Update COVID: Bertambah 1.198, Kasus Corona di Indonesia Jadi 54.010 Rapid Test COVID-19. Foto: Net

MerahPutih.com - Pemerintah Pusat melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mengumumkan perkembangan terkini kasus nasional corona pada Minggu (28/6). Hasilnya, Kasus positif bertambah 1.198 menjadi 54.010 orang.

"Kasus positif 1.198 orang. Hingga totalnya 54.010 orang," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto Minggu (28/6)

Kemudian pasien sembuh bertambah 1.027 orang. Update terkini kasus sembuh di Indonesia totalnya 22.936 orang. Sedangkan, pasien meninggal dunia bertambah 34 orang dari kasus kemarin dan sekarang menjadi 2.754 kasus kematian.

Untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih dipantau ada sebanyak 47,658 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih diawasi ada menjadi 14,712 orang.

Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 392 kabupaten/kota di Tanah Air. Kasus corona sendiri tersebar di 34 Provinsi Indonesia. Jumlah kasus COVID-19 terbanyak berada di Provinsi Jawa Timur dengan total 11.178 kasus.

Kemudian Provinsi DKI Jakarta dengan jumlah kasus 10.994 orang. Sedangkan Provinsi ketiga ialah Sulawesi Selatan dengan total 4.615 kasus.

Keempat Jawa Tengah dengan jumlah kasus 3.294 kasus corona. Provinsi Jawa Barat ada di nomor lima dengan jumlah kasus 3.064 orang. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Biden Jadi Presiden, Hubungan Tiongkok-AS Tetap Panas
Dunia
Biden Jadi Presiden, Hubungan Tiongkok-AS Tetap Panas

Banyak negara-negara sekutu AS menghendaki adanya perimbangan kekuatan (balance of power) dalam bentuk rivalitas AS-China daripada kemesraan kedua negara.

Wali Kota Bogor Pastikan Warga Jabodetabek Tak Perlu SIKM
Indonesia
Wali Kota Bogor Pastikan Warga Jabodetabek Tak Perlu SIKM

Warga yang beraktivitas rutin ke Kota Bogor dipastikan tidak memerlukan surat izin keluar masuk (SIKM).

Alasan Kantor Pemerintah Tak Di-lockdown meski Lonjakan COVID-19 Terjadi
Indonesia
Alasan Kantor Pemerintah Tak Di-lockdown meski Lonjakan COVID-19 Terjadi

Tjahjo Kumolo memastikan tidak akan menutup kantor pemerintahan atau lockdown di tengah peningkatan kasus COVID-19

Senen Selesai Direvitalisasi, Anies Sebut bukan lagi Kawasan Kumuh dan Rawan
Indonesia
Senen Selesai Direvitalisasi, Anies Sebut bukan lagi Kawasan Kumuh dan Rawan

"Senen bukan lagi wilayah yang kumuh dan rawan tapi ramah bagi masyarakat," kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan

Penyidik KPK Dilaporkan ke Dewas Karena Tak Kunjung Periksa Legislator PDIP Ihsan Yunus
Indonesia
Penyidik KPK Dilaporkan ke Dewas Karena Tak Kunjung Periksa Legislator PDIP Ihsan Yunus

Laporan tersebut dilayangkan Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, lantaran tak kunjung memeriksa anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Ihsan Yunus.

Pasien Positif COVID-19 Melarikan Diri Belum Ditemukan, Anak dan Istri Ikut Terpapar
Indonesia
Pasien Positif COVID-19 Melarikan Diri Belum Ditemukan, Anak dan Istri Ikut Terpapar

"Kami masih kesulitan melacak pasien positif yang melarikan diri," ujar Ning

Bicarakan Amaliyah Hingga Cara Rakit Bom, Enam Anggota Grup WA 'Batalion Iman' Diciduk Densus
Indonesia
Bicarakan Amaliyah Hingga Cara Rakit Bom, Enam Anggota Grup WA 'Batalion Iman' Diciduk Densus

Adapun keenam terduga teroris tersebut berinisial J, D, MS, S alias AL, W dan S

Tunggu Vaksin Merah Putih, Indonesia Butuh Vaksin Luar Negeri
Indonesia
Tunggu Vaksin Merah Putih, Indonesia Butuh Vaksin Luar Negeri

Indonesia membuka dan menjajaki kerja sama internasional lainnya untuk memastikan dan mengakselerasi ketersediaan vaksin COVID-19 yang aman dan efektif di Indonesia.

Buruh Kembali Demo UU Cipta Kerja, Polisi Alihkan Lalin di Sekitar DPR
Indonesia
Buruh Kembali Demo UU Cipta Kerja, Polisi Alihkan Lalin di Sekitar DPR

Langkah ini sebagai antisipasi kemungkinan ada aksi demonstrasi ribuan buruh di kawasan tersebut, Senin (9/11).

Faisal Basri: Mal Tetap Boleh Beroperasi tapi Ruang Terbuka Ditutup
Indonesia
Faisal Basri: Mal Tetap Boleh Beroperasi tapi Ruang Terbuka Ditutup

Terbukti sebelum pengumuman aturan PSBB jilid II Anies kerap dipanggil dipanggil Menteri Jokowi.