Demo UU Ciptaker Rusuh, Belasan Kamera e-Tilang Rusak Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Demo terkait Omnibus Law yang berujung kericuhan beberapa waktu belakangan ini membuat belasan titik kamera tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (E-TLE) di Jakarta rusak.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, 12 titik kamera itu rusak pasca demo yang berujung kericuhan beberapa kali.

"Tempatnya banyak ya masih sekitaran Sudirman Thamrin khususnya di deket pos-pos lantas yang dibakar," kata Kombes Sambodo kepada wartawan di Gerbang Tol Cikunir 2, Bekasi, Jumat (30/10)

Baca Juga

Polri Siagakan 160.916 Personel Amankan Puncak Arus Balik Libur Panjang

Sambodo mengatakan 12 titik E-TLE itu diduga kuat dirusak oleh massa perusuh. Kondisi kamera E-TLE itu sendiri ada yang miring posisinya hingga rusak tidak bisa digunakan.

"Ada yang memang panelnya yang rusak, ada yang disodok sehingga dia posisinya (miring), ada yang kabelnya putus dan sebagainya," beber Sambodo.

"Ya enggak mungkin rusak sendiri kan. Tapi kan ini di depan kamera ETLE ada CCTV juga nanti kita lihat lah prosesnya seperti apa yang dirusak," sambungnya.

Polisi menempatkan sejumlah petugas di titik-titik lokasi kamera yang dirusak agar pengawasan lalu lintas tetap berjalan normal sambil menunggu perbaikan selesai.

Terkait aksi anarkis merusak kamera ETLE, Polisi sampai saat ini terus melakukan penyelidikan guna mengungkap siapa orang yang merusak kamera e-tilang.

"Masih dalam penyelidikan dan beberapa sudah ditangkap juga kemarin sudah diekspos sama Krimum kan," ujarnya.

Seperti diketahui, aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law sudah terjadi sejak awal bulan ini. Aksi unjuk rasa itu digelar oleh berbagai elemen massa mulai dari massa mahasiswa hingga buruh.

Baca Juga

Sabtu-Minggu Jadi Puncak Arus Balik Libur Panjang

Aksi unjuk rasa ini tidak serta merta berjalan dengan lancar dan damai. Kericuhan sempat terjadi di Jakarta pasca demo itu berlangsung hingga polisi sempat mengamankan ratusan orang bahkan puluhan di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Muhammadiyah Diharap Konsisten Perjuangkan Islam Berkemajuan di Hari Jadinya ke-108
Indonesia
Muhammadiyah Diharap Konsisten Perjuangkan Islam Berkemajuan di Hari Jadinya ke-108

Puan mengaku bangga pada seluruh pimpinan dan kader Muhammadiyah

RUU HIP Dinilai Rendahkan Pancasila
Indonesia
RUU HIP Dinilai Rendahkan Pancasila

Menurut Dede, RUU HIP tidak mencerminkan nilai Pancasila

Tim Kuasa Hukum Minta Dua Penyerang Novel Dibebaskan
Indonesia
Tim Kuasa Hukum Minta Dua Penyerang Novel Dibebaskan

Perbuatan terdakwa diyakini bukan suruhan dari atasan di lingkungan Polri. Karena perbuatan penyiraman terdakwa dilakukan karena motif pribadi.

Penjual Daging Babi Ditangkap Polresta Bandung, Wakapolresta Surakarta: Kami Belum Dimintai Bantuan
Indonesia
Penjual Daging Babi Ditangkap Polresta Bandung, Wakapolresta Surakarta: Kami Belum Dimintai Bantuan

Iwan juga mengaku belum menerima informasi itu dari Polres Bandung dan hanya dapat kabar dari media.

[HOAKS atau FAKTA] Transmart Ditutup 10 Hari Gegara Pegawai Kena COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Transmart Ditutup 10 Hari Gegara Pegawai Kena COVID-19

Beredar melalui pesan berantai Whatsapp informasi yang menyebutkan belasan orang terpapar positif COVID-19 di Transmart.

Eks Penyidik KPK Raden Brotoseno Bebas Bersyarat
Indonesia
Eks Penyidik KPK Raden Brotoseno Bebas Bersyarat

Mmantan polisi dan penyidik KPK itu telah bebas bersyarat sejak Februari 2020 silam.

Selain Diskualifikasi, Denda Besar Dijatuhkan Pada Djokovic
Olahraga
Selain Diskualifikasi, Denda Besar Dijatuhkan Pada Djokovic

"Dia memang memiliki kebiasaan yang kadang-kadang memukul bola ke tribun. Frustrasi mulai memuncak," kata Mantan Pelatih Petenis Serbia Boris Becker.

Polisi Ancam Tangkap Pelaku Pengambil Paksa Jenazah PDP Virus Corona
Indonesia
Polisi Ancam Tangkap Pelaku Pengambil Paksa Jenazah PDP Virus Corona

Polisi masih menindaklanjuti apa yang telah terjadi di beberapa titik daerah Makassar.

Khawatir Corona, Said Didu Mangkir Panggilan Polisi atas Dugaan Penghinaan Luhut
Indonesia
Khawatir Corona, Said Didu Mangkir Panggilan Polisi atas Dugaan Penghinaan Luhut

Said tak menghadiri pemeriksaan karena mengaku mengikuti anjuran pembatasan sosial.

BUMN Pelayan Publik Diminta Jaga Jarak Sesuai Arahan Jokowi
Indonesia
BUMN Pelayan Publik Diminta Jaga Jarak Sesuai Arahan Jokowi

Hal serupa juga diterapkan oleh PT Angkasa Pura I