Vagina Bisa Melebar dan Menyempit, Benarkah? Vagina punya variasi dalam ukuran, bentuk, dan kedalaman. (foto: Pixabay/judiCBell)

BAGI perempuan, vagina merupakan organ reproduksi. Lewat organ ini, perempuan mengeluarkan darah menstruasi tiap bulan. Selain itu, saat persalinan, bayi pun keluar lewat organ ini.

Layaknya organ lain di tubuh perempuan, vagina juga punya variasi dalam hal bentuk, ukuran, juga kedalaman. Meskipun demikian, variasi ukuran vagina tak akan terlihat oleh kamu atau bahkan pasangan seksual kamu.

Vagina adalah saluran yang menghubungkan rahim, leher rahim, dan bagian terluar organ seks, seperti vulva. Dalam vagina terdapat jaringan mukosa yang terdiri dari sel-sel khusus yang mengeluarkan cairan pelumas. Cairn itu membantu dinding vagina untuk merenggang.

Organ seksual perempuan yang dapat dilihat mata telanjang disebut vulva. Bagian vulva termasuk punuk kemaluan, labia majora (bibir luar), labia minora (bibir dalam), bukaan uretra (saluran kencing), klitoris, dan vagina. Organ-organ tersbeut bekerja sama dalam mendukung proses buang air kecil dan reproduksi seksual.

Ukuran dan penampilan vulva bisa berbeda-beda setiap wanita. Vulva mungkin memiliki warna yang sama atau lebih gelap daripada bagian tubuh lainnya.

Ukuran, bentuk, dan kedalaman vagina bervariasi pada setiap perempuan. (foto: Pixabay/ChrisCaroll071158)

Sebuah penelitian yang diterbitkan di International Journal of Obstetrics and Gynaecology menyebutkan kedalaman rata-rata vagina ialah sekitar 9,6 cm. Meskipun demikian, kedalaman dan penampilan vagina itu bisa sangat bervariasi. Bahkan, bagi beberapa orang, kedalaman vagina dari pembukaan hingga ujung leher rahim atau servik bisa mencapai 17,7 cm.

Dalam hal labia majora, warna, ukuran, dan bentuknya pun akan berbeda untuk setiap prempuan tergantung kandungan jaringan lemaknya. Ukuran panjang labia majora bisa mencapai 7-12 cm. Sementara itu, ukuran klitoris berkisar sekitar 5-35 mm. Namun, ukuran klitoris itu bisa lebih besar atau membengkak saat terangsang.


Bisakah ukurannya berubah?

tampon
Ukuran dan kedalaman vagina bisa menyesuaikan dengan penyisipan tampon. (foto: pixabay/EME)

Selain bervariasi, ukuran dan kedalaman vagina bisa berubah dalam kondisi tertentu. Vagina dapat meregang untuk menyesuaikan penyisipan tampon atau penis.

Saat kamu sedang bergairah, darah akan mengalir lebih banyak ke vagina. Hal itu menyebabkan vagina memanjang dan servik terangkat sedikit. Hal itu yang memungkinkan penis atau mainan seks masuk ke vagina. Ukuran rata-rata penis saat ereksi sekitar 33% lebih panjang daripada rata-rata kedalaman vagina. Oleh karena ukuran vagina dan penis bisa bervariasi, organ-organ tersebut dapat saling menyesuaikan.

Meskipun demikian, penelitian belum menemukan perbedaan kedalaman vagina pada perempuan yang telah melahirkan dan yang belum. Penampilan vagina tidak akan berubah, karena terletak di bagian dalam. Faktanya, penelitian tidak menemukan hubungan antara kedalaman vagina perempuan dan usianya.

Perubahan hormon juga memengaruhi kondisi vagina. (foto: pixabay/stocksnap)

Di lain hal, labia mungkin tampak lebih kecil dari waktu ke waktu. Hal itu disebabkan jumlah estrogen dalam tubuh menurun seiring bertambahnya usia. Hal itu dapat mengurangi lemak dan kolagen.

Selain bentuk dan kedalaman, warna vagina juga dapat berubah. Vagina bisa menjadi lebih terang atau lebih gelap seiring perubahan hormon. Beberapa perempuan mungkin merasa bahwa ada yang berubah pada vagina setelah melahirkan. Memang jaringan di vagina melakukan peregangan untuk membantu keluarnya bayi, tapi hal itu tidaklah permanen. Faktanya, penelitian tidak menemukan perbedaan ukuran vagina antara perempuan yang sudah pernah melahirkan dan yang belum.

Namun, jika kamu ingin vagina yang kecang, dokter menyarankan untuk melakukan senam kegel. Latihan itu dilakukan dengan meremas dan melepaskan otot yang digunakan untuk mengontrol buang air kecil guna membantu memperkuat dasar panggul.(*)



Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH