Update COVID-19 Jumat (22/5): 20.796 Positif, 5.057 Sembuh, 1.326 Meninggal Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto (kiri). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/ama.

MerahPutih.com - Pemerintah Indonesia terus memperbarui data kasus COVID-19 di tanah air. Pada Jumat (22/5), tercatat ada 20.796 kasus positif.

"Ada kenaikan 634 kasus positif corona," kata juru bicara pemerintah khusus untuk penanganan COVID-19, Ahmad Yurianto di Jakarta, hari ini.

Baca Juga

Pemerintah Abai Sejak Januari Soal Corona, PKS: Jangan terulang lagi

Dari data tersebut, 5.057 orang sembuh atau mengalami peningkatan 219 pasien dari sebelumnya 4.838 kasus.

"COVID-19 bisa sembuh dan ini memotivasi kita untuk hidup sehat. Kondisinya bagus dan tak dikhawatirkan menular. Mereka sembuh dan punya kekebalan imunitas yang baik," sambungnya

Sedangkan, untuk ada penambahan di kasus pasien meninggal dunia yakni 48 orang menjadi 1.326 pasien. Lalu, orang dalam pemantauan menjadi 47.150 dan pasien dalam pengawasan mencapai 11.028 orang

"Kasus kematian ini adalah dari penderita konfirmasi positif COVID-19. Optimisme kita perlukan," tegasnya.

Yuri mengingatkan masyarakat untuk menghindari tempat berkumpul karena memiliki risiko penularan covid. Sebab banyak penularan orang tanpa gejala dan menularkan kepada orang lain.

"Tinggal di rumah adalah jawaban satu satunya yang benar. Tak melakukan perjalanan kemanapun baik itu ke rumah saudara atau ke kampung," jelas Yurianto.

"Kemudian rajin cuci tangan dengan sabun, sudah terbukti ilmiah penggunaan sabun akan hancurkan virus itu," ujarnya.

Baca Juga

Wow! Sudah 2 Hari di Bogor Tidak Ada Tambahan Kasus COVID-19

Dia masyarakat mencegah adanya kerumunan dan penumpukan orang. Selain itu, masyarakat juga diminta tak menyentuh terlalu lama orang yang rentan seperti orang tua dan sakit karena penularan bisa lebih cepat. (Knu)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kemenhub Janji Konsisten Batasi Penumpang Saat New Normal
Indonesia
Kemenhub Janji Konsisten Batasi Penumpang Saat New Normal

Sekarang semua operator transportasi harus bisa menjaga kepercayaan masyarakat

 Latah Ikuti Keraton Agung Sejagat, Kini di Sukoharjo Muncul Kasultanan Karaton Pajang
Indonesia
Latah Ikuti Keraton Agung Sejagat, Kini di Sukoharjo Muncul Kasultanan Karaton Pajang

Dari hasil penelusuran, pendiri Kasultanan Karaton Pajang adalah Suradi dengan gelar Sultan Prabu Hadiwijaya Khalifatullah IV.

Rapot Merah untuk Pemerintahan Jokowi
Indonesia
Rapot Merah untuk Pemerintahan Jokowi

Di sisi lain, hal ini tidak menjamin bahwa kritik dan rekomendasi dari masyarakat sipil dipertimbangkan dan berdampak dalam proses kebijakan.

 Pemprov DKI Punya Bilik Isolasi Mandiri Kasus ODP Corona, Ukurannya 2,5x2,5 Meter
Indonesia
Pemprov DKI Punya Bilik Isolasi Mandiri Kasus ODP Corona, Ukurannya 2,5x2,5 Meter

Anies menjelaskan, alasan Pemprov DKI membuat tempat isolasi mandiri lantaran menyadari di Jakarta masih banyak perkampungan-perkampungan padat penduduk, yang kesulitan ruang untuk isolasi mandiri di rumahnya.

COVID-19 Capai 100 Ribu, DPR: Masyarakat Sudah Anggap Tidak Berbahaya Lagi
Indonesia
COVID-19 Capai 100 Ribu, DPR: Masyarakat Sudah Anggap Tidak Berbahaya Lagi

Protokol kesehatan pun banyak yang tidak dipatuhi oleh masyarakat dan sebagian menganggap pandemi ini tak berbahaya.

Catat! 58 Titik Penyekatan Larangan Mudik se-Indonesia
Indonesia
Catat! 58 Titik Penyekatan Larangan Mudik se-Indonesia

“Yaitu di Banten itu ada 6 titik, di DKI Jakarta 18 titik, di Jawa Barat 17 titik, di Jawa Tengah ada 5 titik, Yogyakarta ada 3 titik, dan Jawa Timur ada 9 titik,” sambungnya.

KPK Jebloskan Eks Anak Buah Hasto PDIP Saeful Bahri ke Lapas Sukamiskin
Indonesia
KPK Jebloskan Eks Anak Buah Hasto PDIP Saeful Bahri ke Lapas Sukamiskin

Eksekusi ini dilakukan lantaran perkara suap penetapan Pergantian Antarwaktu (PAW) anggota DPR telah berkekuatan hukum tetap atau inkracht

 Anies Benarkan Usulkan Karantina Wilayah ke Presiden Jokowi
Indonesia
Anies Benarkan Usulkan Karantina Wilayah ke Presiden Jokowi

"Dalam usulan kami kami sebutkan ada beberapa sektor yang berkegiatan, pertama energi, pangan, kesehatan, komunikasi, keuangan itu yang kita pandang perlu," tutur dia.

PDIP Sebut Biaya Formula E Jakarta Kemahalan, JakPro tidak Terima
Indonesia
PDIP Sebut Biaya Formula E Jakarta Kemahalan, JakPro tidak Terima

"Selalu digembar-gemborkan mahal. Dari segi biaya, mahal kalau dibandingkan dengan yang tidak ada biaya," kata Dwi

Kasus Infeksi Corona 6,63 Juta, Meninggal Dunia 100 Ribu Orang Lebih
Dunia
Kasus Infeksi Corona 6,63 Juta, Meninggal Dunia 100 Ribu Orang Lebih

Penghitungan kasus infeksi virus corona di India naik 74.442 dalam 24 jam terakhir menjadi 6,63 juta kasus pada Senin (5/10) pagi.