Update COVID-19 Solo, Pasien Positif Baru Tertular dari Surabaya dan ODP Sudah 311 Orang Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo. (MP/Ismail)

MerahPutih.Com - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah mencatat adanya penambahan satu orang pasien positif corona atau Covid-19 pada tanggal 7 April.

Dengan demikian total pasien positif corona di Solo sebanyak lima orang dengan perincian, dua orang dirawat di RSUD dr Moewardi, satu sembuh, dan dua orang meninggal dunia.

Baca Juga:

Sambut Ratusan Pekerja Migran asal Malaysia, Pemprov Jatim Siapkan Ruang Isolasi

"Hari ini (Selasa) ada tambahan satu pasien positif Covid-19 di Solo yang terkonfirmasi. Pasien Covid-19 baru in berasal dari Kelurahan Kemlayan, Kecamatan Serengan, Solo, Jawa Tengah," ujar Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo di Solo, Selasa, (7/4).

Pemkot Solo persiapkan tempat karantina bagi para pemudik dari Jakarta
Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengecek kamar untuk karantina di Dalem Joyokusuman, Solo, Jawa Tengah. (MP/Ismail)

Rudy mengatakan pasien positif Covid-19 ini awalnya berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) selama sepekan. Kemudian dilakukan uji swab dan hasilnya keluar dinyatakan positif Covid-19.

"Hasil tracing pasien Covid-19 ini pernah melakukan perjalanan di Surabaya. Kemungkinan besar tertularnya dari sana (Surabaya)," jelas Rudy.

Sedangkan untuk jumlah PDP, kata dia, jumlahnya mencapai 47 pasien. Jumlah ini bertambah dua, dari data Senin (6/4). Untuk jumlah PDP, rinciannya yakni 17 pasien dirawat di rumah sakit, 23 pasien dinyatakan sembuh dan tujuh pasien meninggal hasil swab belum keluar.

"Pendataan ODP di Solo, kami catat saat ini jumlahnya 311 orang. Jumlah ini meningkat dari data sehari sebelumnya yang hanya 286 orang," kata dia.

Baca Juga:

Solo Terima Ratusan Rapid Test dari Pemprov Jateng, Ternyata Hanya untuk Tim Medis

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, menambahkan dari tambahan ODP baru ini merupakan hasil tracing terhadap pasien yang terkinfirmasi terpapar Covid-19. Dari semua ODP ini belum ada yang naik statusnya menjadi PDP atau Covid-19.

"Semua ODP kami karantina. Untuk penudik belum semua terdata masih dalam proses," pungkasnya.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Ismail, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Jawa Tengah.

Baca Juga:

Pemkab Boyolali Resmikan Rumah Sakit Darurat Covid-19 di Bangunan Rusunawa



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH