Uskup Hubertus Leteng Diminta Kembalikan Dana Gereja Rp 1,6 Miliar Uskup Emeritus Ruteng Mgr Hubertus Leteng (Komsos KWI)

MerahPutih.com - Pemimpin Keuskupan Ruteng di Nusa Tenggara Timur, Monsinyur (Mgr) Hubertus Leteng, memutuskan mengundurkan diri setelah diduga menyelewengkan dana gereja dan skandal seks.

Pengunduran diri Hubertus Leteng sudah mendapatkan persetujuan dari Paus Fransiskus sebagai pimpinan tertinggi Gereja Katolik Roma pada Rabu (11/10).

Meskipun sudah mundur, Hubertus Leteng diminta mengembalikan dana gereja oleh Romo Robert Pelita, yang sejak Juni lalu bersama 68 pastor lain mendesak agar Hubertus meletakkan jabatan.

Robert mendasarkan ucapannya pada pernyataan perwakilan Vatikan yang datang ke Ruteng pekan ini.

"Ada penegasan dari utusan Vatikan. Prinsipnya uang itu harus dikembalikan," kata Robert yang berstatus wakil Keuskupan Ruteng di Labuan Bajo, dikutip BBC Indonesia, Jumat (12/10).

Tetapi, Robert menyatakan bahwa Vatikan tidak memberikan batas waktu untuk mengembalikan uang yang sudah dipakai Hubertus. Namun, ditegaskan bahwa uang itu wajib dikembalikan, entah berapa lama.

Ketua Presidium Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr Ignatius Suharyo, enggan memaparkan duduk perkara di balik pengunduran diri Hubertus. Ia juga mengaku tidak mengetahui tindak lanjut Vatikan atas dugaan penyelewengan dana oleh Hubertus.

"Ini adalah urusan rahasia antara pimpinan tertinggi Gereja Katolik Roma dan yang mereka utus untuk memverifivikasi perkara itu. Yang seperti itu, kami-kami ini tidak tahu," kata Ignatius.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Timur, Kombes Julies Abraham Abast, menyebut pihaknya belum menerima laporan apapun terkait dugaan penyelewengan dana gereja tersebut.

Sebelum Keuskupan Ruteng melaporkan dugaan itu, kata Julies, kepolisian menganggap isu tersebut tidak valid dan merupakan urusan internal gereja.

"Sejauh ini tidak ada indikasi perbuatan pidana dan keuskupan juga tidak melaporkan kepada kami. Kalau ada aduan, kami pasti akan menindaklanjuti," tuturnya.

Gejolak umatPublikasi pengunduran diri Uskup Hubertus muncul pada pengumuman Vatikan tanggal 11 Oktober kemarin. Dalam surat itu, Vatikan menyebut Paus Benediktus telah menunjuk Mgr Sylvester San untuk menggantikan posisi Hubertus di Ruteng. Sebelumnya, Syvester berstatus sebagai Uskup Denpasar.

Gereja Katolik Roma memiliki 37 keuskupan di seluruh Indonesia, terdiri dari 10 provinsi gerejawi dan satu ordinariat militer. Merujuk penuturan Mgr Ignatius Suharyo, penunjukkan uskup ditentukan oleh Paus di Vatikan.

Keuskupan Ruteng masuk dalam wilayah administratif Keuskupan Agung Ende, bersama Denpasar, Larantuka, dan Maumere.

Seperti tertuang dalam struktur kepengurusan KWI, selain menjabat Uskup Agung Ruteng, Mgr Hubertus Leteng juga memegang jabatan Delegatus Karya Kesehatan Katolik di organisasi itu.

Terkait tertutupnya gereja soal pengunduran diri Hubertus, Ignatius Suharyo menyebut kepentingan umat Katolik sebagai salah satu pertimbangan.

"Semuanya demi kebaikan. Gereja tidak mau merugikan nama baik siapapun, sehingga dibuat sangat rahasia, tidak seperti politik yang melengserkan atau memfitnah. Itu bukan cara gereja menghadapi masalah," ujarnya.



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH