Update COVID-19 Rabu (7/10) 315.714 Positif, 240.291 Sembuh Update COVID-19, Rabu (7/10). Foto: BNPB

MerahPutih.com - Data pemerintah memperlihatkan bahwa penularan virus COVID-19 terus terjadi. Satuan Tugas Penanganan COVID-19 memperlihatkan bahwa berdasarkan data pada Rabu (7/10) pukul 12.00 WIB ini ada 4.538 kasus baru dalam 24 jam terakhir.

Penambahan itu menyebabkan total kasus di Indonesia kini berjumlah 315.714 orang, terhitung sejak diumumkannya kasus pertama pada 2 Maret 2020.

Pasien sembuh dan meninggal Meski kasus COVD-19 terus bertambah, pemerintah berusaha menumbuhkan harapan dengan memperlihatkan semakin banyaknya pasien yang kini sembuh. Ada penambahan 3.854 pasien yang dinyatakan sembuh dalam sehari.

Mereka dianggap sembuh berdasarkan pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR) yang memperlihatkan hasil negatif virus corona. Dengan demikian, total saat ini ada 240.291 pasien COVID-19 yang sembuh dan dianggap tidak lagi terinfeksi virus corona.

Akan tetapi, masih ada kabar duka dengan bertambahnya pasien yang meninggal dunia. Pada periode 6-7 Oktober 2020, ada 98 pasien yang tutup usia. Sehingga, angka kematian akibat COVId-19 di Indonesia kini berjumlah 11.472 orang.

Dengan melihat data tersebut, maka jumlah kasus aktif di Tanah Air kini berjumlah 63.951 orang. Selain kasus aktif, pemerintah juga mengungkap bahwa saat ini ada 142.213 orang berstatus suspek. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pengusaha Diminta Jaga Arus Kas Sampai 2022
Indonesia
Pengusaha Diminta Jaga Arus Kas Sampai 2022

Ekonomi, kata Budi Gunadi, tidak akan sepenuhnya pulih jika aktivitas kontak fisik di masyarakat masih dibayangi oleh rasa tidak aman dalam hal kesehatan.

Soal Skandal Djoko Tjandra, ICW Desak Kejagung dan Polri Koperatif dengan KPK
Indonesia
Soal Skandal Djoko Tjandra, ICW Desak Kejagung dan Polri Koperatif dengan KPK

"ICW mendesak agar Kejaksaan Agung dan Bareskrim Polri dapat kooperatif terhadap KPK," kata Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana

[HOAKS atau FAKTA]: Menkes Terawan minta Kematian Dokter Tak Dibesar-besarkan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Menkes Terawan minta Kematian Dokter Tak Dibesar-besarkan

Di poster asli, teksnya berbunyi “Dokter Bukan Stok Gudang”, yang berasal dari kritikan anggota DPR dari Fraksi PKS, Nasir Djamil, terhadap pernyataan Terawan soal tenaga kesehatan cadangan di tengah pandemi Covid-19.

COVID-19 Belum Mereda, Muktamar Muhammadiyah ke-48 Kembali Ditunda 2021
Indonesia
COVID-19 Belum Mereda, Muktamar Muhammadiyah ke-48 Kembali Ditunda 2021

Payung hukum tersebut akan disiapkan pada tanggal 19 Juli mendatang

Alasan Baleg Tarik RUU PKS Dari Pembahasan
Indonesia
Alasan Baleg Tarik RUU PKS Dari Pembahasan

Anggota Komisi VIII DPR RI Diah Pitaloka mengusulkan, RUU PKS diserahkan dan dibahas di Baleg DPR serta disesuaikan menjadi usulan Baleg.

Panglima TNI Perintahkan Pencarian Kapal Selam yang Hilang di Bali
Indonesia
Panglima TNI Perintahkan Pencarian Kapal Selam yang Hilang di Bali

TNI AL sedang melakukan penyelidikan atas hilangnya KRI Nanggala 402

Penyebaran Paham Intoleran Menjamur di Media Sosial
Indonesia
Penyebaran Paham Intoleran Menjamur di Media Sosial

Gencarnya narasi radikalisme yang beredar di tengah masyarakat saat ini terutama di media sosial dinilai dapat memecah belah kesatuan bangsa.

Politisi PDIP Nilai Pemerintah Gagap Hadapi Pandemi COVID-19
Indonesia
Politisi PDIP Nilai Pemerintah Gagap Hadapi Pandemi COVID-19

Ketika terjadi bencana di satu daerah, ada ketidaksiapan pemerintah pusat dan daerah, sehingga rakyat yang menjadi korbannya.

Klaim 88 Paslon yang Didukungnya Menang Pilkada, PSI: Sangat Menggembirakan
Indonesia
Klaim 88 Paslon yang Didukungnya Menang Pilkada, PSI: Sangat Menggembirakan

Seluruh kader PSI turun mendukung paslon yang didukung partai di daerahnya

Jaksa Cecar Pejabat Kemensos Soal Perintah Hapus Dokumen Bansos
Indonesia
Jaksa Cecar Pejabat Kemensos Soal Perintah Hapus Dokumen Bansos

Jaksa mencecar Victor dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap terkait pengadaan bantuan sosial (bansos) COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek dengan terdakwa Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja.