UU Cipta Kerja Potensial Perluas Kesempatan Kerja Anggota Polres Cirebon Kota membubarkan para pengunjuk rasa yang tidak berizin. (ANTARA/Khaerul Izan)

MerahPutih.com - Pakar Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan dari Fisipol UGM, Hempri Suyatna mengatakan, kemunculan UU Cipta Kerja yang baru disahkan Senin (5/10) mampu membuka lapangan kerja yang lebih luas.

“UU ini potensial memberikan dampak positif bagi pembangunan kesejahteraan masyarakat karena membuka ruang kemudahan investasi untuk masuk ke Indonesia,” ujar Hempri melalui keterangan pers di Yogyakarta, Kamis (8/10).

Selain itu, ia menilai UU Cipta Kerja merupakan upaya pemerintah untuk memangkas birokrasi untuk memudahkan iklim investasi di indonesia. Adanya kemudahan usaha ini diharapkan mampu menarik investor dan membuka kesempatan kerja. Sebab, dalam beberapa kasus seringkali muncul keluhan investor soal perijinan yang berbelit belit.

Baca Juga

Carut Marut Pasal Selundupan Omnibus Law Cipta Kerja

Namun, merubah UU ketenagakerjaan saja tidak cukup. Pemerintah juga perlu mengeluarkan kebijakan ekonomi yang menopang kehidupan masyarakat.

“Salah satu kebijakan ekonomi yang perlu diambil adalah mendorong peningkatan perputaran ekonomi di daerah misalnya dengan gerakan bela beli produk lokal,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah dituntut memprioritaskan investasi-investasi yang mampu mensejahterakan bukan yang meminggirkan rakyat. Namun di sisi lain, Hempri menilai pemerintah kurang pas mensahkan UU ini dimasa pandemi. Apalagi di tengah ekonomi dunia dan masyarakat yang lagi mengalami penurunan.

Sementara itu, banyak juga penolakan dari para buruh dan berbagai kalangan yang melakukan melakukan penolakan ini. “Seharusnya perlu sedikit ditunda sambil memperbaiki beberapa pasal yang menjadi keluhan masyarakat,” tutupnya. (Teresa Ika/Yogyakarta)

Baca Juga

Mau Ikut Demo UU Cipta Kerja, 400 Orang Remaja Diamankan Polisi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ketua DPD Ingatkan Booster Vaksin COVID-19 Diprioritaskan untuk Nakes
Indonesia
Ketua DPD Ingatkan Booster Vaksin COVID-19 Diprioritaskan untuk Nakes

Ketua DPD La Nyalla Mattalitti menegaskan vaksin COVID-19 dosis ketiga untuk sementara ini diprioritaskan bagi tenaga kesehatan.

Pakar Hukum Sayangkan Jokowi tak Bahas Masalah Korupsi di Pidato Kenegaraan
Indonesia
Pakar Hukum Sayangkan Jokowi tak Bahas Masalah Korupsi di Pidato Kenegaraan

"Sangat disayangkan, isu tentang pemberantasan korupsi absen dalam pidato Presiden dalam sidang tahunan MPR tahun 2021 ini," kata Tholabi

Empat Pekerjaan Rumah Pemerintah Capai Swasembada Migas
Indonesia
Empat Pekerjaan Rumah Pemerintah Capai Swasembada Migas

Tanpa kesungguhan dan komitmen kuat, mustahil niat tersebut akan terwujud

Polisi Kantongi Rekaman CCTV di Tol Cikampek
Indonesia
Polisi Kantongi Rekaman CCTV di Tol Cikampek

Apalagi adanya bukti rekaman percakapan atau voice note antara sesama simpatisan Rizieq saat kejadian

Anies Minta Warga Tak Bepergian Saat Libur Panjang Imlek
Indonesia
Anies Minta Warga Tak Bepergian Saat Libur Panjang Imlek

Kalau ada libur panjang akhir pekan banyak warga Jakarta bepergian

KPK Dalami Aliran Uang Suap Nurdin Abdullah Lewat Plt Gubernur Sulsel
Indonesia
KPK Dalami Aliran Uang Suap Nurdin Abdullah Lewat Plt Gubernur Sulsel

Selain Sulaiman, pada saat bersamaan penyidik juga memeriksa Meikewati Bunadi selaku ibu rumah tangga dan Yusuf Tyos sebagai wiraswasta

Bertahan di Masa PPKM Darurat dengan Berjualan Online
Indonesia
Bertahan di Masa PPKM Darurat dengan Berjualan Online

Bagi sebagian masyarakat, Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan (PPKM) Darurat membuat mereka harus memutar otak untuk bisa bertahan hidup.

Kapolri Wacanakan Ujian Bikin SIM Seperti Main Gim di Mal
Indonesia
Kapolri Wacanakan Ujian Bikin SIM Seperti Main Gim di Mal

Adapun pelayanan yang mengedepankan teknologi informasi, menurut Sigit, antara lain perpanjangan SIM, pelayanan STNK, hingga SKCK secara online.