Usut Kebocoran Data, Bareskrim Bakal Sita Server BPJS Kesehatan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono, Selasa (15/6/2021) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

MerahPutih.com - Penyidik Bareskrim Polri masih melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan kebocoran data pribadi BPJS Kesehatan. Terbaru, polisi berencana menyita server dari BPJS Kesehatan untuk kepentingan penyelidikan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Rusdi Hartono. Ia menyebut pihaknya sudah mengirim surat izin untuk menyita server tersebut.

Baca Juga

Terus Usut Dugaan Kebocoran Data BPJS, Polisi: Tergantung Kepentingannya

“Penyidik membuat permohonan izin khusus penyitaan terhadap server itu ke Pengadilan Negeri Surabaya,” kata Brigjen Rusdi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (16/6).

Pengajuan permohonan penyitaan dikirim Bareskrim ke PN Surabaya lantaran server tersebut berada di Surabaya.

“Karena servernya ada di Surabaya,” beber Rusdi.

Pegawai BPJS Kesehatan. Foto: Istimewa

Rusdi menyebut dalam kasus ini, sudah ada sebanyak 15 orang saksi yang diperiksa oleh polisi. Saksi yang diperiksa antara lain dari pihak BPJS Kesehatan hingga vendor-vendor.

“Penyidik telah meriksa lebih kurang 15 saksi dari BPJS, Vendor, BSSN juga telah diperiksa,” kata Rusdi.

Menurut Rusdi, tim penyidik Bareskrim Polri telah mendapatkan jejak digital pelaku yang bocorkan data pribadi 279 juta penduduk Indonesia.

Rusdi menegakan bahwa pihaknya hanya tinggal tunggu waktu untuk menangkap pelaku.

"Cryptocurrency yang diduga milik pelaku juga telah kami periksa. Ke depan pasti bakal ada perkembangan baru, kita tunggu saja," ujarnya. (Knu)

Baca Juga

Polisi Panggil 5 Vendor BPJS Kesehatan Terkait Kebocoran 279 Juta Data

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kasus Rapid Test Alat Bekas, Kimia Farma Diagnostika Harus Tanggung Jawab
Indonesia
Kasus Rapid Test Alat Bekas, Kimia Farma Diagnostika Harus Tanggung Jawab

Pemerintah agar terus memperketat pengawasan kinerja semua sektor dalam menjalankan program penanggulangan bencana COVID-19.

Rekor Tertinggi Selama Pandemi, Penambahan Kasus COVID-19 Capai 12.818
Indonesia
Rekor Tertinggi Selama Pandemi, Penambahan Kasus COVID-19 Capai 12.818

Jumlah tersebut didapatkan dari pemeriksaan spesimen sebanyak 72.957

Rahayu Janjikan Badan Usaha Milik RW Dengan Bantuan Rp100 Juta
Indonesia
Rahayu Janjikan Badan Usaha Milik RW Dengan Bantuan Rp100 Juta

"Bantuan dana aspirasi Rp 100 juta/RW/tahun dan Rp 1 juta/RT/bulan sebenarnya tidak banyak, tetapi bisa dimanfaatkan untuk kemaslahatan warga" ujarnya.

Mayoritas Anak Muda Ingin UU ITE Direvisi
Indonesia
Mayoritas Anak Muda Ingin UU ITE Direvisi

Sebanyak 41,6 persen anak muda mengapresiasi negatif tindakan saling lapor. Sedangkan 32,2 persen menilai tindakan saling melapor itu baik-baik saja.

Mahasiswa Papua APN Dukung Perdamaian di Bumi Cendrawasih
Indonesia
Mahasiswa Papua APN Dukung Perdamaian di Bumi Cendrawasih

Koordinator deklarasi, Musa Matias Rumere (20) menegaskan aksi itu digelar atas nama internal mahasiswa APN Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah bukan dari mahasiswa Papua di Soloraya. Dengan demikian, ia berharap persoalan bisa dipahami dengan baik.

KPK Periksa Eks Direktur Pemasaran PT Jasindo
Indonesia
KPK Periksa Eks Direktur Pemasaran PT Jasindo

KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Direktur Pemasaran Korporasi PT Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo) Eko Wari Santoso hari ini.

Otak-Atik Istilah Penanganan Pandemi COVID-19
Indonesia
Otak-Atik Istilah Penanganan Pandemi COVID-19

Pemerintah tidak menggunakan istilah yang ada dalam Undang-undang (UU) Nomor 6 Tahun 2018.

Sekolah Tatap Muka Bisa Dibatalkan Jika Orang Tua Tidak Mengizinkan
Indonesia
Sekolah Tatap Muka Bisa Dibatalkan Jika Orang Tua Tidak Mengizinkan

"Kalau wali murid tidak mengizinkan, maka dimungkinkan anak tersebut sekalipun sekolah dibuka, diperbolehkan untuk tidak itu (tatap muka) dilakukan," terang Riza.

Wagub Pastikan Tracing COVID-19 Setelah Kerumunan di Petamburan
Indonesia
Wagub Pastikan Tracing COVID-19 Setelah Kerumunan di Petamburan

Ahmad Riza Patria memastikan Dinas Kesehatan melakukan tracing setelah adanya kerumunan acara FPI, pada 14 November 2020 lalu.

Stok Vaksin COVID-19 di Indonesia Berlimpah, Keterisian Rumah Sakit Menurun
Indonesia
Stok Vaksin COVID-19 di Indonesia Berlimpah, Keterisian Rumah Sakit Menurun

Program vaksinasi secara nasional terus berjalan dan secara bertahap Indonesia juga kedatangan sejumlah vaksin COVID-19.