Update COVID-19 Rabu (24/6): 49.009 Positif, 19.658 Sembuh Juru Bicara Pemerintah khusus penanganan COVID-19, Achmad Yurianto. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Pemerintah mengumumkan penambahan pada jumlah pasien yang positif terinfeksi virus corona atau COVID-19 pada Rabu (24/6). Hasilnya, saat ini jumlah pasien positif mencapai 49.009 pasien.

"Penambahan pada pasien positif sebanyak 1.113 kasus," kata Juru Bicara Pemerintah khusus penanganan COVID-19, Achmad Yurianto di BNPB, Jakarta, Rabu (24/6)

Pria yang akrab disapa Yuri ini mengungkapkan jumlah penambahan 417 pasien menjadi 19.658 yang sembuh.

"COVID-19 bisa sembuh dan ini memotivasi kita untuk hidup sehat. Kondisinya bagus dan tak dikhawatirkan menular. Mereka sembuh dan punya kekebalan imunitas yang baik," jelasnya

Sedangkan, kasus jumlah kasus meninggal dunia bertambah 38 orang menjadi 2.573 pasien. Sementara, jumlah orang dalam pemantauan mencapai 36.648 dan pasien dalam pemantauan mencapai 13.069.

"Kasus kematian ini adalah dari penderita konfirmasi positif COVID-19. Optimisme kita perlukan. Ini bukti masih ada kelompok rentan dan penularan masih terjadi," ujarnya.

Yuri mengingatkan masyarakat untuk menghindari tempat berkumpul karena memiliki risiko penularan covid. Sebab banyak penularan orang tanpa gejala dan menularkan kepada orang lain.

"Tinggal di rumah adalah jawaban satu satunya yang benar. Tak melakukan perjalanan kemanapun baik itu ke rumah saudara atau ke kampung. Kemudian rajin cuci tangan dengan sabun, sudah terbukti ilmiah penggunaan sabun akan hancurkan virus itu," ujarnya.

Dia masyarakat mencegah adanya kerumunan dan penumpukan orang. Selain itu, masyarakat juga diminta tak menyentuh terlalu lama orang yang rentan seperti orang tua dan sakit karena penularan bisa lebih cepat

"Karena lenularan tidak langsung melalui kontak tangan ini sangat besar pengaruhnyam lakukan sering-sering cuci tangan dan hindari terlalu banyak memegang tubuh," jelas Yurianto. (Knu)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Penurunan Kasus COVID-19 Diklaim Baru Terasa Setelah 45 Hari
Indonesia
Penurunan Kasus COVID-19 Diklaim Baru Terasa Setelah 45 Hari

Pemerintah telah menambah 13.000 tempat tidur untuk ruang isolasi dan ICU rumah sakit rujukan COVID-19 selama PPKM tahap dua.

Sosok Ini Dinilai Cocok Masuk di Kabinet Jokowi
Indonesia
Sosok Ini Dinilai Cocok Masuk di Kabinet Jokowi

Beliau juga pernah mengalami penganiayaan politik dari musuh demokrasi

Ihsan Yunus Mengaku Tidak Tahu Potongan Fee Paket Bansos untuk Juliari
Indonesia
Ihsan Yunus Mengaku Tidak Tahu Potongan Fee Paket Bansos untuk Juliari

Ihsan mengaku pernah bertemu Juliari di kantor Kemensos, namun tidak membicarakan proyek pengadaan bansos 2020.

Kata Wali Kota Surabaya atas Tuntutan Hentikan Penyekatan dan Tes Swab Suramadu
Indonesia
Kata Wali Kota Surabaya atas Tuntutan Hentikan Penyekatan dan Tes Swab Suramadu

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menemui warga yang berdemo di Balai Kota, Senin (21/6).

Cuaca Tak Bersahabat, Tim SAR Polri Lanjutkan Pencarian Sriwijaya Air
Indonesia
Cuaca Tak Bersahabat, Tim SAR Polri Lanjutkan Pencarian Sriwijaya Air

Adapun menjadi fokus pencarian yaitu korban dan puing-puing pesawat

205 Gereja di Jakarta Utara Gelar Misa Natal
Indonesia
205 Gereja di Jakarta Utara Gelar Misa Natal

Sebanyak 1.598 personel gabungan melakukan tugas pengawasan dan pengamanan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

Tiga Bank Syariah Digabung, Ini Permintaan Anggota DPR
Indonesia
Tiga Bank Syariah Digabung, Ini Permintaan Anggota DPR

Merger tiga bank syariah yang dinamakan Bank Syariah Indonesia (BSI) itu dinilai akan menjadi salah satu bank syariah terbesar di Indonesia bahkan global.

 Basarnas Turunkan Kapal Pendeteksi Bawah Laut ke Lokasi Jatuh Sriwijaya Air
Indonesia
Basarnas Turunkan Kapal Pendeteksi Bawah Laut ke Lokasi Jatuh Sriwijaya Air

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Marinir Kirim Satgas Kemanusiaan ke NTT Bantu Penanganan Bencana
Indonesia
Marinir Kirim Satgas Kemanusiaan ke NTT Bantu Penanganan Bencana

Pelepasan tugas dipimpin langsung Kepala Pusat Kesehatan TNI, Mayor Jenderal TNI Tugas Ratmono