UU Nomor 5 Tentang ASN Paling Sering Diuji di MK Ilustrasi sidang di MK. (Antaranews)

Merahputih.com - Mahkamah Konstitusi menyatakan UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) merupakan salah satu undang-undang yang paling sering dimohonkan untuk diuji sejak diundangkan.

"UU ASN menjadi salah satu UU yang paling sering diuji di MK. Sejak UU ASN diundangkan pada tanggal 15 Januari 2014, setidaknya telah 14 permohonan diajukan oleh berbagai kalangan masyarakat ke Mahkamah Konstitusi," ujar Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams dikutip Antara, Rabu (20/5).

Baca Juga:

KPK Tahan Ketua DPRD Muara Enim Aries HB

Menurutnya, regulasi manajemen ASN yang saat ini sudah berlaku memang memerlukan waktu yang cukup untuk dapat dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.

Dalam putusan, Mahkamah Konstitusi menyebut salah satu pertimbangan mendasar dibentuknya UU ASN adalah kebutuhan membangun ASN yang memiliki integritas, profesional, netral, bebas dari intervensi politik serta bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Ilustrasi sidang Mahkamah Konstitusi
Ilustrasi sidang MK (Foto: antaranews)

Selain itu, juga agar ASN mampu menyelenggarakan pelayanan publik dan menjalankan peran sebagai unsur perekat persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Terkait permohonan pegawai honorer yang ditolak MK dalam sidang itu, Mahkamah Konstitusi menilai norma UU ASN yang dimohonkan pengujian berkenaan langsung dengan status pegawai honorer yang menurut pemohon menyebabkan hak konstitusional pemohon dirugikan.

Baca Juga:

Di Jakarta Terjadi Pelambatan Jumlah Penderita Corona

Kerugian yang didalilkan dialami adalah hilangnya kesempatan para pemohon untuk menjadi CPNS. Sementara atas dalil pemohon itu, Mahkamah Konstitusi menilai tidak beralasan menurut hukum sehingga ditolak. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kasus Korupsi Berlanjut, Bos PT Humpuss Bakal Duduk di Kursi Pesakitan
Indonesia
Kasus Korupsi Berlanjut, Bos PT Humpuss Bakal Duduk di Kursi Pesakitan

Direktur PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) bakal segera duduk di kursi terdakwa Pengadilan Tipikor Jakarta.

Pernyataan Airlangga Soal Demo Ditunggangi Dinilai untuk Jaga Kemurnian Gerakan Moral
Indonesia
Pernyataan Airlangga Soal Demo Ditunggangi Dinilai untuk Jaga Kemurnian Gerakan Moral

Pak Airlangga, Pak Prabowo, Pangdam mempunyai data intelejen yang lengkap

AHY Sebut Program Tapera Memberatkan Pengusaha
Indonesia
AHY Sebut Program Tapera Memberatkan Pengusaha

Menurutnya secara sanksi admnistrasi ikut memberatkan perusahaan.

Puskesmas Diminta Aktif Lakukan Deteksi Dini Kasus Suspek COVID-19
Indonesia
Puskesmas Diminta Aktif Lakukan Deteksi Dini Kasus Suspek COVID-19

Puskesmas di Kabupaten Kepulauan Selayar untuk bisa menyamakan persepsi

Gibran dan Dhito Diprediksi Lawan Kotak Kosong, Ini Respons PDIP
Indonesia
Gibran dan Dhito Diprediksi Lawan Kotak Kosong, Ini Respons PDIP

Kotak kosong juga bagian dari demokrasi yang sehat.

Ormas Islam Solo Nobar Film G30S/PKI di Masjid Dekat Rumah Jokowi
Indonesia
Ormas Islam Solo Nobar Film G30S/PKI di Masjid Dekat Rumah Jokowi

Massa ormas Islam Solo yang tergabung dalam Dewan Syariah Kota Surakarta mengadakan nobar film penghianatan PKI.

Reaksi Prabowo Ketika Tahu Anak Emasnya Dicokok KPK
Indonesia
Reaksi Prabowo Ketika Tahu Anak Emasnya Dicokok KPK

"Arahan dari Ketua Umum untuk menunggu perkembangan lebih lanjut informasi dari KPK," kata Dasco

 PSI: Anies Harus Berani Tarik Kembali Uang Commitment Fee Formula E Rp560 Miliar
Indonesia
PSI: Anies Harus Berani Tarik Kembali Uang Commitment Fee Formula E Rp560 Miliar

Acara tahun 2020 belum tentu bisa dilaksanakan karena pandemi Covid-19, sehingga setidaknya bisa tarik dulu uang pembayaran Rp 360 miliar

Penjelasan Polisi soal Kasus Raffi Ahmad, Lanjut atau Tidak?
Indonesia
Penjelasan Polisi soal Kasus Raffi Ahmad, Lanjut atau Tidak?

Polisi memastikan kerumunan acara ulang tahun Ricardo Gelael, ayah dari Sean Gelael yang dihadiri presenter Raffi Ahmad tidak melanggar protokol kesehatan.

PKS Ngotot Anies Lebih Bagus dari Ahok dan Jokowi
Indonesia
PKS Ngotot Anies Lebih Bagus dari Ahok dan Jokowi

"Kan kalau yang kita kaji perbandingannya jauh lebih bagus yang udah dilakukan Anies," ujar Arifin