Usaha Kolektor Menghidupkan Kembali Kenangan Si Buta Dari Gua Hantu Andy Wijaya dan koleksi komiknya. (Foto: Merahputih.com)

TINGGINYA sekira 30 sentimeter. Rambutnya panjang sebahu terbebat ikat kepala. Matanya tertutup. Di pundak sosok berpakaian bersisik berwarna kuning keemasan tersebut bercangkung seekor monyet hitam. Ia bertongkat, tanpa alas kaki, berdiri di antara Mandala, Panji Tengkorak, Godam, dan Jaka Sembung, nan seluruhnya berskala 1:6 berbahan clay.

Baca juga:

Rahasia Senjata Si Buta Dari Gua Hantu

“Jangan cari di toko, enggak akan ada," kata Alex Wienarto menjelaskan action figure Si Buta Dari Gua Hantu gubahannya di antara keempat tokoh jagoan asal cergam atau cerita bergambar tanah air.

Lelaki paruh baya berlatar profesi arsitek tersebut sengaja membuat action figure Si Buta lantaran tak pernah ada di mana pun, mengisi kala luang setelah pensiun apalagi harus di rumah saja saat pandemi, dan membangkitkan kenangan masa kecil. "Kebetulan dulu ada mata kuliah Desain Tiga Dimensi," kata lelaki lulusan Aristektur Institut Teknologi Bandung (ITB) membeber muasal keahlian membuat action figure menggunakan clay.

si buta
Action fugure Si Buta gubahan Alex Wienarto. (Foto: Alex Wienarto)

Alex kali pertama kenal Si Buta dari teman sekolahnya. Ia merasa langsung jatuh hati sebab berbeda dari banyak cergam di masa itu dibanjiri jenis roman. Berkali-kali Alex menyambangi taman bacaan di kota Bandung demi bisa membaca cergam Si Buta Dari Gua Hantu garapan Ganes TH. "Wah dulu di Taman Bacaan sampai antre pinjam," kenangnya. Taman bacaan di masa lalu menjadi tempat para pembaca bisa meminjam cergam, buku, dan pernah menjadi sarana teks beraksara daerah dibaca bersama.

Di masa kuliah, Alex sempat berhenti mengejar cerita Si Buta. Ia mengejar cergam roman lantaran seorang gadis incarannya di kampus sedang menggandrungi cerita tersebut. Namun, lantaran pupus, Alex kemudian balik pada Si Buta sampai bisa beroleh salah satu edisi paling sulit dicari. Sekira tahun 1982, ia sedang berkeliling Alun-Alun Bandung, mampir sebentar di tukang asong barang bekas, lalu beroleh majalah Ria Film. Cerita Asmara Dara jadi suplemen di majalah tersebut. "Pak Andy Wijaya (kolektor cergam tanah air) saja kaget ketika saya punya komik Asmara Darah," tegas Alex antusias.

Baca juga:

Siapa Si Buta Dari Gua Hantu?

Meski begitu, Alex baru bisa membeli kemudian menjadi lengkap koleksi segala hal tentang Si Buta setelah punya penghasilan dari bekerja sebagai Arsitektur. Di antara ragam koleksinya, hanya action figure belum ada di dalam ruang koleksinya. Tak heran, lantaran kecintaannya terhadap Si Buta, ia akhirnya membuat sendiri action figure bahkan sampai Mandala, Godam, Panji Tengkorak, dan Jaka Sembung.

si buta
Alex Wienarto berpose di dekat action figure gubahannya, Si Buta. (Foto: Alex Wienarto)

Alex mengerjakan action figure Si Buta selama sebulan. Mula-mula, ia membuat sketsa, membuat masing-masing anggota tubuh Si Buta, seperti tangan, kepala, kaki, badan, tongkat, sampai Kliwon atau Wanara. Setelah semua bagian jadi, ia lantas merangkai dan mewarnai menggunakan cat akrilik.

“Kalau saya paling sulit dan sering dapat masalah itu di ekspresi wajah. Wajah kan menentukan karakternya. Kalau di badan sih karena pendekar paling dibuat kekar,” lanjutnya.

Dengan kehadiran action figure miliknya, Alex merasa koleksi sudah terbilang lengkap. “Kalau soal koleksi Si Buta, terus terang saja saya bisa dibilang punya koleksi paling komplit," kata admin komunitas penggemar cergam di grup Facebook tersebut sambil tertawa lepas. "Tinggal tunggu filmnya katanya segera keluar kan".

Jika Alex mulai jatuh hati dengan Si Buta tahun 1970-an, sementara Andy Wijaya mengenal kali pertama cergam tentang Barda Mandrawata pada 1980-an ketika masih tinggal di Bogor.

si buta
Si Buta menghadapi Tasbih Sakti. (Foto: Si Buta Dari Gua Hantu, Ganes TH)

Andy Wijaya sampai sempat meminta uang kepada orangtuanya demi membeli cergam kemudian disewakan di rumahnya. Ia lantas punya taman bacaan. Dari situ hobinya mengumpulkan cergam terbentuk.

“Kolektor itu sampai keukeuh bisa barter. Mereka ngantre dan mau nunggu sampai pernah satu bulan, tergantung komikusnya. Saya melihat komik Si Buta ditunggu dan digemari,” kata Andy Wijaya, General Manager Bumilangit Entertainment, sekaligus pencinta komik sejak 80-an.

Baca juga:

Kontradiktif! Mengapa Si Buta Dari 'Gua Hantu', Sementara Kontranya Mata 'Malaikat'?

