Usai Kerusuhan 21-22 Mei, 43 Persen Warga Takut Berbicara Politik Direktur Program SMRC, Sirojudin Abbas (MP/Asropih)

MerahPutih.com - Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyatakan 43 persen rakyat Indonesia takut berbicara politik usai peristiwa kerusuhan 21-22 Mei 2019.

Hal tersebut diutarakan oleh Direktur Program SMRC, Sirojudin Abbas saat menggelar diskusi hasil survei nasional bertajuk 'kondisi Demokrasi dan Ekonomi Politik Nasional pasca peristiwa 21-22 Mei di kantor SMRC Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (16/6).

BACA JUGA: Polisi Masih Sulit Lacak Penyebab Tewasnya Massa Saat Kerusuhan 22 Mei

"Pertanyaannya apakah masyarakat sekarang takut berbicara politik. Saat ini, ada peningkatan, itu menyebabkan publik takut untuk berbicara politik," ujar dia.

Menurut Abas, tren tersebut sudah berlangsung sejak 2009 lalu. Dimana pada era Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mencapai 16 persen masyarakat takut berbicara politik.

Selanjutnya, di tahun 2014 pada pimpinan Presiden Jokowi ada sebanyak 17 persen rakyat Indonesia takut untuk berkomentar mengenai politik. "Ini perlu kita catat bahwa saat ini ada tren kenaikan perasaan takut di masyarakat untuk berbicara politik. Ada penurunan kualitas," tuturnya.

Ricuh d depan Bawaslu. (MP/Rizki Fitrianto)
Ricuh d depan Bawaslu. (MP/Rizki Fitrianto)

Namun demikian, saat ini Abas mengungkap, sebagian besar warga Indonesia tak pernah merasa takut berbicara politik. Dalam temuannya ada sebesar 35 persen masyarakat Indonesia masih sering bicara politik.

"Jarang bicara politik 25 persen, tidak Pernah bicara politik 26 persen, selalu bicara politik 8 persen, tidak menjawab 7 persen," tutupnya.

BACA JUGA: Ada Kelompok Misterius yang Gunakan Senjata untuk Tembaki Perusuh

Metode survei SMRC ini dengan mewawancarai 1220 responden. Namun responden yang dapat diwawancarai secara valid 1078 atau 88 persen. Margin of error kurang lebih 3,05 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka.

"Survei dilakukan pada warga yang berusia 17 tahun atau lebih atau yang sudah menikah dalam rentang waktu 20 Mei-1 Juni 2019," tutupnya. (Asp)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Antisipasi Lonjakan Kasus COVID-19, RSUP Persahabatan Tambah Tempat Tidur Pasien
Indonesia
Antisipasi Lonjakan Kasus COVID-19, RSUP Persahabatan Tambah Tempat Tidur Pasien

Tambahan tempat tidur pasien itu di luar 189 tempat tidur khusus pasien COVID-19 yang ada saat ini

Jakarta Dikepung Demo, Begini Pengalihan Lalu Lintasnya
Indonesia
Jakarta Dikepung Demo, Begini Pengalihan Lalu Lintasnya

Khusus di Istana Negara, mulai padi tadi sudah dipasang barier

82.269 Orang di DKI Jalani Rapid Test, 79.152 Dinyatakan Negatif COVID-19
Indonesia
82.269 Orang di DKI Jalani Rapid Test, 79.152 Dinyatakan Negatif COVID-19

Perlu digarisbawahi bahwa satu pasien dapat dites beberapa kali selama periode perawatan

Update Kasus Corona DKI Senin (28/9): 72.177 Positif, 57.741 Sembuh
Indonesia
Update Kasus Corona DKI Senin (28/9): 72.177 Positif, 57.741 Sembuh

Jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 72.177 kasus.

Bupati Karanganyar Bolehkan Warga Adakan Salat Idulfitri di Masjid
Indonesia
Bupati Karanganyar Bolehkan Warga Adakan Salat Idulfitri di Masjid

Hal tersebut bertentangan dengan anjuran pemerintah pusat dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Jokowi Harap Aparat Hukum Jangan Sampai Dibajak Mafia
Indonesia
Jokowi Harap Aparat Hukum Jangan Sampai Dibajak Mafia

Hukum harus menjamin keberanian para investor, pelaku usaha dan industri

Sultan Kasepuhan Cirebon PRA Arief Natadiningrat Meninggal Dunia
Indonesia
Sultan Kasepuhan Cirebon PRA Arief Natadiningrat Meninggal Dunia

Sultan XIV Arief akan dikebumikan di pemakaman Astana Gunung Jati

BNN Bongkar 33 Jaringan Narkoba Selama 2019
Indonesia
BNN Bongkar 33 Jaringan Narkoba Selama 2019

Kebanyakan melalui online, jasa pengiriman, tetapi masih ada jalur laut

 Pandemi Wabah COVID-19, 27 Napi Rutan Surakarta Terima Asimilasi di Rumah
Indonesia
Pandemi Wabah COVID-19, 27 Napi Rutan Surakarta Terima Asimilasi di Rumah

"Meskipun proses asimilasi di luar rutan, para WBP ini kami wajib mengikuti program yang diberikan Bapas (Balai Pemasyarakatan) Solo, Jawa Tengah," ujar Kepala Bapas Solo, Kristina Hambawani

Ketua DPC PDIP Solo Keluhkan Banyaknya Intervensi Soal Pencalonan Purnomo atau Gibran
Indonesia
Ketua DPC PDIP Solo Keluhkan Banyaknya Intervensi Soal Pencalonan Purnomo atau Gibran

Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo mengeluhkan terlalu banyak orang yang mengintervensi di Pilwalkot Solo.