Update COVID-19 Jumat (19/6): 43.803 Positif, 17.349 Sembuh Juru Bicara Pemerintah khusus penanganan COVID-19, Achmad Yurianto. Foto: ANTARA

Merahputih.com - Pemerintah mengumumkan penambahan pada jumlah pasien yang positif terinfeksi virus corona atau COVID-19 pada Jumat (19/6) Hasilnya, saat ini jumlah pasien positif mencapai 43.803 pasien.

"Penambahan pada pasien positif sebanyak 1.041 kasus," kata Juru Bicara Pemerintah khusus penanganan COVID-19, Achmad Yurianto di BNPB, Jakarta, Jumat (19/6).

Yuri mengungkapkan jumlah penambahan 551 pasien menjadi 17.349 yang sembuh. "COVID-19 bisa sembuh dan ini memotivasi kita untuk hidup sehat. Kondisinya bagus dan tak dikhawatirkan menular. Mereka sembuh dan punya kekebalan imunitas yang baik," jelas Yurianto.

Dan meninggal dunia bertambah 34 orang menjadi 2.373 pasien yang meninggal. "Kasus kematian ini adalah dari penderita konfirmasi positif COVID-19. Optimisme kita perlukan ," ucapnya.

Jumlah orang dalam pemantauan mencapai 46.464 dan pasien dalam pemantauan mencapai 13.211. "Ini bukti masih ada kelompok rentan dan penularan masih terjadi," jelas Yurianto.

Yuri mengingatkan masyarakat untuk menghindari tempat berkumpul karena memiliki risiko penularan covid. Sebab banyak penularan orang tanpa gejala dan menularkan kepada orang lain.

"Tinggal di rumah adalah jawaban satu satunya yang benar. Tak melakukan perjalanan kemanapun baik itu ke rumah saudara atau ke kampung," jelas Yurianto.

"Kemudian rajin cuci tangan dengan sabun, sudah terbukti ilmiah penggunaan sabun akan hancurkan virus itu," ujarnya.

Dia masyarakat mencegah adanya kerumunan dan penumpukan orang. Selain itu, masyarakat juga diminta tak menyentuh terlalu lama orang yang rentan seperti orang tua dan sakit karena penularan bisa lebih cepat

"Karena lenularan tidak langsung melalui kontak tangan ini sangat besar pengaruhnyam lakukan sering-sering cuci tangan dan hindari terlalu banyak memegang tubuh," jelas Yurianto. Menurut dia, jangan sampai ada orang yang tertular. "Karena beban rumah sakit makin berat. Mencegah jangan sampai sakit dan ada orang lain yang sakit," ungkap Yurianto.

Ia mengingatkan soal adanya ancaman demam berdarah yang bisa terjadi kapapun. "Bersihkan rumah, bersihkan sarang nyamuk. Lindungi yang sakit, sehat dan lindungi masayarakat kita. Kita bisa," jelas Yurianto. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Reaksi Dirlantas Polda Metro Ditanya Soal Keterlibatan Anak Buahnya dalam Penembakan
Indonesia
Reaksi Dirlantas Polda Metro Ditanya Soal Keterlibatan Anak Buahnya dalam Penembakan

Pelaku penembakan di Gerbang Tol Bintaro adalah seorang polisi lalu lintas yang bertugas di unit patroli jalan raya (PJR) Polda Metro Jaya berinisial Ipda OS.

Jokowi Perintahkan Percepat Vaksinasi di Tempat dengan Mobilitas dan Interaksi Tinggi
Indonesia
Jokowi Perintahkan Percepat Vaksinasi di Tempat dengan Mobilitas dan Interaksi Tinggi

Bogor merupakan salah satu wilayah aglomerasi dan penyangga ibu kota Jakarta sehingga tingkat interaksi dan mobilitas penduduknya tinggi.

Kisah Orang Tua Mengantar Anak Sekolah di Tengah Pandemi
Indonesia
Kisah Orang Tua Mengantar Anak Sekolah di Tengah Pandemi

"Saya bersyukur dan senang akhirnya anak bungsu (Naufa) bisa kembali sekolah tatap muka," kata Risma

[HOAKS atau FAKTA]: Presiden Jokowi Diperingatkan Duterte karena Kartel Narkoba Lolos
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Presiden Jokowi Diperingatkan Duterte karena Kartel Narkoba Lolos

Beredar di media sosial Facebook, sebuah narasi berisi peringatan Presiden Filipina Rodrigo Duterte kepada Presiden Joko Widodo terkait ancaman kartel narkoba internasional.

Kementerian Pertahanan Terima Jutaan Masker dari Perusahaan Singapura
Indonesia
Kementerian Pertahanan Terima Jutaan Masker dari Perusahaan Singapura

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menerima bantuan alat kesehatan untuk membantu penanganan COVID-19 di Indonesia.

Gegara Risma, Anak Buah Anies Angkut Puluhan Gelandangan di Jakarta Pusat
Indonesia
Gegara Risma, Anak Buah Anies Angkut Puluhan Gelandangan di Jakarta Pusat

"Lapak pedagang yang kita tertibkan sebanyak 23 lapak atau gerobak dan 2 orang PMKS," kata Plh Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (7/1).

Alasan Polisi Tak Bubarkan Acara Rizieq di Petamburan
Indonesia
Alasan Polisi Tak Bubarkan Acara Rizieq di Petamburan

Mantan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan kasus karantina kesehatan dengan terdakwa Rizieq Shihab.

Legislator Golkar Ini Bingung Ziarah Kubur Dilarang, Tempat Wisata Dibuka
Indonesia
Legislator Golkar Ini Bingung Ziarah Kubur Dilarang, Tempat Wisata Dibuka

Ziarah kubur merupakan tradisi hari Lebaran bagi umat Islam

Polri Tambah Pasukan di Pos Penyekatan Saat Idul Adha
Indonesia
Polri Tambah Pasukan di Pos Penyekatan Saat Idul Adha

Ini semuanya total ada 1.038 lokasi penyekatan

Istri Edhy Prabowo Diduga Pinjam Kartu Kredit Beli Barang Mewah
Indonesia
Istri Edhy Prabowo Diduga Pinjam Kartu Kredit Beli Barang Mewah

Pemilik PT Dua Putera Perkasa Pratama (DPPP) Suharjito didakwa menyuap Menteri Keluatan dan Perikanan Edhy Prabowo.