Usai Lebaran, Pasien Terpapar COVID-19 di Solo Bertambah Menjadi 33 Orang Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Jawa Tengah, Siti Wahyuningsih. (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, menyatakan jumlah pasien terpapar COVID-19 di Solo betambah 4 orang, Selasa (26/5). Dengan bertambahnya enpat orang tersebut, total yang terpapar COVID-19 di Solo sebanyak 33 orang dari sebelumnya hanya 29 orang.

"Hari ini (Selasa) ada tambahan empat pasien terkorfirmasi COVID-19. Tambahan empat pasien baru ini diketahui setelah hasil test swab di RS UNS (Univetsitas ssebelas Maret) Surakarta keluar," ujar Ning.

Baca Juga:

Rapid Test Massal di Pasar Tradisional Solo, 2 Pedagang Pasar Burung Reaktif

Menurutnya tambahan pasien baru ini perinciannya tiga orang dari Kelurahan Joyotakan, Kecamatan Serengan dan satu orang dari Kecamatan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon. Untuk tiga warga Kelurahan Joyotakan ini awalnya dilakulan test massal bersama 247 dan hasilnya reaktif.

"Rapid test massal dilakukan pada tanggal 20 Mei lalu setelah ditemukan ada kasus warga positif usai ikut salat tarawih di masjid," kata dia.

Sebanyak 247 warga Kelurahan Joyotakan, Kecamatan Serengan, Solo, Jawa Tengah jalani rapid test massal, Rabu (20/5). (MP/Ismail)

Ning menjelaskan hasil rapid test massal ada enam orang reaktif. Kemudian diambil sample tenggorokan dan tiga orang ternyata positif. Pemkot Solo langsung menjemput tiga orang itu di rumahnya masing-masing untuk menjalani isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bung Karno Solo.

"Sedangkan satu pasien positif dari Kelurahan Semanggi ini naik kelas dari PDP (Pasien Dalam Pengawasan) menjadi positif COVID-19. Kami juga rawat pasien di RSUD Bung Karno, Solo," kata dia.

Baca Juga:

Jokowi Akui Lebaran 2020 Terasa Berat Lantaran Ada Pandemi Corona

Ia mengatakan dengan penambahan empat pasien positif tersebut, saat ini jumlah pasien positif corona yang masih dirawat sebanyak 7 orang, empat orang meninggal, dan sisanya sembuh. Ning berharap masyarakat tetap patuh pada protokol kesehatan dan tidak meremehkan anjuran pemerintah.

"Kunci keberhasilan pemutusan mata rantai penyebaran virus corona tergantung kepada masyarakat. Yang bisa melindungi kita adalah kita sendiri. Pemerintah hanya mengimbau," pungkasnya. (Ism)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH