Usai Diperiksa KPK, Effendi Gazali: Yang Besar-Besar Kapan Dipanggil? Pakar komunikasi politik UI Effendi Gazali. ANTARA/dok

MerahPutih.com - Pengamat politik Effendi Gazali rampung diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap pengadaan bantuan sosial (Bansos) COVID-19 yang menjerat bekas Menteri Sosial Juliari Peter Batubara pada Kamis (25/3).

Usai diperiksa, Effendi mengungkapkan soal istilah 'dewa-dewa' dalam pengadaan Bansos COVID-19. Dia mengaku kepada penyidik sempat menghadiri seminar terkait Bansos pada Juli 2020.

Baca Juga:

Effendi Gazali Ngaku Diminta KPK Bawa Rekening Perusahaan Vendor Bansos

Dalam seminar itu, Effendi mengingatkan jangan sampai proyek Bansos ini dimakan oleh 'dewa-dewa'. Menurut dia, UMKM juga perlu dilibatkan dalam pengadaan Bansos ini.

"Poinnya adalah kami menyampaikan supaya jangan itu dimakan semua oleh dewa-dewa tapi yang kecil-kecil ini UMKM juga dapat dan mereka jangan mau memberikan apa-apa yang kecil-kecil ini UMKM," kata Effendi di Gedung KPK, Jakarta, Kamis.

Lebih lanjut, Effendi pun mempertanyakan, kapan pihak-pihak yang lebih besar terkait kasus Bansos ini dipanggil oleh penyidik lembaga antirasuah.

"Pertanyaannya yang paling terakhir gini saya kan sudah dipanggil nih. Kalau KPK bener-bener ingin menegakan keadilan, yang besar-besar kapan nih dipanggilnya," ujarnya.

Pengamat politik Effendi Gazali memenuhi panggilan penyidik  KPK. (Foto: MP/Ponco Sulaksono)
Pengamat politik Effendi Gazali memenuhi panggilan penyidik KPK. (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

Saat ditanya lebih jauh siapa yang dimaksud dengan 'yang besar-besar' itu Effendi tidak menjelaskan secara gamblang.

"Engga dong saya sudah datang saya sudah dipanggil memenuhi panggilan walaupun kemarin cuman di WA saya datang nah yang besar-besara kapan nih dipanggilnya, silahkan bapak ibu cari sendiri," kata Effendi.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan eks Mensos Juliari P Batubara serta dua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono sebagai tersangka. Ketiganya diduga sebagai pihak penerima suap.

Baca Juga:

Kutip Bansos COVID-19, Ketua RT di Jakarta Dipecat

KPK juga menetapkan dua pihak swasta sebagai tersangka yakni Ardian Iskandar dan Harry Van Sidabuke yang diduga sebagai pemberi suap.

Juliari bersama Adi dan Matheus diduga menerima suap senilai sekitar Rp17 miliar dari Ardian dan Harry selaku rekanan Kemensos dalam pengadaan paket bansos untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jabar Ingin Hadirkan Kota Baru Moderen di Sekitar Pelabuhan Patimban
Indonesia
Jabar Ingin Hadirkan Kota Baru Moderen di Sekitar Pelabuhan Patimban

Pelabuhan Patimban adalah salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di area seluas 369 hektare dan back up area mencapai 356 hektare dengan biaya investasi total hingga mencapai Rp43,2 triliun.

BEM SI Minta Pemerintah Serius Atasi Ancaman Terorisme
Indonesia
BEM SI Minta Pemerintah Serius Atasi Ancaman Terorisme

“Proses penanganan dan pemberantasan terorisme tentunya harus melibatkan semua pihak,” sambungnya.

Jakarta Kembali Terapkan Gage, TransJakarta Tambah 155 Armada
Indonesia
Jakarta Kembali Terapkan Gage, TransJakarta Tambah 155 Armada

Transjakarta menambah sebanyak 155 unit armada atau sebesar 25 persen pada 10 ruas Koridor pada Senin (3/8) besok.

[HOAKS atau FAKTA]: Tito dan Polisi Sepakat Eks Petinggi FPI Munarman Dibebaskan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Tito dan Polisi Sepakat Eks Petinggi FPI Munarman Dibebaskan

Akun Facebook Game Politiq mengunggah video dengan narasi yang menyebut Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bersama polisi bersepakat membebaskan eks petinggi FPI Munarman.

Puluhan RPTRA di Jakpus Disulap Jadi Lokasi Vaksinasi Usia 18 Tahun ke Atas
Indonesia
Puluhan RPTRA di Jakpus Disulap Jadi Lokasi Vaksinasi Usia 18 Tahun ke Atas

pemanfaatan RPTRA menjadi salah lokasi vaksinasi COVID-19 bagi warga sesuai Pergub Nomor 123 tahun 2017 serta Surat Kepala Dinas PPAPP No 131 Tahun 2021.

Aparat Diminta Lakukan Tindakan Tegas Terukur ke KKB
Indonesia
Aparat Diminta Lakukan Tindakan Tegas Terukur ke KKB

Bamsoet meminta TNI-Polri meningkatkan kewaspadaan, penjagaan, dan keamanan

KPK Beberkan 10 Cakada Terkaya dan Termiskin di Pilkada 2020
Indonesia
KPK Beberkan 10 Cakada Terkaya dan Termiskin di Pilkada 2020

Data ini bertujuan untuk menunjukan Cakada yang sudah menyampaikan LHKPN

Ini Dugaan Sementara Penyebab Kecelakaan Bus di Sumedang
Indonesia
Ini Dugaan Sementara Penyebab Kecelakaan Bus di Sumedang

Korlantas Polri berupaya keras melakukan penyelidikan penyebab terjadinya kecelakaan bus Padma Kencana di Tanjakan Cae Kawungluwuk, Kecamatan Wado, Sumedang, Jawa Barat.

Pencuri Sertifikat Tanah Milik Ibu Dino Patti Djalal Sudah Dibui
Indonesia
Pencuri Sertifikat Tanah Milik Ibu Dino Patti Djalal Sudah Dibui

Polisi telah menangkap mafia tanah yang mengubah sertifikat rumah milik orang tua mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal di Cilandak Barat, Jakarta Selatan.

Kementerian ESDM: Guguran Aktif Gunung Merapi Normal Terjadi
Indonesia
Kementerian ESDM: Guguran Aktif Gunung Merapi Normal Terjadi

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpicu peredaran berita dan laporan yang tidak bertanggung jawab.