Utang Indonesia Justru Lebih Kecil Dibanding Malaysia dan Thailand Mata uang rupiah (Foto: Setkab.go.id)

MerahPutih.Com - Ekonomi Dr James Adam mengatakan sekalipun utang negara di luar negeri sampai dengan Juni 2017 sebesar Rp3.706,52 triliun atau meningkat sebesar Rp34,19 triliun, namun masih lebih rendah dibanding Malaysia, Thailand hingga Jepang.

"Rasio utang Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) masih lebih rendah jika dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand dan Jepang," katanya sebagaimana dilansir Antara di Kupang, Kamis (27/7).

Mantan Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kpang ini mengatakan hal itu terkait utang Indonesia dibandingkan dengan PDB masih di bawah batas aman dan berada di bawah rasio utang negara-negara maju lainnya.

Bahkan berdasarkan data dari Kemenkeu, angka rasio utang tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan beberapa negara G-20 dan beberapa negara ASEAN, seperti Malaysia sebesar 53,2 persen dan Thailand sebesar 44,4 persen dari PDB negara-negara tersebut dan Indonesia hanya terpaut 28 persen.

Meskipun apabila di sinergikan dengan tingkat penurunan kemiskinan berdasarkan Badan Pusat Statistik Indonesia masih menyisakan penduduk miskin sebanyak 27,77 juta atau 10,64 persen dari total penduduk dari negara-negara itu.

"Dibanding dengan negara-negara lain di sekitar kita seperti Malaysia, Thailand itu berkisar 50 peren-40 persen, kalau Jepang malah 200 persen dari PDB-nya, Amerika Serikat sekira 100 persen," katanya.

Menurut dia, meski masih terkesan lebih rendah dari negara lain, dia mengatakan bahwa pemerintah tetap berupaya mengatur utang Indonesia agar nantinya tak semakin membebani negara karena tidak berkurang.

"Kalau kita lihat secara makro memang di dalam pengolahan utang kita harus diperbaiki karena memang jumlah utang yang kita ambil itu memang pertumbuhannya agak cepat," katanya.

Kondisi ketabilan ini harus tetap terjaga sebaik mungkin sehingga kredibilitas kita di mata para investor tetap terjaga," katanya.

"Meskipun kita mengambil utang, tapi kita tetap bisa membayar, meskipun kita ambil utang tapi persentasenya terhadap PDB tetap terkendali di sekira 28 persen. Kita akan jaga di sekira ," katanya.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan melansir, utang pemerintah pusat hingga Mei 2017 mencapai Rp3.672,33 triliun.

Utang ini terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp2.943,73 triliun (80,2 persen) dan pinjaman sebesar Rp728,60 triliun (19,8 persen).(*)

Sumber: ANTARA



Eddy Flo

YOU MAY ALSO LIKE