Uskup Suharyo: Teroris tidak Terkait Satu Agama, Tapi Duka Seluruh Bangsa Ilustrasi. Foto: Antara

MerahPutih.com - Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo menegaskan rentetan serangan bom yang terjadi di tiga gereja dan Mapolrestabes Surabaya, Jawa Timur baru-baru ini tidak terkait dengan agama tertentu. Duka ini bukan hanya dirasakan umat nasrani saja, tetapi juga dirasa seluruh anak bangsa Indonesia.

"Yang dicederai atas peristiwa ini bukan hanya komunitas agama tertentu, tetapi kita semua sebagai bangsa Indonesia," kata Suharyo, saat jumpa pers bersama di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Senin (14/5).

Menurut Uskup, rangkaian aksi teror yang terjadi di Surabaya merupakan serangan terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Apalagi, lanjut dia, serangan para terduga teroris menyasar tidak hanya tempat ibadah melainkan juga kantor polisi.

Uskup KAJ Ignatius
Caption

"Jadi yang dicederai bukan komunitas agama tertentu yang gerejanya dibom melainkan kebersamaan sebagai NKRI dan sebagai bangsa Indonesia," ujar pemimpin umat Kahtolik se-Keuskupan Agung Jakarta itu.

Untuk itu, Suharyo mengajak seluruh warga Indonesia untuk bersatu padu menahan diri, tidak terprovokasi serta terus menggalang solidaritas kemanusiaan sekaligus menolak segala bentuk kekerasan. "Jika mendapati peristiwa sekecil apapun yang menjurus pada radikalisme dan terorisme segera laporkan ke aparat keamanan," tutur dia.

Suharyo juga mengimbau segenap umat beragama untuk menghentikan segala spekulasi yang bisa memperkeruh peristiwa yang telah terjadi. Bahkan, dia merujuk pesan Bapak Suci Paus Fransiskus ikut mendoakan para korban ledakan bom di tiga gereja di Surabaya, serta menyerukan doa untuk mengakhiri kekerasan, yang disampaikan saat menyapa para peziaarah, di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Minggu (13/4).

Paus
Paus Fransisku. (Instagram/ franciscus)

Paus secara langsung menyebut peristiwa Surabaya dan mengajak umat untuk mendoakan para korban dan keluarga korban. Dalam doanya Paus Fransiskus meyakinkan "orang-orang terkasih di Indonesia", terutama umat Kristiani di Surabaya, bahwa ia merasa sangat dekat dengan mereka dalam menghadapi serangan-serangan mematikan di beberapa gereja.

Bersama-sama, Paus Fransiskus mengajak seluruh umat untuk berharap Tuhan membawa kedamaian dan menghentikan segala tindak kekerasan. Pimpinan tertinggi Gereja Katolik Roma itu berdoa agar setiap orang dapat menemukan ruang untuk rekonsiliasi dan persaudaraan dalam hati mereka, bukan kebencian maupun kekerasan.

"Tidak ada satu kata pun yang mengancam dari kata-kata Paus, tetapi sebaliknya doanya sangat menyejukkan," tutur Uskup Suharyo, merujuk doa yang disampaikan Paus Fransiskus.

Uskup Jakarta itu menambahkan dirinya langsung ditelepon Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban Din Syamsuddin. Din menyampaikan belasungkawa dan mengucapkan terima kasih atas pernyataan yang menyejukkan dari pemimpin umat Katolik terhadap reaksi atas peristiwa teror gereja di Surabaya.

"Saya juga dapat telepon dari Pak Din Syamsuddin yang mengucapkan belasungkawa atas peristiwa yang terjadi, dan berterima kasih karena Paus menyampaikan kata-kata yang sejuk," kata Uskup Suharyo.

Ilustrasi. (foto: Antara)

Acara konferensi pers soal rentetan bom di Indonesia ini juga hadiri Pengurus Besar NU (PBNU) Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Persekutuan Gereja-Gereja Indonsia (PGI) Pendrya Penrad Siagian, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Romo Agus Ulahayanan, Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) YM Maha Biksu Dutavira Sthavir, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Tanto Jaya, Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Peter Lesmana, Muslimat NU Yenny Wahid, Lembaga Persahabatan Umat Islam (LPOI) KH. Maraudi Syuhud. (Asp)

Kredit : asropih

Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH