serta kerusakan kulit lainnya.

4. Timbul ruam parah

skin rash
Beberapa kondisi medis menimbulkan ruam pada kulit. (foto: dermatology specialist)


Ada beberapa kondisi medis yang mudah menimbulkan ruam pada kulit. Sebagai contoh, orang yang punya alergi sinar matahari akan sangat gampang untuk mengalami kulit kemerahan meski baru beberapa menit berada di bawah pancaran sinar mentari.

Reaksi alergi yang lebih parah bahkan dapat menyebabkan penyakit porfiria, yakni kondisi yang membuat seseorang takut berlebihan pada sinar matahari. Bahaya sinar matahari yang ditimbulkan akan membuat kulit seketika memerah hingga melepuh saat terpapar cahaya matahari.


5. Menurunkan sistem imun

allergy
Paparan sinar matahari akan mengganggu kerja imun tubuh. (foto: pixabay/cenczi)

Tubuh dilengkapi sistem imun yang bertugas memerangi datangnya berbagai infeksi dan pertumbuhan sel abnormal. Pertahanan sistem kekebalan itu melibatkan kerja sel darah putih atau limfosit (sel T) dan sel langerhans.

Kulit yang terpapar sinar matahari terlalu sering akan memicu lepasnya bahan kimia aktif yang akan mengganggu kerja sistem imun tubuh. Akibatnya, kemampuan imun untuk menghalau masuknya infeksi pun melemah.

Dengan beberapa dampak negatif itu, sebaiknya kamu tetap membatasi paparan sinar matahari berlebihan, terutama bila tidak disertai dengan pelindung. Kalaupun akan menghabiskan banyak waktu di bawah sinar matahari, ada baiknya kamu mengenakan pelinding berupa topi, pakaian tertutup, hingga tabir surya.(*)



Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH