Uskup Ajak Umat Katolik Belajar Makna Puasa dari Muslim Warga Desa Passo yang mayoritas beragama Kristen dan warga Desa Batu Merah yang beragama Islam, bersama-sama melakukan pengecatan Masjid Agung An'Nur, di Desa Batu Merah, Ambon, Maluku, Rabu (21/2/201

MerahPutih.com - Uskup Ambon Diosis Amboina Mgr Petrus C. Mandagi mengajak umat Katolik belajar dari umat Muslim yang saat ini akan melaksanakan ibadah puasa selama sebulan penuh.

"Saya mewakili umat Khatolik mengucapkan selamat kepada umat Muslim yang akan memasuki bulan puasa, bulan yang suci dan penuh berkah dan kami berusaha untuk menciptakan suasana damai dan tenteram agar pelaksanaan ibadah ini dilaksanakan dengan baik," kata Uskup di Ambon, Rabu (16/5).

Uskup Ambon
Uskup Ambon Diosis Amboina Mgr Petrus C. Mandagi. Foto: Penakatolik

Penjelasan Uskup disampaikan dalam acara "Bakumpol Bacarita Kamtibmas" bersama Kapolda Maluku Irjen Pol Andap Budhi Revianto, Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Suko Pranoto, Kajati Maluku Triyono Haryanto, dan pejabat militer maupun SKPD lainnya.

Dalam belajar tentang berpuasa kepada Muslim, Uskup mengajak umat Katolik untuk melihat tiga nilai penting dalam berpuasa. Yang pertama, lanjut dia, puasa penting untuk hidup baik dan sehat bagi raga.

"Banyak berdoa saat berpuasa karena Tuhan yang menentukan hidup kita dan bukan kita sendiri, serta berbuat baik khususnya memberikan sedekah kepada orang yang menderita," tutur Uskup merujuk dua hal lain yang bisa dipelajari dari ibadah puasa.

ramadan
Ilustrasi Ramadan. (foto: Pixabay/mohamed_hassan)

Uskup juga mengajak umat nasrani berdoa supaya umat Muslim dalam masa puasa ini betul-betul menjadi suci dan dekat dengan Tuhan serta hidup baik. Menurut dia, umat Katolik dan Muslim sangat mungkin bersinergi untuk menciptakan perdamaian di Indonesia. "Supaya mereka menjadi penegak-penegak perdamaian, persatuan, dan penegakperadaban," imbuh Uskup Petrus, dilansir Antara.

Terkait bom bunuh diri di Surabaya, Petrus menegaskan aksi itu merupakan perbuatan biadab dan bukanlah perbuatan orang beragama. Menurut dia, setiap agama pasti mengajarkan kebaikan jalan cinta kasih dan tidak menyakiti sesamanya. "Jangan pernah kita mempersalahkan umat Muslim karena mereka adalah orang baik," tandas dia.

hilal
Petugas Kementerian Agama Provinsi Aceh memantau hilal penetapan jadwal puasa 2018 di pesisir pantai Lhoknga, Aceh Besar, Aceh, Selasa (15/5). (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Pemerintah lewat Kementerian Agama telah menetapkan awal puasa 1439 Hijriyah jatuh pada Kamis (17/5) besok. Keputusan ini diambil setelah melakukan sidang isbat yang diikuti perwakilan ormas, ahli astronomi, tamu undangan, dan lainnya di Jakarta, Selasa, (15/5).

"Posisi hilal di bawah ufuk. Bulan Syahban kita genapkan dengan cara istiqmal menjadi 30 hari. Maka 1 Ramadan 1439 H jatuh pada Kamis, 17 Mei 2018," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, kemarin.

Sidang isbat penentuan awal Ramadan ini juga dihadiri duta besar negara-negara sahabat, DPR, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).

Hadir pula perwakilan Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, pakar falak dari ormas-ormas Islam, pejabat eselon I dan II Kementerian Agama, dan Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama. (*)


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH