Usai Diperiksa Polisi, Rachel Vennya Mengaku Khilaf Rachel Vennya. Foto: [email protected]

MerahPutih.com - Selebgram Rachel Vennya bersama pacarnya Salim Nauderer dan manajer Maulida Khairunnisa selesai menjalani pemeriksaan. Mereka diperiksa terkait aksi kabur karantina pasca berlibur dari Amerika Serikat.

Kuasa hukum Rachel, Indra Raharja menyampaikan kliennya dicecar 35 pertanyaan oleh penyidik.

"Pertanyaannya seputar kronologis ya, semuanya sudah disampaikan. Intinya hal-hal yang dialami dan dilihat oleh klien kami sudah sampaikan," jelas Indra kepada wartawan, Jumat (22/10).

Baca Juga

Kodam Jaya Limpahkan Kasus Karantina Selebgram Rachel Vennya ke Kepolisian

Rachel akan menyelesaikan proses kasus ini secara profesional sesuai dengan hukum yang berlaku. "Klien kami berkomitmen untuk menyelesaikan ini secara cepat juga, dan pihak kepolisian juga sangat profesional dalam melakukan lidik ini," jelas Indra.

Di depan awak media, Rachel pun mengungkapkan permohonan maaf atas tindakannya tersebut.

"Saya, Maulida, dan Salim ingin menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat atas kesalahan dan kekhilafan kami yang telah meresahkan masyarakat," kata Rachel.

Rachel Vennya. Foto: Instagram/@rachelvennya
Rachel Vennya. Foto: Instagram/@rachelvennya

Rachel menyebut, dirinya beserta Maulida dan Salim akan menjalani proses hukum terkait aksi kaburnya dengan semestinya. Tak luput, ia juga meminta doa agar kasus ini berjalan dengan lancar.

"Kami akan menjalani proses hukum yang berlaku, terima kasih mohon doanya ya," terangnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menyampaikan pihaknya menemukan adanya unsur pidana dalam kasus dugaan kaburnya Rachel saat menjalani karantina di RSDC Wisma Atlet.

Baca Juga

Pimpinan Komisi III Tegaskan Kaburnya Rachel Vennya Dapat Bahayakan Banyak Orang

Dalam UU Wabah Penyakit dan UU Karantina Kesehatan, Rachel dapat terancam menjalani hukuman 1 tahun penjara.

"Ini kejadiannya tanggal 17 September lalu ada dugaan yang bersangkutan tidak karantina. Makanya dugaan persangkaan itu di Pasal Undang-Undang Wabah Penyakit dan UU Karantina Kesehatan. Ancaman 1 tahun penjara," kata Yusri kepada wartawan. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Mobilitas Masyarakat di Bandung Turun 10 Persen Selama PPKM Darurat
Indonesia
 8 Pekerja Perbaikan Tower BTS 3 Telkomsel Meninggal Diduga Ulah KKB
Indonesia
8 Pekerja Perbaikan Tower BTS 3 Telkomsel Meninggal Diduga Ulah KKB

Penyerangan yang dilakukan oleh KKB terhadap karyawan Palaparing Timur Telematika (PTT) terjadi pada Rabu (2/3) di Tower Base Transceiver Station (BTS) 3 Telkomsel.

Polda Riau Bongkar Sindikat Pembuatan Surat COVID-19 Palsu yang Libatkan Rumah Sakit
Indonesia
Polda Riau Bongkar Sindikat Pembuatan Surat COVID-19 Palsu yang Libatkan Rumah Sakit

Saat ini, pelaku masih dilakukan pemeriksaan secara intensif

Ukraina Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Rusia
Dunia
Ukraina Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Rusia

"Kami memutuskan hubungan diplomatik dengan Rusia," kata Zelensky dalam sebuah video dilansir Al Arabiya, Kamis (24/2).

Indonesia Jadi Tuan Rumah G20 pada 2022, Ganjar: Kita Harus Bangga
Indonesia
Indonesia Jadi Tuan Rumah G20 pada 2022, Ganjar: Kita Harus Bangga

"Ini optimisme yang akan kita bangun. Sebagai bangsa kita harus bangga karena Indonesia mendapatkan penghormatan luar biasa," kata dia.

Pembiayaan Fintech Syariah Alami Pertumbuhan Positif di Tengah Pandemi
Indonesia
Pembiayaan Fintech Syariah Alami Pertumbuhan Positif di Tengah Pandemi

Penyaluran pembiayaan yang dilakukan oleh Fintech syariah di Indonesia terus mengalami pertumbuhan positif di tengah pandemi COVID-19.

Polda Jateng Tetapkan Dua Tersangka Kasus Jual Beli Minyak Goreng Oplosan
Indonesia
Polda Jateng Tetapkan Dua Tersangka Kasus Jual Beli Minyak Goreng Oplosan

Polda Jawa Tengah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus menjual belikan minyak goreng oplosan di wilayah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Positif COVID-19 di Indonesia Hari ini Bertambah 30.148 Kasus
Indonesia
Positif COVID-19 di Indonesia Hari ini Bertambah 30.148 Kasus

Kasus positif COVID-19 di Indonesia pada Selasa (8/3) bertambah 30.148 kasus. Sehingga, total menjadi 5.800.253 kasus.

Menkominfo: 11 Satelit Bumi Dukung Operasional SATRIA-1
Indonesia
Menkominfo: 11 Satelit Bumi Dukung Operasional SATRIA-1

“Kini tengah dalam proses pabrikasi di Cannes, Prancis yang dikerjakan oleh Thales Alenia Space. Di Indonesia sejumlah aktivitas pun digelar. Salah satunya dengan pembangunan Satelit Stasiun Bumi yang akan ditempatkan di 11 lokasi," ujar Johnny

 [HOAKS atau FAKTA]: Anies Salah Bikin Spanduk Pengumuman Omicron
Lainnya
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Salah Bikin Spanduk Pengumuman Omicron

Dalam video tersebut dapat terlihat jelas tidak ada logo dan penulisan spanduk salah menuliskan kata Omricon sebagai varian baru COVID-19, padahal seharusnya Omicron.