Membludaknya para pembaca, menurut Andy, lantaran ada kejenuhan terhadap genre roman sehingga beralih pada cerita Si Buta karena sosok Barda 'Si Buta' Mandrawata sangat kompleks, ada ragam asamara, dendam, aksi silat, jurus, filosofi, dan gambaran tentang dunia keseharian di desa.

Si Buta, sambugnya, bukan sekadar karakter di cergam melainkan pengantar pesan tersembunyi Ganes TH tentang banyak hal termasuk kaum terpinggirkan, orang buta atau cacat, kepada para pembaca.

Sebelum mengenal Si Buta, Andy menggemari komik lantaran cerita Lima Jari Setan karya Kus Bram. Dari karya Kus Bram, Andy lalu mengenal Gundala: Bernapas Dalam Lumpur. Begitu penasaran dengan kisah Gundala karya Hasmi, anak lelaki masih duduk di kelas 2 SD tersebut mencari lanjutannya, Gundala Cuci Nama. Sejak saat ia jadi pecandu komik.

si buta
Si Buta Dari Gua Hantu. (Foto: Si Buta Dari Gua Hantu, Bumilangit)

“Awalnya mengoleksi itu biasa aja. Tapi sekarang pas saya baca ulang, kayak balik ke masa-masa SD. Saya baru dapat cetakan pertama juga belakangan. Dan kalo untuk dijual, paling kalau ada double saja, karena kalau beli terus berat,” lanjutnya disusul tawa berderai.

Kala itu, ada beberapa barang dikoleksi, seperti komik, artwork, kuartet, stiker, kartu pos, hingga poster. “Di kantor, saya ada sekitar 60 container plastik. Satu container-nya itu kira-kira 400 sampai 500 jilid. Ya jadi ada sekitar 20.000 jilid koleksi saya punya. Itu enggak seberapa, masih ada lebih ‘gila’ lagi,” ucap Andy.

Andy melihat bahwa barang-barang koleksinya bisa dijadikan instrumen investasi di kemudian hari. Terlebih nantinya juga akan rilis film Si Buta Dari Gua Hantu.

“Yang penting ini bisa diwariskan dan diinvestasikan. Bisa saja harganya naik setelah rilis film Si Buta. Ini juga kan barang-barang collectable,” tutupnya. Bagi Alex dan Andy koleksinya kelak ingin jadi barang utama di dalam museum komik khusus komik-komik Indonesia. Keduanya berharap ingin membuat museum komik. (And)

Baca juga:

Menguak Sisi Disabilitas Si Buta Dari Gua Hantu

Kanal
Tersihir Gundala Putra Petir
Indonesiaku
Aku Pemudi yang Mencintai Diriku Sendiri
Fun
Tersihir Gundala Putra Petir
Indonesiaku
Aku Pemudi yang Mencintai Diriku Sendiri
Fun
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Begini Sejarah Jomlo Susah Jodoh Sampai Bikin Merah Kuping Pemerintah!
Indonesiaku
Begini Sejarah Jomlo Susah Jodoh Sampai Bikin Merah Kuping Pemerintah!

Namun, di masa lalu, status jomlo di usia produktif justru membuat merah kuping pemerintah.

Kawasan Wisata Mawatu, Destinasi Wisata di Labuan Bajo
Travel
Kawasan Wisata Mawatu, Destinasi Wisata di Labuan Bajo

Labuan Bajo akhirnya punya destinasi baru enggak kalah memorable, yakni Mawatu. Vasanta Group melalui PT Graha Propert Sentosa

Pariwisata Indonesia Diharapkan Meningkat di 2022
Travel
Pariwisata Indonesia Diharapkan Meningkat di 2022

Masih perlu waktu bila berharap dari wisatawan mancanegara.

Tingkatkan Pariwisata, Kemenparekraf Dukung Festival Travel Online
Travel
Tingkatkan Pariwisata, Kemenparekraf Dukung Festival Travel Online

Protokol kesehatan penting untuk selalu diterapkan.

Rawon Rsemi Jadi Sup Terenak Se-Asia
Kuliner
Rawon Rsemi Jadi Sup Terenak Se-Asia

Kini, orang-orang se-Asia pun tahu rawon enak.

Pecalang Gagah Amankan Nyepi
Hiburan & Gaya Hidup
Pecalang Gagah Amankan Nyepi

Sebagai pengamanan adat, pecalang punya tampilan khas.

Kemenparekraf Bahas Travel Corridors
Travel
Kemenparekraf Bahas Travel Corridors

Rapat koordinasi yang dilakukan tersebut merupakan wujud komitmen dalam menindaklanjuti guidance yang disampaikan Presiden Joko Widodo

Menparekraf Siapkan Pariwisata Olahraga
Travel
Menparekraf Siapkan Pariwisata Olahraga

Sport Tourism akan hadir di Indonesia.

Pancasila Ada pada Naskah Sunda dari Abad 16 M
Tradisi
Pancasila Ada pada Naskah Sunda dari Abad 16 M

Naskah-naskah Sunda kuno tersebut meliputi, Sanghyang Siksakandang Karesian, Amanat Galunggung, dan Sanghyang Raga Dewata.

Gunung Kidul Siap Buka Objek Wisata Besar- Besaran
Travel
Gunung Kidul Siap Buka Objek Wisata Besar- Besaran

Objek wisata di wilayah ini siap menyambut wisatawan yang berlibur.