Utang Telah Capai Rp31 Triliun, Ini Langkah Garuda Indonesia Pesawat Garuda Indonesia. (Foto: Angkasa Pura II).

MerahPutih.com - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang melayani jasa penerbangan, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, terus mengalami tekanan keuangan di saat pandemi COVID-19. Paling tidak, total utang usaha dan pinjaman bank telah mencapai 2,2 miliar dolar AS atau Rp31,9 triliun per 1 Juli 2020.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra merinci, dari 2,2 juta dolar AS itu, di antaranya 905 juta dolar AS pinjaman jangka pendek dan 645 juta dolar AS pinjaman jangka panjang.

Paling tidak, kata Irfan, dari 645 juta dolar AS ada pinjaman sukuk 500 juta dolar AS perusahaan telah melakukan negosiasi dan extend (perpanjang) selama tiga tahun yang seharusnya jatuh tempo 3 Juni 2020, menjadi 3 Juni 2023. Sementara untuk arus kas (cash flow) yang tersisa di perusahaan hanya 14,5 juta dolar AS atau Rp210 miliar.

Baca Juga:

Kasus Corona Melonjak, DPRD: Kemungkinan Anies Ambil Langkah Darurat

Irfan menegaskan, selain melakukan perpanjangan utang, pihaknya melakukan restrukturisasi sewa pesawat untuk menurunkan harga pesawat serta merumahkan 800 pegawai yang berstatus Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dengan cuti luar tanggungan (unpaid leave).

Langkah lainnya adalah melakukan pensiun dini. Pegawai atas 45 tahun diperbolehkan untuk mengambil pensiun. Tercatat paling tidak, 400 orang yang bersedia secara sukarela menerima program pensiun dini.

Direktur Utama Garuda Irfan
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra. (Foto: Antara)

Dilansir Kantor Berita Antara, Garuda juga melakukan pemotongan gaji 10 hingga 50 persen, baik dari level staf, jajaran direksi maupun komersial. Paling tidak, semakin tinggi jabatannya pemotongan gaji (take home pay) semakin besar.

Langkah lainnya di bidang SDM adalah percepatan kontrak terhadap pilot dengan penyelesaian lebih dini pada 135 orang dengan tetap membayar hak-hak sebagai pewagai.

Irvan menegskan, paling tidak, dengan efisiensi yang dilakukan di internal perusahaan, perusahaan berharap bisa menghemat hingga 67 juta dolar AS. (*)

Baca Juga:

Vaksin Kebal COVID-19 Diharap Tersedia Pertengahan Tahun Depan



Alwan Ridha Ramdani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH